Bercinta Di Pinggir Jalan Tol

Bercinta di Pinggir Jalan Tol, Koleksi Cerita Dewasa Seks – Danang seorang laki-laki yang sudah beristri sangatlah beruntung karena dia bisa mendapatkan kepuasan Sex dari 2 wanita yang sangat dicintainya. Selain dia mendapatkan kepuasan Sex dari istinya, dia juga mendapatkan kepuasan sex dari janda muda berjilbab yang dikenalnya di Bus pada waktu berangkat kerja. Hubungan Sex
pertama dengan janda muda berjilbab itu dilakukannya di belakang pagar pembatas jalan Tol . Ingin Tahu kelanjutanya para pembaca ??? langsung saja simak cerita dibawah ini !!!
Seperti hari biasanya pada pagi itu aku berangkat ke kantor naik Bus kota. Pagi itu kebetulan sekali aku duduk berdampingan dengan wanita cantik dengan baju hijabnya. Jika kutafsirkan usia wanita itu sekitar 28 tahunan, tinggi badanya dan berat badanyanya cukuplah ideal, tubuhnya sekal berisi dan wajahnya cantik dibalik kerudung hijabnya.

Semula aku tidak perduli denganya, karena aku mempunyai kebiasaan jika setiap berada di bus pasti ngantuk dan inginya tidur saja. Wanita itu memang berkerudung, namun rasa ngantuk-ku tiba-tiba saja hilang, karena wanita berkerudung itu memakai baju lengan panjang dan celana jeans yang serba ketat. Payudara dan area vagina-nya terlihat menyembul sekali.

Dari hal itu mataku yang tadinya merasa ngantuk tiba-tiba saja merasa cerah dan fresh sekali. Sepasang payduara yang montok dan vaginanya yang terlihat menyembul tercetak jelas dari baju dan celana jeans ketatnya. Dan seketika itu juga birahiku tiba-tiba saja menggebu-gebu. Sungguh menggairahkan sekali wanita berkerudung itu, rasanya saat itu ingin sekali meraba tubuhnya.

Aku yang saat itu sangat bernafsu , otak mesum-kupun sekakan memaksaku untuk mencari cara agar bisa dekat denganya. Saat itu kulihat sedang asik telefon entah dengan siapa, kudengar dari pembicaaraan-nya dia suka sekali bercanda. Maka dari itu seketika aku medapat ide dan langsung menyapanya,
“ Wah… wah… ternyata sifat kita hampir sama ya mbak, ” ucapku sok kenal sok dekat.

Saat itu juga wanita itu nampak bingung dengan ucapanku yang tiba-tibra menyambar, saja dia berpikir kalau aku ini sok kenal,
“Hemm… sama bagaimana yah maksudnya?, ” ucapnya nampak bingung.

“ Itu tadi mabk nitip absen sama temenya kayaknya,hhe…, ” sahutku dan dia tertawa kecil.
“ Hahaha, dasar kamu tukang nguping, Emang Mas suka titip absen juga yah sama temenya ” sahutnya sembari tertawa manis.

“ Hhe, iya.., ” jawsabku singkat sembari meringis.
Ternyata berhasil juga siasatku agar bisa mengobrol agar dekat dan mengenal dengan wanita itu. Dari siasat sederhanaku itu, pada akhirnya obrolan kami-pun menjadi panjang lebar. Aku yang mempunyai sifat konyol dan suka bercanda ternyata dia menbyukai sifatku. Wah lampu hijau nih, ucapku dalam hati. Saat itu awal siasat mesumku-pun berjalan dengan lancar,

“ Kamu ternyata lucu orangnya yah Mas, nggak kayak cowok-cowok laennya basi banget,hhe…, ” ucapnya.

“ Maksudnya ?, ” tanyaku agak bingung.
“ Gini nih maksudnya, biasanya kalau cowok lagi kenal sama cewek biasanyakan mereka modus, pasti mereka tanya nama dan akhir-akhirnya mereka minta no Hp kalau nggk pin BB, ” ucapnya menjejaskan kepadaku.

“ Ouh begitu ya Mbak, untung aja aku nggk nanya itu yah, hhe.. kalau tanya bisa-bisa disangkain modus aku ntar, ” ucapku sembari meringis.

“ Hahahaha, iyalah pasti mas, ” jawabnya singkat sembari tertwa lagi.

Setelah itu kami-pun menjadi lebih akrab, sampai pada akhirnya diapun memperkenalkan namanya dengan sendirinya, dan kami-pun saling berkenalan. Wanita muda berjilbab bernama Anis Safitry, dan panggilanya Fitry. Oh iya aku hamper lupa memperkenalkan diriku, namaku Danang, usiaku 32 tahun dan aku sudah beristri dan mempunyai 1 anak laki-laki.
Saat itu kami terus mengobrol dengan akrabnya, sampai pada akhinya obrolan kami-pun berakhir karena dia turun kuningan dan aku meneruskan perjalanalanku untuk kekantorku. Singkat cerita seperti pagi biasanya, aku-pun beranglat kerja dengan anik bus, tidak kusangka ketika aku sedang duduk, tiba-tiba saja wanita semok berjilbab itu menghampiriku dan duduk disebelahku.

Saat itu karena kami merasa sudah cukup akrab, dia-pun mengajak mengobrollagi, dia berkata bahwa teman-temannya sangat penasaran denganku karena dia menceritakan tentang aku. Karena aku mempunyai banyak cerita lucu, maka hari itu kami-pun menjadi lebih akrab. Tiba-tiba saja dia berkata,

“ Oh iya Nang, kamu pasti cowok plaboy yah, soalnya kamu pinter banget membuat aku merasa nyaman dan akrab, omong-omong udah berapa korban kamu di bus Nang???, ” ucapnya tanpa basa-basi.

Seketika itu aku menjadi mati kutu, wajahku tiba-tiba saja terlihat pucat karena ucapan Fitry . Nampaknya modus mesumku mulai tercium olehnya, pada akhirnya aku-pun terpaksa berkata jujur padanya. Aku menceritakan semua tentangnya, bahkan aku menceritakan bawa aku sudah beristri dan mempunyai anak laki-laki.
Kejujuranku itu aku kira akan membuatnya menjadi benci kepadaku, ternyata dari kejujuranku itu dia malah berbalik menceritakan semua tentang masalalu-nya. Sontak aku menjadi kaget, karena menceritakan bahwa dia sudah tidak virgin lagi, karena dia pernah hamil diluar nikah dan pada akhirnya mereka bercerai karena calon anaknya itu keguguran akibat kecerobohanya.

Saat itu juga wajahku-pun menjadi cerah la dan bersemangat lagi. Tidak gadis semuda dan secantik dia telah menjadi JAMU (janda muda), wah kesempatanku untuk bisa mesum denganya semakin terlihat saja nih, ucapku dalam hati. Saat itu obrolan kami-pun berlanjut lagi, akupun mulai menjurus kearah yang berbau sexs.

Tidak kusangka saat itu dia juga menanggapi dengan antusiasnya, seakan-akan sexs adalah hal yang biasa untuk dirinya. Mungkin saja dia berfikir karena dia sudah kaerena kami sudah sama-sama pernah menikah dan obrolan tentang sexs-pun ditanggapinya dengan santainya. Tidak kusangka wanita berkerudung ini sangatlah terbuka dan asik sekali.

Singkat cerita kami-pun sudah saling kenalkurang lebij 1 bulan, sampai suatu sore kami membuat janji untuk pulang bareng di bus yang biasanya kami tumpangi. Hari itu aku yang naik bus dari cideng dan dia menunggu di kuningan pada akhirnya kami-pun bertemu juga. Saat itu Fitry yang berkerudung mengenakan kemeja panjang, dan rok panjang berbahan semi jeans.

Seperti biasa kami-pun duduk berdampingan, bahkan saat itu-pun kami sudah duduk dengan posisi yang sudah menempel. Bahkan Fitry sudah tidak sungkan lagi untuk seseali mencubit pahaku ketika dia menahan tawanya ketika aku berbuat konyol. Saat itu beberapa kali dia aku, sampai pada akhirnya ketika dia mencubit aku menahan tangannya agar tetap diatas pahaku.

Saat itu dia nampak tidak keberatan dengan hal itu, melihat Fitry yang seperti itu lalu aku-pun mulai mengusap-husap lengannya yang terbalut kemeja lengan panjangnya sembari terus berbincang. Sampai pada akhirnya dia menyadari dan berbisik kepadaku,
“ Ehemmm… kayaknya ada yang seneng banget nih menghusap-husap lenganku, nanti lengan bajuku licin loh, hhe…, ” bisiknya menggodaku.
“ Wkwkwk… emangnya aku setrika bisa bikin lengan baju licin dan halus, ” udapku bercanda.
“ Dasar kamu bisa aja ngejawabnya,hahaha…, ” ucapnya sembari tertawa mendengar jawabanku.

“ tahu nggak sih Fut, kamu tuh ngegemesin banget, apalagi bibir tipis kamu tuh, bener-bener bikin aku gemes , ” ucapku mengombal sambil nyengir.

“ Dasar kamu tukang modus, huwww…,” ucapnya dembari mencubit pahaku.

Ketiak dia mencubit tidak sengaja tanganya menyentuh kejantanku dari luar celanaku, seketika itu juga kejantananku-pun sontak merespon dengan membesar dan memanjang secara otomatis dibalik celanaku. Ouh, horny
banget rasanya seketika itu. Saat itu ditengah tidak terasa hari mulailarut, bangku di sekitarku nampak sudah kosong dengan lampu remangnya.

Melihat suasana yang nampaknya mendukung itu, aku-pun memulai siasat mesumku, aku raih tanganya dan aku cium tangan kirinya dengan lembut. Tidak kjusnagka dia tersenyum ketika aku mencium tanganya, bahkan dia meresponku dengan mempkuat genggaman tangannya padaku. Wah, nampaknya semakin terbuka saja kesempatanku untuk ML deganya, ucapku dalam hati.

Setelah itu Fitry-pun tidak kusangka menyenderkan kepalanya di lengan kiriku, melihat kesempatan itu aku-pun kemudian merangkulkan tangnaku dari belakang.

Sehingga saat itu Fitry tersender dalam dadaku dan terpeluk dengan tangan kiriku. Nampaknya dia sudak terbawa dengan suasana hari itu, matannya sendu terlihat semakin cantik dan mengemaskan sekali.

Aku dan Fitry yang akan pulang kebekasi, saat itu perjalanan kami cukup lama, karena para pembaca tahu sendirikan jalan tol maupun jalan biasa pasti macet. Tidak terasa kini bus-pun sudah masuk jalan Tol, aku-pun saat itu makin berani saja,. Tangan kananku mulai berani mengusap buah dada-nya yang dari luar kemejanya itu.

Terasa kenyal dan kencang sekali pbuah dadanya itu, setelah aku menyentuh payudaranya aku tafsirkan ukuran Branya 34 B, lumayan besar kan para pembaca, hhe. Saat itu Fitry-pun tidak mencoba mengelak sama sekali. Melihat kesmepatan itu, secara perlahan jemariku mulai membuka 3 kancing kemejanya hinga kupastikan tanganku cukup untuk menyusup didalamnya.

Setelah berhasil masuk, tanganku mulai menyelinap pada BH-nya. Saaat itupun tanganku sudah bersentuhanlangsung dengan payudaranya . Lalu mulailah aku meraih putingnya dan memplinti-plintir dengan jariku, beberapa saat aku mainkan putting Fitry. Seiring permainanku pada Puttingnya, tangannya-pun mulai mengelus-ngelus kejantananku dari luar.

Ouh.. semakin horny saja aku saait itu. Setelah beberapa kami melakukan hal itu, nampaknya dia sudah horny juga. Sikapnya menjadi agresif , dan dia-pun mulai membuka resleting celanaku lalu tangannya menyelinap begitu saja didalam celana dalamku. Setelah dia meraih kejantanku dia mulai meremas penisku yang sudah ereksi dari tadi dengan penuh birahi sex .

Tanganku yang memainkan buah dadanya
tiba-tiba saja ditariknya dan diarah kan pada kewanitaan-nya saja. Saat itu melihat kondisi didalm bus aku tidak mungkin ngentot
didalam bus, maka yang aku lakukan saat itu hanyalah memainkan kewanitaan-nya dari luar roknya saja. Ketika kami sedang menikmatinya, kami terpaksa harus berhenti karena kami hampir sampai.

Kami yang sama-sama merasa tanggung, dengan sangat terpaksa harus berhenti dan merapaikan pakaian kami masing-masing. Ketika kami sudah turun dari bus, aku mengatakan padanya aku akan mengantar dia sampai rumahnya. Sebelumnya aku sudah tahu bahwa kami akan melewati sela pagar Tol yang sepi sebelum naik angkot.

Selapagar Tol itu suasananya sepi, dan kebetulan sekali hari itu yang turun didaerah itu hanya aku dan Fitry saja. Aku yang merasa hasrat sexs-ku belum tersalurkan, maka hari itu aku-pun merencanakan untuk menyalurkan nafsu sexs-ku di samping sela pagar tol itu. Setelah kami melewati sela pagar Tol itu, nampaknya Fitry memiliki fikiran yang sama denganku.

Ketika kami sudah berada di belakang pagar tol yang sepi itu, akupun menariknya ketempat yang lebih gelap dan menyenderkan dia di pagar Tol lalu dengan penuh nafsu aku
menciumi bibrnya. Aku dengan liarnya melumat bibir tipisnya itu, dengan cekatan Fitry juga menyambut bibirku menghisap dan menyedot bibirku denganpenuh birahi sex .

Sembari berciuman dan mengadu lidah pada mulut kami, tangannya kami-pun tidak diam begitu saja karena hasrat sex kami tadi telah tertunda. Tangan kami dengan cepatnya beraksi, tanganku mengangkat roknya lalu menurunkan celana dalam Fitry sampai dibawah lututnya. Sedangkan Fitry saat itu membuka kancing, resleting dan menurunkan celanaku beserta celana dalamku.

Saat itu tempat itu benar-benar sepi, gelap, dan aman. Kami saat itu saling kami saling memebri rangsangan, sembari terus berciuman, aku mengesek-gesek bibir vagina
dan klitoris Fitry, sebaliknya Fitry juga mengocok penisku yang sbelumnya sudah diberi pelicin yaitu air ludahnya. Kami saat itu sudah terhanyut dalam nafsu sex kami masing-masing,

“ Ouhhhh Mas… terus gesek-gesek itil (clitoris)-ku mas, enak sekali mas, Aaaahhhhhh…, ” ucap fitry mendesah nikmat.

“ Iya sayang,kamu juga terus kocok kontol aku, enak sekali kocokanmu sayang, tanganmu halus… Ouhhh.. Sssshhh… Ahhhhhh…, ” jawabku dengan diiringi desahanku.

Dengan nafas yang memburu dan penuh nafsu kami saling memberi rangsangan, penisku yang sudah tegang maksimal mulai mengelurkan lendirnya sedikit-sedikit, sebaliknya Fitry aku yang menggesek dan memasukan jariku dalam vagina-nya kewanitaan Fitry-pun sudah na,pak basah sekalioleh lendir kawinya. Beberapa saat kamimelakukanitu, lalu,

“ Mas, aku udah nggak tahan nih.. Ouhhhh… Kita ML sekrang yuk … Sssssshhh…, ” ucap Fitry berbisik ditelingaku.

“ Iya sayang, aku juga udah pingin banget
ngentot memek kamu yang gembul ini, ” jawabku dengan nafas memburu.

Saat itu kemudian aku meminta dia sedikit membungku dengan posisi menungging dan bersandar dipagaragar aku bisa membenamkan kejantanku dari belakang ke vaginya. Dengan cepat dia-pun menuruti permintaanku, tanpa banyak bicara lagi,

“ Zlebbbbbbbbbbbbbbbbbbb….Aahhhhhhhhhhh…, ”

Pada akhirnya aku-pun berhasil memasukan penisku kedalam vagina Fitry dengan mudahnya, aku tidak perlu kesusahan lagi karena selain Fitry yang sudah tidak virgin
memeknya saat itu uga sudah basah sekali oleh lendir kawinya. Kepalanya mendongak keatas setelah vaginaya terpenuhi oleh kejantananku,
“ Eughhhh… kontol kamu besar sekali Mas… Ssss… Ahhhhh…, ” dia melenguh ketika penisku sudah tertancap didalm vagina-nya.

“ Iya sayang, nikmati saja yah penisku yang besar dan panjang ini, ” ucapku berbisik.
Kepala saat itu mendongak keatas ketika aku mulai menggenjot keanitaanya denganpenis perkasaku. Aku menyetubuhi-nya dengan penuh nafsu yang sudah tidak terkontrol lagi. Suara hentakan-hentakan kejantanku terdengar ditengah ramainya mobil yang melintas di jalan tol. Dengan gerakan maju mudnur secara konstan aku menjajah vagina Fitry dengan hebatnya,

“ Ouhhhh… Mas… panjang sekali penismu Mas, terus sodok memek aku Mas… Ahhhh…, ” ucapnya meracau nikmat.

Nafsu birahi kami yang menggebu-gebu menyelimuti fikiran kami saat itu. Kami sama-sam merasakan nikmat yang luar biasa, desahan kami bersahut-sahutan secara bergantian. Sekitar 15 menit kami bersetubuh dengan gaya Fitry yang menungging sambil bersandar di pagar. Kemudian Fitry-pun berkata,
“ Mas kita ganti posisi yah, aku pegel nih nungging terus, sekarang kamu duduk nyender di pagar ya Mas, ” ucapnya sembari merubah posisinya.

“ Iya sayang, ” jawabku singkat lalu aku duduk bersender dipagar dengan kedua kakiku bersandar lurus diatas rumput.

Setelah itu Fitripun kemudian mengangkat roknya, lalu jongkok dan meraih kejantanku kemudian diarahkan pada liang senggamanya. Setelah memastikan sudah pada posisinya lalu dibenamkanlah kejantanaku didalam vagina-nya,
“ Zlebbbbbbbbbbb…, ”

Masuklah kembali kejantanku didalamliang senggamanya yang makin becek dengan lendir kawinya. Saat itu kembalilah sensasi sex yang luar biasa menyelimuti kami. Dengan liarnya Fitri megangkat dan menurunkan pantanya diatas kejantanku. Dia beraksi diatas kejantanaku dengan ememgang erat pundaku, sesekali dia bergoyang memutar diatas kejantanaku.

Saat itu rasanya kejantanan-ku seperti teremas dan terjepit oleh kencangnya otot vagina Fitry. Dia bergoyang dengan lincahnya seperti biduan dangdut yang sedang beraksi dipanggung. Desahanku dan desahannya semakin tidak terkontrol saja, mungkin kerasnya desahan kami tidak akan terdengar jika sampai ada orang yang lewat, suara kami teredam oleh suara mobil di tol.

Untuk mengimbangi goyangan memek Fitry, aku-pun mengimbani dengan meyodok dan menenggelamkan kejantanaku dalam-dalam dengan cara mengangkat pinggulku ke atas. Karena perlakuanku yangs seperti itu, Fitry-pun semakin menggila saja dengan goyangan sex ala Fitry,

“Ouhhhhhhhh… Sssss… Ouhhhhhh… Aku jeluar Mas… Ahhhhhhh, ” ucap Fitri diiringi desahan pajangnya.

Sesaat tubuhnya mengejang dan genggaman tanganya pada bahuku sangat kuat sekali saat menikmati orgasmenya. Mulutnya mendesah, wajahnya mendongak, dan matanya terpejam. Sekitar 1 menit dia mengehntikan goyanganya. Karena aku belum mendapat orgasmeku maka aku-pun meminta dia untuk bergoyang lagi diatas kejantananku,

“ Ayo sayang goyang lagi, aku belum ngecrott nih… Ayo buwat aku klimaks sayang, ” ucapku.
Akhirnya tanpa menjawab janda muda itpun kembal imenari denga liarya diatas kejantanaku. Keringat kami bercucuran karena emmang saat itu udara terasa panas sekali. Cuaca yang panas diiringi dengan hubungan sexkami yang pnas juga memberi kenikmatan tersendiri. Kurasakan batang kejantanku semakin basah saja dengan lendir kawin dari vagina Fitry,

“ Yah seperti itu sayang, Ouhhh… Terus goyangkan pinggulmu maju mundur seperti itu, Sssssssshhh… Ahhhh…, ” ucapku.

Mendengar permintaanku Fitry-pun bergoyang semakin gila, aku-pun mengimbangi dengan memaju mudnurkan kejantanku denagnpenuh nafsu. Setelah 10 menit Fitry bergoyang dengan liarnya, aku meras seakan ada yang akan menyembur dari kepala penisku. Denyutan-denyuatn pada kejantananku seakin sering saja,
“ Sayang aku mau keluar nih… Ouhhh… Goyang terus sayang, jepit kuat-kuat kontol aku dengan memek kamu sayng, Ahhhhh…, ” ucapku dengan nafas memburu.

Fitry saat itu benar-benar semaki cepat mengiyangkan pantatnya, dan Jepitan Vaginya juga semakinkuat. Tidak lama setelah itu,
“ Ouhhhhhhhhhh… Crottttttttttt… Crottttttttttt… Crottttttttttt… Crottttttttttt…, ”

Pada akhrinya tersemurlah spermaku dengan derasnya didalam liang senggama Fitry, sungguh luar biasa nikmat yang diberikan Fitry, sampai-sampai saat itu aku mendongakan kepalaku sembari emndesah panjang dan memejamkan kepalaku. Ditengah semburan spermaku didalam Rahim Fitry, dia merapatkan pahanya sehingga Penisku terjepit oleh Vagina Fitry,

“ Eummmm… Ssssssssss… Ahhhhhh…., ” desah Fitry menikmati semburan spermaku.
Saat itu aku menimkmati klimaksku dengan memeluk erat tubuh Fitry, dan Fitry menikmati semburanku dengan mengimpit kuat-kuat kejantanku dengan vaginaya. Malam itu belakang pagar Tol kami menikamati sensasi sex yang luar biasa, aku dan Fitry sungguh sangat puas. Setelah kami selesai menikmati sisa-sisaklimaks kami, kemudian Fitry-pun bergegas berdiri lalu berjongkok disampingku. Dia berjongkok agar spermaku yang tertumpah didalam rahimnya keluar lagi. Smebari berjongkok dia berkata,

“ Bener-bener gilakamu ya Mas, kamu liar dan hebat sekali dalam berhungan sex ya Mas. Jujur Mas, aku sangat puas sekali dengan hubungan sex kita hari ini, ” Ucapnya girang sembari seiring melehnya spermaku yang keluar dari Vagina-nya.

“ Hehehe, Iya dong aku hebat, pasti setelah in ikamu bakal ketagihan dengan nikmatnya Kontol aku yang perkasa ini, hahahha, ” ucapku girang semabri mengecup bibirnya.

“ Hahaha, kamu kali yang bakalketagihan sama memek aku ini, hha…, ” balasnya seakan tak mau kalah dengan ucapanku.

Setelah kami sejenak bercanda dan beristirahat, kami-pun kemudian memebersihkan kemaluan kami, kebetulan sekali saat itu Fitry membaea tissue kering ditasnya. Setelah itu kami-pun kemudian merapikan diri masing-masing dan segera bergegeas keluar dari tempat yang gelap itu lalu menuju kepangkalan angkot.

Saat itu mengantarnya hingga sampai gang perumahanya, setelah mengantar dia aku kembali mencari angkot untuk kembali purang kerumahku. Semenjak hari itu kami sering berangkat dan pulang kerja bersama. Hubungan gelapku dan Fitry tidak diketahui oleh istriku, bahkan kami sampai menyewa rumah kontrakan untuk sekedar memuaskan hasrat kami.

Entah kapan hubunganku akan berakhir, semakin hari aku semakin nyaman saja dengan Fitry, bahkan saking nyamaya dengan Fitry sampai-sampai aku tidak bernafsu dengan Istriku. Namun agar istriku tidak curiga aku tetap memeberi dia kebutuhan Rohani-nya. Aku merasa sangat beruntung sekali karena hubungan antara aku, fitry dan istriku aman-aman saja. TamaT.

Adik dan Kakak

Adik Dan Kakak, Koleksi Cerita Dewasa Seks – Nama gue Erlina, saat ini tercatat sebagai mahasiswi ekonomi Universitas swasta yang ada di Bandung. Ayah gw berasal dari Bandung, sedangkan ibu gw asli Sukabumi, mereka tinggal di Sukabumi. Cerita dewasa sedarah ini menceritakan kisah nyataku yang terjadi saat masih duduk dibangku sekolah, tepatnya saat kelas 1 SMA. Dan skandal seks tabu ini masih terus berlanjut sampai detik ini! gw terus kecanduan ngentot ama adik kandung gw sendiri. Sebagai kakak kandung hasrat hubungan sex dengan adik itu slalu saja gagal kubendung.

Gw anak yang paling tua dari tiga bersaudara. Gw mempunyai satu adik laki-laki dan satu
adik perempuan. Umurku berbeda 1 tahun dengan adik lelakiku namu adik perempuanku beda lagi 10 tahun. Kami sangat dimanja oleh orang tua kami, sehingga tingkahku yang tomboy dan suka maksa pun tidak dilarang oleh mereka. Begitupun dengan adikku yang tidak mau disunat walaupun dia sudah kelas 2 SMP.
Waktu kecil, Gw sering mandi bersama bersama adik gw, tetapi sejak dia masuk Sekolah Dasar, kami tidak pernah mandi bersama lagi.
Walaupun begitu, Gw masih ingat betapa kecil dan keriputnya penis adik gw. Sejak saat itu, Gw tidak pernah melihat lagi penis adik gw. Sampai suatu hari, Gw sedang asyik telpon dengan teman cewekku. Gw telpon berjam-jam, kadang tawa keluar dari mulutku, kadang kami serius bicara tentang sesuatu, sampai akhirnya Gw rasakan

kandung kemihku penuh sekali dan Gw kebelet pengen pipis. Benar-benar kebelet pipis sudah di ujung lah. Cepat-cepat kuletakkan gagang telpon tanpa permisi dulu sama temanku. Gw berlari menuju ke toilet terdekat. Ketika kudorong ternyata sedang dikunci.
hallow..! Siapa di dalam buka dong..! Udah nggak tahan..! Gw berteriak sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi

Iyaaaaaaa..! Wait..! ternyata adik ku yang di dalam. Terdengar suaranya dari dalam.
Nggak bisa nunggu..! Cepetan..! kata Gw memaksa.

aduhhhhhhhh….. Gw benar-benar sudah tidak kuat menahan ingin pipis.

kreottttttt..! terbuka sedikit pintu toilet, kepala
adikku muncul dari celahnya.

Ada apa sih kak? katanya.

Tanpa menjawab pertanyaannya, Gw langsung nyerobot ke dalam karena sudah tidak tahan. Langsung Gw jongkok, menaikkan rokku dan membuka celana dalamku.

criitttttt keluar air seni dari vagina Gw.

Kulihat adikku yang berdiri di depanku, badannya masih telanjang bulat.

Yeahhhhh..! Sopan dikit napa kak? teriaknya sambil melotot tetap berdiri di depanku.
Waitttt..! Udah nggak kuat nih, kata Gw.
Sebenarnya Gw tidak mau menurunkan pandangan mata Gw ke bawah. Tetapi sialnya, turun juga dan akhirnya kelihatan deh burungnya si adik gw.

hahahahah.. Masih keriput kayak dulu, cuma sekarang agak gede dikit kataku dalam hati.
Gw takut tertangkap basah melihat kontolnya, cepat-cepat kunaikkan lagi mata Gw melihat ke matanya. Eh, ternyata dia sudah tidak melihat ke mata Gw lagi. Sialan..! Dia lihat vagina Gw yang lagi mekar sedang pipis. Cepat-cepat kutekan sekuat tenaga otot di vagina Gw biar cepat selesai pipisnya. Tidak sengaja, kelihatan lagi burungnya yang masih belum disunat itu. Sekarang penisnya kok pelan-pelan semakin gemuk. Makin naik sedikit demi sedikit, tapi masih kelihatan lemas dengan kulupnya masih menutupi helm penisnya.

Sialan nih adik ku. Malah ngeliatin lagi, mana belum habis nih air kencing..! Gw bersungut dalam hati.

o0oooo.. Kayak gitu ya Kak..? katanya sambil tetap melihat ke vagina Gw.

Eh kurang ajar Lu ya dik! langsung saja Gw berdiri mengambil gayung dan kulemparkan ke kepalanya.

Kletokkkk..! kepala adikku memang kena pukul, tetapi hasilnya air kencingku kemana-mana, mengenai rok dan celana dalamku.

Ya… basah deh rok kakak… katGw melihat ke rok dan celana dalamku.

Syukurin..! Makanya jangan masuk seenaknya..! katanya sambil mengambil gayung dari tanganku.

Mandi lagi ahh..! lanjutnya sambil menyiduk air dan menyiram badannya.

Terus dia mengambil sabun dan mengusap sabun itu ke badannya.

Waduh.., sialan nih adik gw! sungutku dalam hati.

Waktu itu Gw bingung mau gimana nih. Mau keluar, tapi Gw jijik pake rok dan celana dalam yang basah itu. Akhirnya kuputuskan untuk buka celana dalam dan rokku, lalu pinjam handuk adikku dulu. Setelah salin, baru kukembalikan handuknya.

Udah.., pake aja handuk Gw kak! kata adikku.
Sepertinya dia mengetahui kebingunganku. Kelihatan kontolnya mengkerut lagi.

Jadi lucu lagi gitu..! Hihihi..! dalam hatiku.
Gw lalu membuka celana dalam gw yang warnanya merah muda, lalu dilanjutkan dengan membuka rok. Kelihatan lagi deh memek Gw. Gw takut adikku melihatku dalam keadan seperti itu. Jadi kulihat adik gw. Eh sialan, dia memang memperhatikan Gw yang tanpa celana.
kakak Memek tu emang gemuk kayak gitu ya..? kakakaka..! katanya sambil nyengir.

Sialan, dia menghina vagina Gw, Daripada culun kayak punya lhoo..! kata Gw sambil memukul bahu adik gw.

Eh tiba-tiba dia berkelit, wakzzzzzz..! katanya.
Karena Gw memukul dengan sekuat tenaga, akhirnya Gw terpeleset. Punggungku jatuh ke tubuhnya. Kena deh pantatku ke penisnya.
Iiihhh.., rasanya geli banget..! cepat-cepat kutarik tubuhku sambil bersungut, Huh..!
kakak sih..!

kak.. kata Kakak tadi culun, kalau kayak gini culun nggak..? katanya mengacuhkan omonganku sambil menunjuk ke penisnya.
Kulihat penisnya mulai lagi seperti tadi, pelan-pelan semakin gemuk, makin tegak ke arah depan.

Ya.. gitu doang..! Masih kayak anak SD ya..? kata Gw mengejek dia.

Padahal Gw kaget juga, ukurannya bisa bertambah begitu jauh. Ingin juga sih tahu sampai dimana bertambahnya. Iseng Gw tanya, Gedein lagi bisa nggak..? kata Gw sambil mencibir.

Bisa..! Tapi kakak harus bantu dikit dong..! katanya lagi.

Megangin ya..? Wisssss.., ya nggak mau lah..! kataku.

Bukan..! kakak taruh ludah aja di atas kontolku..! jawabnya.

Karena penasaran ingin melihat penis cowok kalau lagi penuh, kucoba ikuti perkataan dia.
Gitu doang kan..? Mau kakak ngeludahin Kamu mah. Dari dulu Kakak pengen ngeludahin Kamu” ujarku

Sialan nih adik ku, Gw dikerjain. Kudekatkan kepal Gw ke arah penisnya, lalu Gw mengumpulkan air ludahku. Tapi belum juga Gw membuang ludahku, kulihat penisnya sudah bergerak, kelihatan penisnya naik sedikit demi sedikit. Diameternya makin lama semakin gede, jadi kelihatan semakin gemuk. Dan panjangnya juga bertambah. keren banget melihatnya. Geli di sekujur tubuh melihat itu semua. Tidak lama kepala penisnya mulai kelihatan di antara kulupnya. Perlahan-lahan mendesak ingin keluar. Wahh..! Bukan main perasaan senangku waktu itu. Gw benar-benar asyik melihat helm itu perlahan muncul.

Akhirnya bebas juga kepala penis itu dari halangan kulupnya. Penis adik ku sudah tegang sekali. Menunjuk ke arahku. Warnanya kini lebih merah. Gw jadi terangsang melihatnya. Kualihkan pandangan ke adikku.

Hehe… dia ke arahku. Masih culun nggak..? katanya lagi. Hehe..! Macho kan kak! katanya tetap tersenyum.

Tangannya tiba-tiba turun menuju ke selangkanganku. Walaupun Gw terangsang, tentu saja Gw tepis tangan itu.

Apaan sih dik..! kubuang tangannya ke kanan.
Kak..! Please kakkk.. Pegang aja kak… Nggak akan diapa-apain… Gw pengen tahu rasanya megang itu-nya cewek. Cuma itu aja kak.. kata
adik gw, kembali tangannya mendekati selangkangan dan mau memegang memek gw.
ehmmmm.. sebenarnya Gw mau jaga image, masa mau sih sama adik sendiri, tapi Gw juga ingin tahu bagaimana rasanya dipegang oleh cowok di memek!hihihii…

Inget..! Jangan digesek-gesekin, taruh aja tanganmu di situ..! akhirnya Gw mengiyakan. Deg-degan juga hati ini.

Tangan adik gw lalu mendekat, bulu kemaluanku sudah tersentuh oleh tangannya. Ihh geli sekali… Gw lihat penisnya sudah keras sekali, kini warnanya lebih kehitaman dibanding dengan sebelumnya. opppssttttt… Hangatnya tangan sudah terasa melingkupi vagina Gw. Geli sekali rasanya saat bibir vagina Gw tersentuh telapak tangannya. Geli-geli nikmat di syaraf vagina Gw. Gw jadi semakin terangsang sehingga tanpa dapat ditahan, vagina Gw mengeluarkan cairan.

Hihihi.. kakak terangsang ya..?

Enak aja… sama adik mah mana bisa terangsang..! jawabku sambil merapatkan selangkangan gw agar cairannya tidak semakin keluar.

Ini basah banget apaan Kak..?

Itu sisa air kencing Kakak tahuuu..! kata Gw berbohong padanya.

Kak… memek tu anget, empuk dan basah ya..?
Tau ah… Udah belum..? Gw berlagak sepertinya Gw menginginkan situasi itu berhenti, padahal sebenarnya Gw ingin tangan itu tetap berada di situ, bahkan kalau bisa mulai bergerak menggesek bibir memek Gw.

Kak… gesek-gesek dikit ya..? pintanya.
Tuh kan..? Katanya cuma pegang aja..! Gw pura-pura tidak mau.

Dikit aja Kak… Please..!

Terserah adik aja deh..! Gw mengiyakan dengan nada malas-malasan, padahal mau banget tuh. Hihihi.. Habis enak sih…

Tangan adik gw lalu makin masuk ke dalam, terasa bibir vagina Gw terbawa juga ke dalam.
uhhhhhh..! Hampir saja kata-kata itu keluar dari mulut gw. Rasanya nikmat sekali. Otot di dalam vagina Gw mulai terasa berdenyut. Lalu tangannya ditarik lagi, bibir vagina Gw ikut tertarik lagi.

Ouughhhhhhhhh..! akhirnya keluar juga desahan nafasku menahan rasa nikmat di vagina Gw.
Badanku terasa limbung, bahuku condong ke depan. Karena takut jatuh, Gw bertumpu pada bahu adik gw.

Enak ya kak..?

Heeheee.., jawabku sambil memejamkan mata.
Tangan adik gw lalu mulai maju dan mundur, kadang klitoris gw tersentuh oleh telapak tangannya. Tiap tersentuh rasanya nikmat luar biasa, badan ini akan tersentak ke depan.
kak..! Adek juga pengen ngerasaain enaknya dong..!

Kamu mau diapain..? jawab gw lalu membuka mata dan melihat ke arahnya.
Ya pegang-pegangin juga..! katanya sambil tangan satunya lalu menuntun tanganku ke arah kontolnya.

Kupikir egois juga jika Gw tidak mengikuti keinginannya. Kubiarkan tangannya menuntun tangan gw. Terasa hangat penisnya di genggaman tangan ini. Kadang terasa kedutan di dalamnya. Karena masih ada sabun di penisnya, dengan mudah Gw bisa memaju-mundurkan tanganku mengocok penisnya.
Kulihat tubuh adikku kadang-kadang tersentak ke depan saat tanganku sampai ke pangkal penisnya. Kami berhadapan dengan satu tangan saling memegang kemaluan dan tangan satunya memegang bahu.

Tiba-tiba dia berkata, Kak..! Titit Adek sama memek Kakak digesekin aja yah..!

hooh Gw langsung mengiyakan karena Gw sudah tidak tahan menahan rangsangan di dalam tubuh.

Lalu dia melepas tangannya dari vagina Gw, memajukan badannya dan memasukkan penisnya di antara selangkangan gw. Terasa hangatnya batang penisnya di bibir vagina Gw. Lalu dia memaju-mundurkan pinggulnya untuk menggesekkan penisnya dengan vagina Gw.
ohhhhh..! Gw kini tidak malu-malu lagi mengeluarkan erangan.

Dek… masukin aja..! Kakak udah nggak tahan..! Gw benar-benar sudah tidak tahan, setelah sekian lama menerima rangsangan. Gw akhirnya menghendaki sebuah penis masuk ke dalam memek Gw.

Iya Kak..!

Lalu dia menaikkan satu paha Gw, dilingkarkan ke pinggangnya, dan tangan satunya mengarahkan penisnya agar tepat masuk ke itil Gw.

Gw terlonjak ketika sebuah benda hangat masuk ke dalam kemaluanku. Rasanya ingin berteriak sekuatnya untuk melampiaskan nikmat yang kurasa. Akhirnya Gw hanya bisa menggigit bibir gw untuk menahan rasa nikmat itu. Karena sudah dari tadi dirangsang, tidak lama kemudian Gw mengalami orgasme.

Vagina Gw rasanya seperti tersedot-sedot dan seluruh syaraf di dalam tubuh berkontraksi.
ohhhhhh..! Gw tidak kuat untuk tidak berteriak.
Kulihat adik gw masih terus memaju-mundurkan pinggulnya dengan sekuat tenaga. Tiba-tiba dia mendorong sekuat tenaga hingga badanku terdorong sampai ke tembok.
Ouughhh..! katanya.

Pantatnya ditekannya lama sekali ke arah vagina Gw. Lalu badannya tersentak-sentak melengkung ke depan. Kurasakan cairan hangat di dalam vagina Gw.

Lama kami terdiam dalam posisi itu, kurasa penisnya masih penuh mengisi vagina Gw. Lalu dia mencium bibirku dan melumatnya. Kami berpagutan lama sekali, basah keringat menyiram tubuh ini. Kami saling melumat bibir lama sekali. Tangannya lalu meremas payudara dan memilin putingnya.

Kak..! Kakak nungging, terus pegang bibir bathtub itu..! tiba-tiba dia berkata.

Wahh..! Gila adik ya..!

Udah.., ikutin aja..! katanya lagi.
Gw pun mengikuti petunjuknya. Gw berpegangan pada bathtub dan menurunkan tubuh bagian atasku, sehingga batang kemaluannya sejajar dengan pantatku. Gw tahu adik ku bisa melihat dengan jelas vagina Gw dari belakang. Lalu dia mendekatiku dan memasukkan penisnya ke dalam vagina Gw dari belakang.

uhhhhhh..! %@!#$&tt..! Gw menjerit saat penis itu masuk ke dalam rongga vagina Gw.
Rasanya lebih nikmat dibanding sebelumnya. Rasa nikmat itu lebih kurasakan karena tangan adikku yang bebas kini meremas-remas payudara Gw. Adikku terus memaju-mundurkan pantatnya sampai sekitar 10 menit ketika kami hampir bersamaan mencapai orgasme. Gw rasakan lagi tembakan sperma hangat membasahi rongga vagina Gw. Kami lalu berciuman lagi untuk waktu yang cukup lama.
Setelah kejadian itu, kami jadi sering melakukannya, terutama di kamar gw ketika malam hari saat orang tua sudah pergi tidur.

Minggu-minggu awal, kami melakukannya bagaikan pengantin baru, hampir tiap malam kami bersetubuh. Bahkan dalam semalam, kami bisa melakukan sampai 4 kali. Biasanya Gw membiarkan pintu kamar gw tidak terkunci, lalu sekitar jam 2 malam, adik gw akan datang dan menguncinya. Lalu kami bersetubuh sampai kelelahan. Kini setelah Gw di Bandung, kami masih selalu melakukannya jika ada kesempatan. Kalau bukan Gw yang ke Sukabumi, maka dia yang akan datang ke Bandung untuk menyetor jatah spermanya ke memek Gw. Saat ini Gw mulai berani menelan sperma yang dikeluarkan oleh adik kandung gw sendiri! Begitulah cerita dewasa sedarah itu terjadi, dan terus terang gw kecanduan ngentot ama adik gw sampai sekarang !

Bercinta Dengan Papa Kandung

Bercinta Dengan Papa Kandung, Koleksi Cerita Dewasa Seks – Namaku Lia. Saat ini aku kuliah di Sanatha Dharma Yogyakarta. Aku adalah anak pertama dari pasangan Guncoro dan Jenny. Kami bersaudara dua orang, Adikku namanya Caca dia masih SMA kelas 1. Ibu dan ayahku menikah masih sangat muda, sehingga seperti yang kamu lihat di foto ini, meskipun usiaku baru 19 tahun, aku hampir sama besar badannya dengan ibuku. Kadang-kadang jika aku boncengan dengan ayahku, orang yang belum mengenal kami bisa mengira aku adalah pacarnya ayahku. heee^^. Ayahku usianya 41 tahun, tetapi karena dia suka berolah raga, tubuhnya kekar seperti anak muda.

Dalam kehidupan kami sebagai ayah dan anak, Lia tahu betul watak papa, makanan kesukaannya, hobinya, bahkan kekurangan dan kelebihan papaku. Tetapi satu hal yang papaku tidak pernah lakukan adalah selingkuh, atau bermain dengan wanita lain. Meskipun ibuku adalah wanita yang kalem, pendiam, tetapi papa tidak pernah mengkhianati mama dengan cara bermain wanita. Sebaliknya, papaku juga tahu betul kehidupan Lia. Aku orangnya sedikit agresif, tetapi juga pemalu. Aku paling tidak suka berbohong.Kira-kira itulah sisi baik dari aku.

Sedangkan salah satu kebiasaan burukku adalah, aku suka foto-foto diriku sendiri dengan camera Hp ku dalam berbagai macam gaya. Kadang-kadang aku suruh adikku foto aku. Ada gaya alim, nakal, sedih, ketawa, cemberut dan sebagainya. Salah satu fotoku yang aku taruh di profil akun ini, dan di judul cerita ini. Aku juga ngga tahu, kenapa aku suka banget berfoto..hee…Sampai suatu ketika ketika Lia sedang mandi di kamar mandi, muncul ide Lia untuk foto tubuh Lia secara bugil. Ya, tubuhku lumayan menarik. Kata ibuku aku seksi.
.heee…Aku berjalan ke kamar lalu mengambil kamera, dan di kamar mandi aku mulai ambil gambar bugilku. Dari berbagai gaya aku jepret pakai kamera hingga puluhan foto. Lalu setelah mandi aku pindahin foto-foto itu ke Laptopku, sambil mengagumi tubuhku sendiri yang sangat seksi dan menantang.

Suatu hari, Lia pergi kuliah tanpa membawa laptop Lia. Sungguh di luar dugaanku. Ternyata papa membuka laptopku dan tanpa sengaja melihat foto-fotoku. Sepulang kuliah, aku menemukan sepucuk surat di atas meja kamarku, yang berisi tulisan begini: “Lia, tadi papa buka laptop kamu, papa uda lihat foto-foto bugil kamu. Foto-foto itu papa sudah copi di flasdisk papa.” Ya..ampun, wajahku benar-benar pucat. Perasaanku kacau, ada rasa takut, malu, meyesal dan juga marah. Tetapi apa boleh buat, semua sudah terjadi. Akhirnya karena malu, hari itu aku di kamar aja, dan tidak keluar ke mana-mana. Waktu malam, papaku kembali dari tempat kerja, dia tidak menyapa aku seperti yang biasa dia lakukan. Dia langsung masuk ke kamarnya.

Aku penasaran, apakah dia akan marah dan menampar aku, atau dia akan menghukum aku dengan cara apa? Yang jelas Lia sudah salah. Malam itu aku tidak bisa tidur, aku terus memikirkan masalah ini. Besok paginya aku bangun, lalu aku pergi ke kampus. Sepulangnya aku dari kampus, ada surat lagi di atas mejaku, yang bertuliskan: “Lia, kapan kamu ada waktu, papa mau bicara sama kamu.” Aku pikir dalam hatiku, papa mau ngomong ma aku, pasti jadi masalah nih. Manding Lia minta maaf ma papa sebelum masalah ini dibesar-besarin. Akupun membalas surat itu. Dalam surat itu aku katakan: “Pa, Lia minta maaf, Lia sudah salah. Tetapi itu Lia foto sendiri di kamar mandi dan tidak dengan siapa-siapa. Kalau papa mau marah Lia, Lia siap terima hukuman dari Papa. Lia takut ketemu papa.” Keesokan harinya, sebelum Lia pergi ke kampus, Lia tinggalin surat itu di atas meja di kamar.

Sepulangnya aku dari kampus, aku lihat surat itu sudah tidak ada. Dalam hatiku, papa pasti sudah baca. Malam itu, sehabis makan malam, ibuku sudah masuk kamar dan tidur duluan. papa masih nonton berita di ruang tamu. aku sengaja ke kamar mandi, lalu aku melirik untuk melihat, apakah ada orang lain yang bersama papaku di ruang tamu? Setelah aku lihat ternyata tidak ada. Aku pergi ke ruang tamu dan duduk di kursi yang agak berjauhan dari tempat papaku duduk. Dia menoleh dan melihat aku, lalu dia berkata,: “Sini, duduk di sini” sambil tangannya menunjuk ke sofa di dekatnya.

Dengan perasaan tak menentu, aku bangkit dari tempat dudukku, lalu berpindah ke tempat duduk di dekat ayahku. Dia mulai bertanya: “Kamu foto itu pake apa?” Kamera di Hpku, jawabku sambil menunjukan Hpku. Ayahku menarik nafas dan berkata: “kamu itu, mbo kalau mo foto bugil jangan ditaruh di Laptop. Itukan adikmu bisa buka.Simpan aja di Hp kamu”. Iya pa, jawabku sambil mengangguk. Lalu dia meneruskan: “mana Laptopmu, ambil ke sini”. Dengan segera aku pergi ke kamar dan mengambil Laptopku. Ayahku menerima laptopku sambil menggeleng-gelengkan kepala. Dia menyalakan laptop itu, lalu memasukan flasdisknya. Dia membuka foto-fotoku satu persatu. Kira-kira sudah puluhan lembar dia buka, lalu dia berkomentar, “Seksi banget kamu Li”. Aku Cuma tersenyium aja..:)

Lalu ayahku memilih salah satu di antara puluhan foto yang ada, membukanya dan memanggil aku untuk melihat foto itu. “Lihat ini Li…papa suka fotomu ini” seraya menunjukan foto yang terbuka kepadaku. Aku melihat, foto itu terlihat sangat jelas, memekku yang berbulu tipis, belahannya sedikit terbuka,dan payudaraku yang besar dan menonjol seperti dua bukit kecil di tanah yang rata, seyiumku yang tampak bernafsu dan menggoda.

Ketika aku memalingkan mataku dari foto itu, aku sempat melihat kalau papa ereksi dengan fotoku itu. Dia mengenakan celana pendek yang cukup ketat, sehingga alat kelaminnya sangat kelihatan sekali. Dari bentuknya yang kelihatan di balik celana, alat kelamin ayahku terlihat panjang dan besar. Aku malu, lalu aku mengalihkan mataku ke televisi.

Ayahku meninggalkan aku di ruang tamu, lalu ia pergi ke kamarnya. Tak lama kemudian, ia kembali ke ruang tamu. Kali ini, ia duduk berdekatan dengan aku di sofa panjang. Lalu ia berkata: “Ibumu sudah tidur”. Aku diam saja, sambil terus menonton acara di TV. Ayahku kembali melihat fotoku di laptop. Kali ini, dia diam saja tanpa komentar. Aku melirik ke celananya, mataku melihat bahwa, ayahku ereksi dengan fotoku. Melihat ayahku terus membuka foto-fotoku, akupun bertanya:
“Kenapa sih pa, dibuka-buka terus? Lia malu pa..”. Ngga usa malu sayang,,,kamu kan uda dewasa.

Balas papaku, sambil melihat kepadaku. Tapi kenapa papa liat Foto Lia, koq barang Papa tegang? heee “kamu sih…seksi bangat..” jawab ayahku. Lalu aku membela diri: “Ya itukan foto bugil, ya jelas seksilah..siapa aja kalau foto bugil pasti kelihatan seksi..” Tiba-tiba, ayahku mengeluarkan kontolnya, sambil berkata, Kalau ini di foto, seksi ngga? Haaah..!! Aku kaget, melihat kontolnya yang tegang. Terlihat panjang dan besar sekali. Saat itu juga, aku merasakan aku nafsu melihat benda ayahku. Lalu dengn suara agak berbisik aku katakan: papa, gede banget pa…” lalu dia berkata: “Pegang aja, kalau mau pegang.” Ngga ah..nanti kalau Lia terangsang gimana?” sssssssssstttt….jangan keras-keras ngomongnya, nanti ibumu dengar” jawab papaku berbisik sambil menaruh jari di mulutnya.

Lalu ayahku bangkit berdiri dan menuntun tanganku untuk memegang kelaminnya. Aku nurut aja dan aku pegang kelamin ayahku.

Huuuufffff……rasanya keras banget…aku membelainya beberapa kali, tanpa sadar aku nafsu banget. Lalu ayahku bilang: “masukin dimulut kamu mau ngga Li?” aku menoleh ke kiri dan kanan untuk melihat apakah ada orang yang akan melihat itu? Kulihat tidak ada orang, lalu aku tunduk dan memasukan kelamin ayahku dimulutku. Aku mengocok benda besar dan panjang itu dengan mulutku berkali-kali.

Mungkin aku harus beritahu bahwa, itu benar-benar sangat sensasional. Kamu bisa bayangkan, memegang kelamin ayah kandung kamu sendiri layaknya suami kamu, rasanya benar-benar wow….Aku benar-benar bernafsu, karena dia adalah ayah kandungku sendiri dan aku rasa, ini paling beda dari segala-galanya. Ayahku terus menarik nafas sambil berkata: “Lia, papa sudah melamun tentang ini sejak kamu di SMU sayang…” hmmm…mendengar itu, seperti menambah dorongan birahiku, sehingga aku semakin bernafsu. Rupayanya ayahku ingin seks dengan aku sejak aku masih SMU, pikiran itu membuat aku makin ngga terkontrol. Aku semakin cepat memaju mundurkan kepalaku dengan kelamin ayahku di mulutku.

Lalu entah di dorong oleh nafsu atau setan, aku tidak tahu lagi, tiba-tiba aku berkata: “Pa, masukin di punya Lia. Lia pengen puasin papa dengan tubuh Lia”. Tanpa menjawab, ayahku langsung membalikan badanku dengan kaki sebelah diangkat ke sofa dan kakiku yang satu tetap di lantai. Ia membalikan badanku untuk membelakangi dia, lalu ia mengangkat rokku ke atas pinggangku, dan menurunkan CDku, lalu dia menusukkan kemaluannya lewat belakang. Aku harus beritahu bahwa, nikamtnya itu lebih dari yang dapat aku banyangkan sebelumnya. Ketika kelamin ayah kandungku sendiri menorobos vaginaku, aku rasakan sensasi dan kenikmatan yang luar biasa.

Aku benar-benar liar, ketika benda papaku masuk ke lubang vaginaku. Imajinasiku benar-benar melayang. Aku merasa seperti aku sedang sukses dalam satu hal. Imajinasi sex dengan ayah kandungku sendiri, itulah yang mendorong aku menatap wajahnya dan aku katakan: “Papa….tusukin semua pa ke dalam vagina Lia..masukin sampai dalam..Lia suka Papa…Lia mau papa setubuhi Lia malam ini sampai Lia puas pa…Lia suka sex terlarang ini pa..ini enak banget…terus papa…Lia suka sex Incest pa..” papaku semakin kencang goyangannya.

Kami mulai berkeringat dan papaku bilang gantian Li. Kamu dari atas. Papaku tidur terletang di sofa dengan kelaminnya yang tegang menunjuk ke langit. Aku mulai naik ke atas ayahku, lalu memegang kelaminnya dan mengarahkannya ke lubang vaginaku. Sambil memejamkan mata, perlahan-lahan aku menurunkan badanku, sambil tekan kelamin ayahku supaya masuk ke dalam vaginaku sampai amblas semuanya di dalam vaginaku. Aku mulai menggoyang naik turun sambil mataku memperhatikan bagaimana benda ayahku masuk keluar di Vaginaku yang berbulu tipis.” Ouuuuhhhh…..papa….nikmat banget pa….” “ terus sayang, papa suka ini..” “Pa…Lia suka sex terlarang begini pa…ini nikmat banget…Mungkin papa ngga tahu, tapi Lia sering nonton film porno antara ayah dan anaknya. Lia nafsu banget pa.. Lia suka sex dengan papa.

Ouuuhhhh …papa, puasin Lia pa….” saat itulah ayahku mulai bangkit dari tidurnya, lalu kembali ke posisi pertama tadi. Aku berdiri membelakangi ayahku, sambil kaki sebelah dinaikan ke sofa dan sebelah lagi di lantai. Kali ini ayahku benar-benar ganas. Dia memasukan kelaminnya yang sudah basah oleh lendirku lewat belakang, sambil memegang payudaraku, dan tangan sebelahnya lagi memegang mukaku menghadap ke mukanya dan dia mulai berciuman lidah denganku…sampai titik ini aku benar-benar ngga tahan. Aku bisa merasakan dari beberapa tanda, bahwa aku akan segera tumpah…sambil mendengung karena lidahku dikulum ayahku, aku berkata: “papa goyang Lia dengan keras pa, Lia keluar pa…..” detik itu juga, aku rasakan semburan yang berkali-kali, srott..srott..srott…sroot..kelamin ayahku berdenyut di dalam vaginaku. Rasanya hangat di dalam rahimku. Aku menahan pantat ayahku agar benda itu benar-benar masuk semuanya tanpa sisa, lalu akupun melepaskan cairan yang dari tadi kubendung…mmmpa…..mmmpa…mmpa…rasanya vaginaku seperti membuka mulut dan mengeluarkan sesuatu. Aku menjerit…ouuuuuuuhhhhh….papa….Lia suka papa…..detik itu kami terkulai lemas. Semenjak kisah malam itu, sering sekali ayahku menyutubuhi aku di kamar mandi dan di dapur.

Tetapi tidak memasukan cairannya di vaginaku.
Kalau mau keluar, ia menarik keluar kelaminnya lalu semprotkan airnya di mukaku dan aku suka. Dengan pengalamanku ini, aku simpulkan bahwa, sex incest atau sex taboo itu, sangat nikmat. Rasanya beda karena penuh sensasi. Jika Lia diminta untuk memilih antara sex dengan pacar atau Family, Lia lebih suka dengan Family. Kalau bukan ayah kandungku, saudara kandungku. That is amazing…and i like it so much…SEKIAN

Ngintip Anak Majikan Bercinta Dengan Pacarnya

Ngintip Anak Majikan Bercinta Dengan Pacarnya, Koleksi Cerita Dewasa Seks – Aku bekerja menjadi seorang driver pribadi di sebuah keluarga pengusaha bule di daerah Sekar Waru Sanur. Bos ku itu seorang dari Jerman yang lantas kawin dengan Bu Fika dari Bandung. Mereka memiliki tiga orang anak, satu cewek ABG dan dua laki – laki yang masih bocah.

Cewek ABG ini namanya Anggie, dia cewek yang cantik dan tinggi tapi bodynya tidak terlalu sexy soalnya toketnya kecil. Aku memang suka toket gede. Anggie bersekolah di Jerman tapi baru saja pindah ke sebuah SMA International di Bali, umumnya cewek bule yang sudah menginjak umum 17 tahun, mereka diberikan ijin pacaran oleh orang tuanya, seperti juga si anggie, dia punya pacar teman sekelasnya bernama Rio, sepertinya anak ini keturuan indo juga.

Suatu hari Bos ku, Bu Fika dan kedua anaknya yang masih bocah pergi berlibur ke bandung, tinggalah si Anggie yang tidak ikut karena harus sekolah. Hingga di rumah bos hanya ada aku, anggie dan tiga orang pembantu yang berasal dari jawa.

Seperti yang lalu lalu aku ditugaskan menginap di rumah bos bila bos pergi, jadi hari itu aku tidur di rumah bos. Memanfaatkan kesempatan rumah sepi, si Rio cowoknya Anggie datang apel sore itu, seperti layaknya orang pacaran, mereka bercengkrama di ruang tamu, lalu pindah ke pinggir kolam berenang di belakang rumah.

Aku awalnya asik menonton TV di garase mobil dan tidak menghiraukan mereka berdua yang sedang dimabuk asmara. Entah karena apa, tiba – tiba aku ingin membuat kopi di dapur belakang. Saat di dapur aku mendengar desahan erotis, kulebarkan telinga sambil mengendap – endap mencari sumber suara itu. Ternyata suara itu berasal dari sebelah gudang yang berdekatan dengan dapur.

Aku sebenarnya tahu, itu pasti ulah anggie dan rio, cuma karena jahil aja, aku lantas pergi ke gudang itu. Mataku tebelalak saat aku melihat mereka berdua sedang bercinta diatas tumpukan kardus – kardus. Anggie dan Rio terkejut melihat kedatangannku, dengan tergesa – gesa mereka mengenakan pakaian kembali. Lalu dengan muka pucat Rio pamit pulang.
Anggie pun begitu, dia dengan pucat pasi memohon agar aku tidak melaporkan hal ini ke bapaknya. Anggie terus memohon sambil mengajak aku ke kamarnya. Hal ini dia lakukan agar pembantu yang lain tidak mendengar pembicaraan kami.

Dalam kamar anggie menawarkan sejumlah uang. Aku yang dari awal memang tidak ada niat untuk melaporkan kenakalan mereka, menolak dengan halus tawaran ini. Anggie menangis tersedu – sedu dan berkata jujur kalau hal ini sering dia lakukan saat rumah kosong.

Saat aku menolak tawaran uang, tak kusangka anggie menawarkan kemolekan tubuhnya sebagai kompensasi tutup mulut. Untuk tawaran yang satu ini, aku pun jadi ragu, ingin rasanya menikmati kemolekan tubuh anggie, tapi aku takut kalau ketahuan pembantu yang lain. Akhirnya kami sepakat untuk bercinta saat pembantu yang lain sudah tidur.

Tepat pukul dua lewat 15 menit, aku perhatikan semua pembantu sudah tertidur lelap dikamarnya masing – masing. Aku pun bergegas ke kamar atas, kamarnya si anggie. Kamar itu terkunci, tapi saat aku gedor perlahan, ternyata di anggie belum tidur, matanya sembab karena menangis.

Saat itu juga aku peluk dia dan yakinkan dia kalau aku tidak akan melaporkan kejadian sore tadi ke orang tua dia, si anggie pun balas memeluk dan sesenggukan di dadaku. Selanjutnya aku menagih janji dia.

Dia ternyata tidak bohong, dia memenuhi janjinya, kami pun bercinta. Awalnya terasa agak hambar, mungkin karena dia masih shock atas kejadian sore tadi. Tapi saat bercinta untuk kedua kalinya, anggie mulai merasakan kenikmatan, setidaknya terlihat dari ekspresi wajahnya yang memerah dan genggaman tangannya yang erat mencengkram lenganku.

Walau aku akui anggie bukanlah pasangan bercinta yang baik, ini mungkin karena dia kurang pengalaman. Namun menikmati kemolekan tubuhnya bagaikan mimpi di siang bolong. Sampai hari ini kami rutin bercinta, terutama bila rumah kosong di tinggal bos pergi.
Kadang anggie sendiri yang meminta bercinta walau lebih banyak aku yang memintanya.

Mungkin anggie merasakan nikmatnya bercinta denganku yang sudah berpengalaman. END

Bercinta Dengan Teman Sekelas

Bercinta Dengan Teman Sekelas, Koleksi Cerita Dewasa – Perkenalkan nama saya Mimi ini kisahku nyata waktu gw masih dibangku SMA, disuatu hari tepatnya hari selasa, waktu gw dikelas situasi membuat aku bingung seolah olah temen temen cowo berubah, apalagi si yoga dia sering berani ngeremas pantat gw saat ada kesempatan malah tak jarang dia senyum-senyum nakal kearah gw.

Puncaknya si aris temen sekelas yg pernah nembak gw tapi gw tolak berbisik sesuatu di telinga gw “mi gw pengen dong ngentotin lo kaya yoga…!!!” gila bagai kesambar petir rasa kaget gw karena ucapan aris itu ditambah lagi dia ngeluarin cd putih yg waktu itu gw pake saat ngentot sama yoga… si yoga bener-bener bangsat karena ga bisa ngejaga rahasia .

si Aris berbisik ke telingaku berkata dengan nada lembut da mendesah “gimana boleh ga??? Apa lo pengen sekolahan tau kalo lo bisa di pake???” akhirnya gw cuman bisa terdiam dengan ucapan aris itu… “ok lu maunya kapan???” saking bingung dan takut akhirnya gw balik nantang aris “tapi lo harus janji rahasia ini jangan ampe bocor…!!!”

“ok tenang aja paling cuman lima orang yg dikasih tau si yoga, gw tunggu lo istirahat di toilet…!!!” setelah itu aris ninggalin gw sambil tersenyum penuh kemenangan… gila berati kalo kelima cowo itu nagih jatah yg sama gw harus ngelayanin lima orang cowo???

Tapi tak apalah toh gw juga nikmatin ko… begitu bisik gw dalam hati. sebelumnya Aris sudah stand by di dalam toilet, setelah ada kesepakatan antara gw dan Aris maka dengan kode gw tinggal ngetuk pintu toilet yg tertutup dua kali setelah itu aris bakal ngebukain pintunya.

Ternyata benar saja ga lama setelah gw ngetuk pintu toilet yg tertutup aris langsung ngebuka pintu dan narik gw kedalam ketoilet, lalu dia nyenderin tubuh gw ditembok setelah itu dengan brutal dia ngulum bibir gw dan tangannya ngeremas pantat sama toket gw,

karena waktu istirhat yg singkat aris telihat buru-buru ngeluarin kontolnya dari celana abu-abu yag dia pake setelah itu dia nurunin cd gw dan ngangkatin rok abu-abu gw dia sesaat terdiam ngeliat hencet gw yg masih bersih karna belum ada bulu yg tumbuh setelah puas mandangin hencet gw lalu dia mulai ngegesekin kontolnya di hencet gw yg mulai basah akibat bergesekan dengan kontol aris.

Tapi dengan posisi berdiri dan gw yg masih make rok aris kesulitan masukin kontolnya di hencet gw,karena gw juga udah kepalang horni maka gw berinisiatip balik badan dan nunggingin pantat gw di depan aris ,tanpa perlu di komando lagi aris segera naikin rok gw keatas pantat dan dengan sangat hati-hati dia mulai neken kontolnya hingga ngebelah hencet gw dan perlahan nerobos masuk. Gw berusha nahan desahan saat kontol aris dengan mantap telah nancap dihencet gw setelah itu dia mulai maju mundurin pantatnya yg diikuti goyangan pantat gw.

Aris terlihat merem melek saat kontolnya dengan lancar keluar masuk di hencet gw, ternyata si aris lumayan kuat juga karena dia bisa bertahan lama walaupun gw ngegoyangin pantat dengan liar ,padahal cowo gw aja ga pernah bisa bertahan lama kalo gw udah goyangin pantat.

Semakin lama hujaman kontol aris di hencet gw semakin cepat hingga ngeluarin bunyi yang indah… tangannyapun kini mulai aktif ngeremas toket gw,, karena situasi yg ga memungkinkan sekuat tenaga gw tahan supaya gw ga mendesah karena takut ketauan,tapi akhirnya gw ga bisa nahan jeritan kenikmatan gw saat tubuh gw dilanda orgasme yg sangat hebat hingga tubuh gw ngejang –ngejang setelah itu aris segera ngeluarin kontolnya dari hencet gw dan nundukin kepala gw kearah kontolnya, tentunya gw paham dengan maksud aris itu.

Maka dengan lincah lidah gw bermain di kepala kontol aris ,tapi tiba-tiba aris ngedorong pantatnya hingga kontolnya masuk di mulut gw lalu dia ngeluar masukin kontolnya di mulut gw dengan gerakan cepat seakan dia lagi ngentotin mulut gw dan tak lama setelah itu tubuh aris ngejang hebat diikuti semprotan spermanya di mulut gw yang terpaksa gw telen semua karena takut belepotan kebaju.

“makasi ya mi.. hencet lo enak!!!” lalu diam-diam dia keluar dari toilet dan ningalin gw yg lagi ngebersihin sisa spermanya di mulut gw

Diana Cewek SMA Menggairahkan

Diana Cewek SMA Menggairahkan , Koleksi Cerita Dewasa Seks – Malam itu tanggal 2 Juni 1999 sekitar pukul 21.30. Aku di dalam mobilku sedang keliling-keliling kota Jakarta.

Rencananya aku hendak meliput persiapan kampanye partai-partai yang katanya sudah ada di seputar HI. Aneh, kampanye resminya besok, tapi sudah banyak yang bercokol di putaran HI sejak malam ini. Kelihatannya mereka tidak mau kalah dengan partai-partai lain yang kemarin dan hari ini telah memanjat patung selamat datang, memasang bendera mereka di sana. Tercatat pp, PND, PBB, PKB, PAN dan PK telah berhasil. Dengan korban beberapa orang tentu saja. Entah apa yang dikejar mereka, para simpatisan itu. Kebanggaan? Atau sebuah ketololan. Kalau ternyata mereka tewas atau cedera, berartikah pengorbanan mereka? Apakah para ketua partai itu kenal sama mereka? Apakah pemimpin partai itu menghargai kenekadan mereka? Lho, kok aku bicara politik. Biarinlah. Macam-macam saja ulah mereka, maklumlah sudah saat kampanye terakhir buat partai-partai di Jakarta ini.

Di depan kedutaan Inggris aku parkirkan mobilku, bersama banyak mobil lainnya. Memang aku lihat ada beberapa kelompok, masing-masing dengan bendera partai mereka dan atribut yang bermacam-macam. Aku keluarkan kartu persku, tergantung di leher.

Juga Nikon, kawan baik yang menjadi sumber nafkahku. Aku mendekati kerumunan simpatisan partai. Bergabung dengan mereka. Berusaha mencari informasi dan momen-momen penting yang mungkin akan terjadi.
Saat itulah pandanganku bertemu dengan tatap mata seorang gadis yang bergerombol dengan teman-temannya di atap sebuah mini bus. Wajahnya yang cantik tersenyum kepadaku. Gadis itu memakai kaos partai yang mengaku reformis,—aku rahasiakan saja baiknya—yang telah dipotong sedikit bagian bawahnya, sehinggs seperti model tank top, sedangkan bawahannya memakai mini skirt berwarna putih. Di antara teman-temannya, dia yang paling menonjol. Paling lincah, paling menarik.

“Mas, Mas wartawan ya?” katanya kepadaku.
“Iya”.

“Wawancarai kita dong”, Salah seorang temannya nyeletuk.

“Emang mau?”.

“Tentu dong. Tapi photo kita dulu…”

Mereka beraksi saat kuarahkan kameraku kepada mereka. Dengan lagak dan gaya masing-masing mereka berpose.

“Kenapa sudah ada di sini, sih? Bukankah ____ (nama partai) baru besok kampanyenya?”.
“Biarin Mas, daripada besok dikuasai partai lain?”.

“Memang akan terus di sini? Sampai pagi?”.
“Iya, demi ____ (nama partai), kami rela begadang semalaman.”

“Hebat.”

“Mas di sini aja, Mas. Nanti pasti ada lagi yang ingin manjat tugu selamat datang.” Kata gadis yang menarik perhatianku itu.

Aku pun duduk dekat mereka, berbincang tentang pemilu kali ini. Harapan-harapan mereka, tanggapan mereka, dan pendapat mereka. Mereka lumayan loyal terhadap partai mereka itu, walaupun tampak sedikit kecewa, karena pemimpin partai mereka itu kurang berani bicara. Padahal diproyeksikan untuk menjadi calon presiden. Aku maklum, karena tahu latar belakang pemimpin yang mereka maksudkan itu.

“Eh, nama kalian siapa?” Tanyaku, “Aku Ray.”
“Saya Diana.” Kata cewek manis itu, lalu teman-temannya yang lain pun menyebut nama. Kami terus bercakap-cakap, sambil minum teh botol yang dijual pedagang asongan.

Waktu terus berlalu. Beberapa kali aku meninggalkan mereka untuk mengejar sumber berita. Malam itu bundaran HI didatangi Kapolri yang meninjau dan ‘menyerah’ melihat massa yang telah bergerombol untuk pawai dan kampanye, karena jadwal resminya adalah pukul 06.00 – 18.00.

Saat aku kembali, gerombolan Diana masih ada di sana.

“Saya ke kantor dulu ya, memberikan kaset rekaman dan hasil photoku. Sampai ketemu.” Pamitku.

“Eh, Mas, Mas Ray! Kantornya “x” (nama koranku), khan. Boleh saya menumpang?” Diana berteriak kepadaku.

“Kemana?”

“Rumah. Rumah saya di dekat situ juga.”

“Boleh saja.” Kataku, “Tapi katanya mau tetap di sini? Begadang?”

“Nggak deh. Ngantuk. Boleh ya? Gak ada yang mau ngantarin nih.”

Aku pun mengangguk. Tapi dari tempatku berdiri, aku dapat melihat di dalam mini bus itu ada sepasang remaja berciuman.

Benar-benar kampanye, nih? Sama saja kejadian waktu meliput demontrasi mahasiswa dulu. Waktu teriak, ikutan teriak. Yang pacaran, ya pacaran. (Ini cuma sekedar nyentil, lho. Bukan menghujat. Angkat topi buat gerakan mahasiswa kita! Peace!)

Diana menggandengku. Aku melambai pada rekan-rekannya.

“Diana! Pulang lho! Jangan malah…” Teriak salah seorang temannya.

Diana cuma mengangkat tinjunya, tapi matanya kulihat mengedip.

Lalu kami pun menuju mobilku. Dengan lincah Diana telah duduk di sampingku. Mulutnya berkicau terus, bertanya-tanya mengenai profesiku. Aku menjawabnya dengan senang hati. Terkadang pun aku bertanya padanya. Dari situ aku tahu dia sekolah di sebuah SMA di daerah Bulungan, kelas 2. Tadi ikut-ikutan teman-temannya saja. Politik? Pusing ah mikirinnya.

Usianya baru 17 tahun, tapi tidak mendaftar pemilu tahun ini. Kami terus bercakap-cakap. Dia telah semakin akrab denganku.

“Kamu sudah punya pacar, belum?” Tanyaku.
“Sudah.” Nadanya jadi lain, agak-agak sendu.
“Tidak ikut tadi?”

“Nggak.”
“Kenapa?”
“Lagi marahan aja.”
“Wah.., gawat nih.”
“Biarin aja.”
“Kenapa emangnya?”

“Dia ketangkap basah selingkuh dengan temanku, tapi tidak mengaku.”
“Perang, dong?”

“Aku marah! Eh dia lebih galak.”
“Dibalas lagi dong. Jangan didiemin aja.”
“Gimana caranya?” Tanyanya polos.
“Kamu selingkuh juga.” Jawabku asal-asalan.
“Bener?”

“Iya. Jangan mau dibohongin, cowok tu selalu begitu.”

“Lho, Mas sendiri cowok.”

“Makanya, aku tak percaya sama cowok. Sumpah, sampai sekarang aku tak pernah pacaran sama cowok. Hahaha.”

Dia ikut tertawa.

Aku mengambil rokok dari saku depan kemejaku, menyalakannya. Diana meminta satu rokokku. Anak ini badung juga. Sambil merokok, dia tampak lebih rileks, kakinya tanpa sadar telah nemplok di dashboardku. Aku merengut, hendak marah, tapi tak jadi, pahanya yang mulus terpampang di depanku, membuat gondokku hilang.

Setelah itu aku mulai tertarik mencuri-curi pandang. Diana tak sadar, dia memejamkan mata, menikmati asap rokok yang mengepul dan keluar melalui jendela yang terbuka. Gadis ini benar-benar cantik. Rambutnya panjang. Tubuhnya indah. Dari baju kaosnya yang pendek, dapat kulihat putih mulus perutnya. Dadanya mengembang sempurna, tegak berisi.
Tanpa sadar penisku bereaksi.

Aku menyalakan tape mobilku. Diana memandangku saat sebuah lagu romantis terdengar.

“Mas, setelah ini mau kemana?”

“Pulang. Kemana lagi?”

“Kita ke pantai saja yuk. Aku suntuk nih.” Katanya menghembuskan asap putih dari mulutnya.

“Ngapain”

“Lihat laut, ngedengerin ombak, ngapain aja deh. Aku males pulang jadinya. Selalu ingat Ipet, kalau aku sendirian.”

“Ipet?”
“Pacarku.”
“Oh. Tapi tadi katanya ngantuk?”
“Udah terbang bersama asap.” Katanya,

tubuhnya doyong ke arahku, melingkarkan lengan ke bahuku, dadanya menempel di pangkal tangan kiriku. Hangat.

“Bolehlah.” Kataku, setelah berpikir kalau besok aku tidak harus pagi-pagi ke kantor. Jadi setelah mengantar materi yang kudapat kepada rekanku yang akan membuat beritanya, aku dan Diana menuju arah utara. Ancol! Mana lagi pantai di Jakarta ini.

Aku parkirkan mobil Kijangku di pinggir pantai Ancol. Di sana kami terdiam, mendengarkan ombak, begitu istilah Diana tadi. Sampai setengah jam kami hanya berdiam. Namun kami duduk telah semakin rapat, sehingga dapat kurasakan lembutnya tubuh yang ada di sampingku.

Tiba-tiba Diana mencium pipiku.
“Terima kasih, Mas Ray.”
“Untuk apa?”

“Karena telah mau menemani Diana.”

Aku hanya diam. Menatapnya. Dia pun menatapku. Perlahan menunduk. Kunikmati kecantikan wajahnya. Tanpa sadar aku raih wajahnya, dengan sangat perlahan-lahan kudekatkan wajahku ke wajahnya, aku cium bibirnya, lalu aku tarik lagi wajahku agak menjauh. Aku rasakan hatiku tergetar, bibirku pun kurasakan bergetar, begitu juga dengan bibirnya. Aku tersenyum, dan ia pun tersenyum. Kami berciuman kembali. Saat hendak merebahkannya, setir mobil menghalang gerakan kami. Kami berdua pindah ke bangku tengah Kijangku. Aku cium kening Diana terlebih dahulu, kemudian kedua matanya, hidungnya, kedua pipinya, lalu bibirnya. Diana terpejam dan kudengar nafasnya mulai agak terasa memburu, kami berdua terbenam dalam ciuman yang hangat membara. Tanganku memegang dadanya, meremasnya dari balik kaos tipis dan bhnya.

Sesaat kemudian kaos itu telah kubuka. Aku arahkan mulutku ke lehernya, ke pundaknya, lalu turun ke buah dadanya yang indah, besar, montok, kencang, dengan puting yang memerah. Tanganku membuka kaitan BH hitamnya. Aku mainkan lidahku di puting kedua buah dadanya yang mulai mengeras. Yang kiri lalu yang kanan.
“Mas Ray, kamu tau saja kelemahan saya, saya paling nggak tahan kalo dijilat susu saya…, aahh…”.

Aku pun sudah semakin asyik mencumbu dan menjilati puting buah dadanya, lalu ke perutnya, pusarnya, sambil tanganku membuka mini skirtnya.

Terpampanglah jelas tubuh telanjang gadis itu. Celana dalamnya yang berwarna hitam, menerawangkan bulu-bulu halus yang ada di situ. Kuciumi daerah hitam itu.

Aku berhenti, lalu aku bertanya kepada Diana
“Diana kamu udah pernah dijilatin itunya?”
“Belum…, kenapa?”.
“Mau nyoba nggak?”.

Diana mengangguk perlahan.

Takut ia berubah pikiran, tanpa menunggu lebih lama lagi langsung aku buka celana dalamnya, dan mengarahkan mulutku ke kemaluan Diana yang bulunya lebat, kelentitnya yang memerah dan baunya yang khas. Aku keluarkan ujung lidahku yang lancip lalu kujilat dengan lembut klitorisnyana.

Beberapa detik kemudian kudengar desahan panjang dari Diana

“sstt… Aahh!!!”
Aku terus beroperasi di situ

“aahh…, Mas Ray…, gila nikmat bener…, Gila…, saya baru ngerasain nih nikmat yang kayak gini…, aahh…, saya nggak tahan nih…, udah deh…”
Lalu dengan tiba-tiba ia menarik kepalaku dan dengan tersenyum ia memandangku. Tanpa kuduga ia mendorongku untuk bersandar ke bangku, dengan sigapnya tangannya membuka sabuk yang kupakai, lalu membuka zipper jins hitamku. Tangannya menggapai kemaluanku yang sudah menegang dan membesar dari tadi. Lalu ia memasukkan batang kemaluanku yang besar dan melengkung kedalam mulutnya.
“aahh…” Lenguhku

Kurasakan kehangatan lidah dalam mulutnya. Namun karena dia mungkin belum biasa, giginya beberapa kali menyakiti penisku.
“Aduh Diana, jangan kena gigi dong…, Sakit. Nanti lecet…”

Kuperhatikan wajahnya, lidahnya sibuk menjilati kepala kemaluanku yang keras, ia jilati melingkar, ke kiri, ke kanan, lalu dengan perlahan ia tekan kepalanya ke arahku berusaha memasukkan kemaluanku semaksimal mungkin ke dalam mulutnya.

Namun hanya seperempat dari panjang kemaluanku saja kulihat yang berhasil terbenam dalam mulutnya.

“Ohk!.., aduh Mas Ray, cuma bisa masuk seperempat…”

“Ya udah Diana, udah deh jangan dipaksaain, nanti kamu tersedak.”

Kutarik tubuhnya, dan kurebahkan ia di seat Kijangku. Lalu ia membuka pahanya agak lebar, terlihat samar-samar olehku kemaluannya sudah mulai lembab dan agak basah. Lalu kupegang batang kemaluanku, aku arahkan ke lubang kemaluannya. Aku rasakan kepala kemaluanku mulai masuk perlahan, kutekan lagi agak perlahan, kurasakan sulitnya kemaluanku menembus lubang kemaluannya.

Kudorong lagi perlahan, kuperhatikan wajah Diana dengan matanya yang tertutup rapat, ia menggigit bibirnya sendiri, kemudian berdesah.

“sstt…, aahh…, Mas Ray, pelan-pelan ya masukkinnya, udah kerasa agak perih nih…”
Dan dengan perlahan tapi pasti kudesak terus batang kemaluanku ke dalam lubang kemaluan Diana, aku berupaya untuk dengan sangat hati-hati sekali memasukkan batang kemaluanku ke lubang vaginanyana. Aku sudah tidak sabar, pada suatu saat aku kelepasan, aku dorong batang kemaluanku agak keras. Terdengar suara aneh. Aku lihat ke arah batang kemaluanku dan kemaluan Diana, tampak olehku batang kemaluanku baru setengah terbenam kedalam kemaluannya. Diana tersentak kaget.

“Aduh Mas Ray, suara apaan tuh?”
“Nggak apa-apa, sakit nggak?”
“Sedikit…”

“Tahan ya.., sebentar lagi masuk kok…”

Dan kurasakan lubang kemaluan Diana sudah mulai basah dan agak hangat. Ini menandakan bahwa lend*r dalam kemaluan Diana sudah mulai keluar, dan siap untuk penetrasi. Akhirnya aku desakkan batang kemaluanku dengan cepat dan tiba-tiba agar Diana tidak sempat merasakan sakit, dan ternyata usahaku berhasil, kulihat wajah Diana seperti orang yang sedang merasakan kenikmatan yang luar biasa, matanya setengah terpejam, dan sebentar-sebentar kulihat mulutnya terbuka dan mengeluarkan suara. “sshh…, sshh…”

Lidahnya terkadang keluar sedikit membasahi bibirnya yang sensual. Aku pun merasakan nikmat yang luar biasa. Kutekan lagi batang kemaluanku, kurasakan di ujung kemaluanku ada yang mengganjal, kuperhatikan batang kemaluanku, ternyata sudah masuk tiga perempat kedalam lubang kemaluan Diana.

Aku coba untuk menekan lebih jauh lagi, ternyata sudah mentok…, kesimpulannya, batang kemaluanku hanya dapat masuk tiga perempat lebih sedikit ke dalam lubang kemaluan Diana. Dan Diana pun merasakannya.
“Aduh Mas Ray, udah mentok, jangan dipaksain teken lagi, perut saya udah kerasa agak negg nih, tapi nikmat…., aduh…, barangmu gede banget sih Mas Ray…”

Aku mulai memundur-majukan pantatku, sebentar kuputar goyanganku ke kiri, lalu ke kanan, memutar, lalu kembali ke depan ke belakang, ke atas lalu ke bawah. Kurasakan betapa nikmat rasanya kemaluan Diana, ternyata lubang kemaluan Diana masih sempit, walaupun bukan lagi seorang perawan. Ini mungkin karena ukuran batang kemaluanku yang menurut Diana besar, panjang dan kekar.

Lama kelamaan goyanganku sudah mulai teratur, perlahan tapi pasti, dan Diana pun sudah dapat mengimbangi goyanganku, kami bergoyang seirama, berlawanan arah, bila kugoyang ke kiri, Diana goyang ke kanan, bila kutekan pantatku Diana pun menekan pantatnya.
Semua aku lakukan dengan sedikit hati-hati, karena aku sadar betapa besar batang kemaluanku untuk Diana, aku tidak mau membuatnya menderita kesakitan. Dan usahaku ini berjalan dengan mulus. Sesekali kurasakan jari jemari Diana merenggut rambutku, sesekali kurasakan tangannya mendekapku dengan erat.
Tubuh kami berkeringat dengan sedemikian rupa dalam ruangan mobil yang mulai panas, namun kami tidak peduli, kami sedang merasakan nikmat yang tiada tara pada saat itu. Aku terus menggoyang pantatku ke depan ke belakang, keatas kebawah dengan teratur sampai pada suatu saat.

“Aahh Mas Ray…, agak cepet lagi sedikit goyangnya…, saya kayaknya udah mau keluar nih…”

Diana mengangkat kakinya tinggi, melingkar di pinggangku, menekan pantatku dengan erat dan beberapa menit kemudian semakin erat…, semakin erat…, tangannya sebelah menjambak rambutku, sebelah lagi mencakar punggungku, mulutnya menggigit kecil telingaku sebelah kanan, lalu terdengar jeritan dan lenguhan panjang dari mulutnya memanggil namaku.
“Mas Ray…, aahh…, mmhhaahh…, Aahh…” Dia kelojotan. Kurasakan lubang kemaluannya hangat, menegang dan mengejut-ngejut menjepit batang kemaluanku.

“aahh…, gila…, Ini nikmat sekali…” Teriakku.
Baru kurasakan sekali ini lubang kemaluan bisa seperti ini. Tak lama kemudian aku tak tahan lagi, kugoyang pantatku lebih cepat lagi keatas kebawah dan, Tubuhku mengejang.

“Mas Ray…, cabut…, keluarin di luar…”
Dengan cepat kucabut batang kemaluanku lalu sedetik kemudian kurasakan kenikmatan luar biasa, aku menjerit tertahan

“aahh…, ahh…” Aku mengerang.
“Ngghh…, ngghh..”

Aku pegang batang kemaluanku sebelah tangan dan kemudian kurasakan muncratnya air maniku dengan kencang dan banyak sekali keluar dari batang kemaluanku.

Chrootth…, chrootthh…, crothh…, craatthh…, sebagian menyemprot wajah Diana, sebagian lagi ke payudaranya, ke dadanya, terakhir ke perut dan pusarnya.

Kami terkulai lemas berdua, sambil berpelukan.
“Mas Ray…, nikmat banget main sama kamu, rasanya beda sama kalo saya gituan sama Ipet. Enakan sama kamu. Kalau sama Ipet, saya tidak pernah orgasme, tapi baru sekali disetubuhi kamu, saya bisa sampai, barang kali karena barang kamu yang gede banget ya?” Katanya sambil membelai batangku yang masih tegang, namun tidak sekeras tadi.

“Saya nggak bakal lupa deh sama malam ini, saya akan inget terus malem ini, jadi kenangan manis saya”

Aku hanya tersenyum dengan lelah dan berkata “Iya Diana, saya juga, saya nggak bakal lupa”.

kami pun setelah itu menuju kostku, kembali memadu cinta. Setelah pagi, baru aku mengantarnya pulang. Dan berjanji untuk bertemu lagi lain waktu.

Bercinta Dengan Murid

Bercinta Dengan Muridku, Koleksi Cerita Dewasa Seks – Pengalaman ini terjadi ketika aku kelas 3 SMA, aku memang berasal dari
keturunan yang sangat disiplin dalam segala sesuatu. Aku anak bungsu dari tiga bersaudara dan semuanya perempuan, namun kata orang sih aku yang paling cantik dan menurut orang-orang wajahku agak mirip Desy Ratnasari. Papa dan Mama cenderung orangnya keras dalam mendidik anak-anaknya bahkan boleh dibilang Papa itu orangnya tidak pernah menunjukkan pujian kepada anak-anaknya, jadi alhasil sampai saat ini aku tidak pernah merasakan belaian kasih sayang seorang ayah layaknya.

Saking kerasnya didikan orang tua kami, mereka menyekolahkan semua anaknya di sekolah favorit termasuk aku dan tidak mengijinkan anak-anaknya untuk pacaran sebelum lulus SMA dan waktu itu aku terpaksa menurut walaupun dalam hati kecilku aku berontak karena di sekolah banyak sekali cowok keren yang cukup menarik perhatianku dan cukup banyak pula cowok yang mendekatiku lantaran wajahku yang lumayan. Namun semuanya terpaksa aku tolak dan hasratkupun aku pendam dalam-dalam demi menyenangkan kedua orang tuaku.

Terus terang saat aku sendiri aku sering membayangkan bisa merasakan
nikmatnya berciuman dan juga ingin merasakan ada tangan yang membelai
rambutku, menjilati sekujur tubuhku (seperti yang aku lihat di blue film ketika aku SMP), juga ingin merasakan ada penis ukuran besar memasuki vaginaku, sehingga akupun sering bermasturbasi di kamarku.

Suatu hari di sekolah (entah kapan persisnya), saat di kelasku ada pelajaran Tata Negara yang menurutku cukup membosankan, namun aku suka pelajaran itu karena Bapak Gunawan yang mengajar kunilai cukup simpatik dan tampan walaupun usianya pantas menjadi bapakku. Beliau usianya mendekati 45 tahun, selalu bercukur, agak gemuk dan aku suka memperhatikan rambut di dadanya yang agak tersembul saat dia mengajar. Saat itu aku memperhatikan penampilannya agak lain dari biasanya, beliau saat itu mengenakan pakaian batik berwarna biru gelap dipadu dengan celana panjang berwarna agak hitam. Aku sangat terpesona sehingga aku membayangkan dapat bercinta dengannya, dan tak kusadari vaginaku telah basah.

“Vina!”, tegurnya melihatku tidak konsentrasi.
“Eh.. i.. iya Pak”, sahutku sekenanya.
“Tolong perhatikan”, timpalnya.
“Baik Pak” jawabku.

Sialan makiku dalam hati apes banget aku apalagi ditambah dengan ledakan tawa seisi kelas yang membuatku sangat kesal. Akhirnya kuikuti terus pelajaran dengan hati tidak menentu.

Seusai sekolah, aku langsung berlari menuju mobilku yang kubawa sendiri dan kuparkir dekat halaman sekolah, aku berniat langsung pulang mengerjakan PR-ku yang seabreg. Namun sesuatu menghambat niatku saat aku melihat Bpk. Gunawan sedang menunggu kendaraan umum di dekat sekolah, langsung kuhampiri dia dan kubuka kaca jendela mobilku.

“Pak!”, tegurku.
“Eh, Vina”, sahutnya.
“Pulang ke arah mana, Pak?”, tanyaku.
“Kebayoran Baru”, jawabnya.
“Wah, searah dong”, timpalku.
“Ikut sekalian Pak”, kataku sambil membuka pintu mobil dari dalam.

“Enggak merepotkan?”, tanyanya.
“Tidak apa-apa”, jawabku.

“Baiklah”, jawabnya seraya naik ke mobilku.
Sepanjang perjalanan kami banyak berbicara tentang banyak hal, dan ternyata beliau cukup menyenangkan, ternyata beliau memperhatikanku cukup lama ini kuperhatikan lewat ekor mataku sesekali, dan tiba-tiba dia menyentuh tanganku.

“Maaf”, katanya.

“Tidak apa-apa kok Pak”, sahutku, aku senang juga dalam hati.

Lalu secara tidak sengaja kulirik dia dan astaga!, ternyata celana bagian depannya ada tonjolan.
Ketika sampai di rumahnya, dia menawarkan masuk dan langsung kusetujui. Rumahnya cukup sederhana namun rapi, sesudah aku masuk beliau bercerita tentang dirinya lebih banyak bahwa dia sampai saat ini masih belum
menikah, mendengar ceritanya aku semakin simpatik dan semakin membayangkan bisa bercinta dengannya. Akhirnya kami saling berpandangan tanpa berkata apapun, dan tangan beliau secara spontan membelai rambutku, lalu perlahan
dia menciumku, “Oooh nikmat rasanya”, dan segera kubalas ciumannya dengan
hangat. Ternyata beliau bisa membaca situasi dan langsung tangannya
menggerayangi sekujur tubuhku sehingga membuatku menggelinjang kenikmatan.
Selang beberapa lama, dia menuntunku masuk kamarnya dan aku menurut saja,
ketika kami masuk ke kamar dia langsung mengunci pintunya dan memulai kembali aksinya, dengan napasnya yang memburu dia menciumiku dan tentu saja kubalas kembali dengan tak kalah memburunya. Perlahan-lahan dia melepaskan baju seragam sekolahku, dan rokku. Praktis kini hanya behaku dan celana dalamku yang tinggal.

“Kamu cantik sekali, Vin”, katanya
aku hanya tersenyum mendengarnya
karena aku ingin dia berbuat lebih dari itu, dan diapun ternyata memahaminya, dengan cepat dia melucuti beha dan celana dalamku sehingga aku telanjang bulat di depannya. Lalu gantian dia yang melepaskan seluruh bajunya. Saat semua bajunya terlepas, aku agak sedikit memekik melihat penisnya yang telah tegang dan besarnya sekitar 24 cm dengan diameter kira-kira 4 cm, namun aku juga kagum melihatnya. Tanpa basa-basi dia
langsung menidurkanku di tempat tidur dan membuka kakiku lebar-lebar sehingga kewanitaanku dapat terlihat jelas olehnya, kemudian dengan tidak membuang waktu lagi dia mulai membenamkan kepalanya disana dan mulai mempermainkan lidahnya sehingga aku menjerit-jerit kecil menahan kenikmatan.

“Ehm.. ahh.. ahh..”,

hanya itu yang bisa kuucapkan, sampai beberapa waktu lamanya aku merasakan puncak kenikmatan dan menjerit-jerit,

“Oh.. ahh.. aaah.. Pak.. ohh.. nikmat.. ooooh..”
Dan spontan aku menjambak rambutnya tanpa mempedulikan lagi status antara kami.

Lalu dia bangkit dan secara cepat penisnya sudah ada di depan mukaku, aku paham maksudnya langsung kujilati penisnya perlahan-lahan kumainkan dengan lidahku dan aku dapat mendengar rintihannya menahan nikmat. Lalu kumasukkan penisnya ke dalam mulutku, sudah kuduga aku tak dapat melahap seluruhnya, hanya setengahnya yang masuk ke mulutku.

Kulakukan gerakan maju mundur dengan kepalaku membuatnya semakin merintih kenikmatan. Harus kuakui aku juga menikmati permainan ini apalagi saat kurasakan penisnya berdenyut dalam mulutku, rasanya tak ingin kuakhiri permainan ini.

Tiba-tiba dia menarikku ke atas dan langsung dia menidurkanku kembali,

kakiku kembali dibuka lebar-lebar dan dia mempermaikan klitku dengan penisnya yang membuatku semakin tak karuan sehingga tak berapa lama aku kembali mencapai puncak kenikmatan dan cairan kewanitaanku membasahi penisnya. Lalu tiba-tiba dengan satu gerakan cepat dia memasukkan penisnya ke dalam vaginaku, aku langsung menjerit karena vaginaku masih sempit dan aku masih perawan, sehingga kurasakan agak sedikit perih. Namun rupanya beliau telah tahu keadaanku sehingga dia diam sebentar agar aku dapat menguasai diri.

Setelah aku dapat menguasai diri beliau langsung menggerakkan pinggulnya
perlahan-lahan dan makin lama makin cepat sehingga tubuhku terguncang-guncang. Setelah kira-kira 2 jam kami berpacu dalam birahi, aku merasakan orgasme kurang lebih sebanyak 5 kali sampai terakhir kurasakan beliau ingin mencapai puncak dia mengejang dan menjerit tertahan lalu kurasakan cairan hangat menyemprot dinding vaginaku.

Setelah semuanya selesai, aku pun berpamitan dengannya dan berjanji untuk
melakukannya kembali malam minggu nanti.