Bercinta Di Pinggir Jalan Tol

Bercinta di Pinggir Jalan Tol, Koleksi Cerita Dewasa Seks – Danang seorang laki-laki yang sudah beristri sangatlah beruntung karena dia bisa mendapatkan kepuasan Sex dari 2 wanita yang sangat dicintainya. Selain dia mendapatkan kepuasan Sex dari istinya, dia juga mendapatkan kepuasan sex dari janda muda berjilbab yang dikenalnya di Bus pada waktu berangkat kerja. Hubungan Sex
pertama dengan janda muda berjilbab itu dilakukannya di belakang pagar pembatas jalan Tol . Ingin Tahu kelanjutanya para pembaca ??? langsung saja simak cerita dibawah ini !!!
Seperti hari biasanya pada pagi itu aku berangkat ke kantor naik Bus kota. Pagi itu kebetulan sekali aku duduk berdampingan dengan wanita cantik dengan baju hijabnya. Jika kutafsirkan usia wanita itu sekitar 28 tahunan, tinggi badanya dan berat badanyanya cukuplah ideal, tubuhnya sekal berisi dan wajahnya cantik dibalik kerudung hijabnya.

Semula aku tidak perduli denganya, karena aku mempunyai kebiasaan jika setiap berada di bus pasti ngantuk dan inginya tidur saja. Wanita itu memang berkerudung, namun rasa ngantuk-ku tiba-tiba saja hilang, karena wanita berkerudung itu memakai baju lengan panjang dan celana jeans yang serba ketat. Payudara dan area vagina-nya terlihat menyembul sekali.

Dari hal itu mataku yang tadinya merasa ngantuk tiba-tiba saja merasa cerah dan fresh sekali. Sepasang payduara yang montok dan vaginanya yang terlihat menyembul tercetak jelas dari baju dan celana jeans ketatnya. Dan seketika itu juga birahiku tiba-tiba saja menggebu-gebu. Sungguh menggairahkan sekali wanita berkerudung itu, rasanya saat itu ingin sekali meraba tubuhnya.

Aku yang saat itu sangat bernafsu , otak mesum-kupun sekakan memaksaku untuk mencari cara agar bisa dekat denganya. Saat itu kulihat sedang asik telefon entah dengan siapa, kudengar dari pembicaaraan-nya dia suka sekali bercanda. Maka dari itu seketika aku medapat ide dan langsung menyapanya,
“ Wah… wah… ternyata sifat kita hampir sama ya mbak, ” ucapku sok kenal sok dekat.

Saat itu juga wanita itu nampak bingung dengan ucapanku yang tiba-tibra menyambar, saja dia berpikir kalau aku ini sok kenal,
“Hemm… sama bagaimana yah maksudnya?, ” ucapnya nampak bingung.

“ Itu tadi mabk nitip absen sama temenya kayaknya,hhe…, ” sahutku dan dia tertawa kecil.
“ Hahaha, dasar kamu tukang nguping, Emang Mas suka titip absen juga yah sama temenya ” sahutnya sembari tertawa manis.

“ Hhe, iya.., ” jawsabku singkat sembari meringis.
Ternyata berhasil juga siasatku agar bisa mengobrol agar dekat dan mengenal dengan wanita itu. Dari siasat sederhanaku itu, pada akhirnya obrolan kami-pun menjadi panjang lebar. Aku yang mempunyai sifat konyol dan suka bercanda ternyata dia menbyukai sifatku. Wah lampu hijau nih, ucapku dalam hati. Saat itu awal siasat mesumku-pun berjalan dengan lancar,

“ Kamu ternyata lucu orangnya yah Mas, nggak kayak cowok-cowok laennya basi banget,hhe…, ” ucapnya.

“ Maksudnya ?, ” tanyaku agak bingung.
“ Gini nih maksudnya, biasanya kalau cowok lagi kenal sama cewek biasanyakan mereka modus, pasti mereka tanya nama dan akhir-akhirnya mereka minta no Hp kalau nggk pin BB, ” ucapnya menjejaskan kepadaku.

“ Ouh begitu ya Mbak, untung aja aku nggk nanya itu yah, hhe.. kalau tanya bisa-bisa disangkain modus aku ntar, ” ucapku sembari meringis.

“ Hahahaha, iyalah pasti mas, ” jawabnya singkat sembari tertwa lagi.

Setelah itu kami-pun menjadi lebih akrab, sampai pada akhirnya diapun memperkenalkan namanya dengan sendirinya, dan kami-pun saling berkenalan. Wanita muda berjilbab bernama Anis Safitry, dan panggilanya Fitry. Oh iya aku hamper lupa memperkenalkan diriku, namaku Danang, usiaku 32 tahun dan aku sudah beristri dan mempunyai 1 anak laki-laki.
Saat itu kami terus mengobrol dengan akrabnya, sampai pada akhinya obrolan kami-pun berakhir karena dia turun kuningan dan aku meneruskan perjalanalanku untuk kekantorku. Singkat cerita seperti pagi biasanya, aku-pun beranglat kerja dengan anik bus, tidak kusangka ketika aku sedang duduk, tiba-tiba saja wanita semok berjilbab itu menghampiriku dan duduk disebelahku.

Saat itu karena kami merasa sudah cukup akrab, dia-pun mengajak mengobrollagi, dia berkata bahwa teman-temannya sangat penasaran denganku karena dia menceritakan tentang aku. Karena aku mempunyai banyak cerita lucu, maka hari itu kami-pun menjadi lebih akrab. Tiba-tiba saja dia berkata,

“ Oh iya Nang, kamu pasti cowok plaboy yah, soalnya kamu pinter banget membuat aku merasa nyaman dan akrab, omong-omong udah berapa korban kamu di bus Nang???, ” ucapnya tanpa basa-basi.

Seketika itu aku menjadi mati kutu, wajahku tiba-tiba saja terlihat pucat karena ucapan Fitry . Nampaknya modus mesumku mulai tercium olehnya, pada akhirnya aku-pun terpaksa berkata jujur padanya. Aku menceritakan semua tentangnya, bahkan aku menceritakan bawa aku sudah beristri dan mempunyai anak laki-laki.
Kejujuranku itu aku kira akan membuatnya menjadi benci kepadaku, ternyata dari kejujuranku itu dia malah berbalik menceritakan semua tentang masalalu-nya. Sontak aku menjadi kaget, karena menceritakan bahwa dia sudah tidak virgin lagi, karena dia pernah hamil diluar nikah dan pada akhirnya mereka bercerai karena calon anaknya itu keguguran akibat kecerobohanya.

Saat itu juga wajahku-pun menjadi cerah la dan bersemangat lagi. Tidak gadis semuda dan secantik dia telah menjadi JAMU (janda muda), wah kesempatanku untuk bisa mesum denganya semakin terlihat saja nih, ucapku dalam hati. Saat itu obrolan kami-pun berlanjut lagi, akupun mulai menjurus kearah yang berbau sexs.

Tidak kusangka saat itu dia juga menanggapi dengan antusiasnya, seakan-akan sexs adalah hal yang biasa untuk dirinya. Mungkin saja dia berfikir karena dia sudah kaerena kami sudah sama-sama pernah menikah dan obrolan tentang sexs-pun ditanggapinya dengan santainya. Tidak kusangka wanita berkerudung ini sangatlah terbuka dan asik sekali.

Singkat cerita kami-pun sudah saling kenalkurang lebij 1 bulan, sampai suatu sore kami membuat janji untuk pulang bareng di bus yang biasanya kami tumpangi. Hari itu aku yang naik bus dari cideng dan dia menunggu di kuningan pada akhirnya kami-pun bertemu juga. Saat itu Fitry yang berkerudung mengenakan kemeja panjang, dan rok panjang berbahan semi jeans.

Seperti biasa kami-pun duduk berdampingan, bahkan saat itu-pun kami sudah duduk dengan posisi yang sudah menempel. Bahkan Fitry sudah tidak sungkan lagi untuk seseali mencubit pahaku ketika dia menahan tawanya ketika aku berbuat konyol. Saat itu beberapa kali dia aku, sampai pada akhirnya ketika dia mencubit aku menahan tangannya agar tetap diatas pahaku.

Saat itu dia nampak tidak keberatan dengan hal itu, melihat Fitry yang seperti itu lalu aku-pun mulai mengusap-husap lengannya yang terbalut kemeja lengan panjangnya sembari terus berbincang. Sampai pada akhirnya dia menyadari dan berbisik kepadaku,
“ Ehemmm… kayaknya ada yang seneng banget nih menghusap-husap lenganku, nanti lengan bajuku licin loh, hhe…, ” bisiknya menggodaku.
“ Wkwkwk… emangnya aku setrika bisa bikin lengan baju licin dan halus, ” udapku bercanda.
“ Dasar kamu bisa aja ngejawabnya,hahaha…, ” ucapnya sembari tertawa mendengar jawabanku.

“ tahu nggak sih Fut, kamu tuh ngegemesin banget, apalagi bibir tipis kamu tuh, bener-bener bikin aku gemes , ” ucapku mengombal sambil nyengir.

“ Dasar kamu tukang modus, huwww…,” ucapnya dembari mencubit pahaku.

Ketiak dia mencubit tidak sengaja tanganya menyentuh kejantanku dari luar celanaku, seketika itu juga kejantananku-pun sontak merespon dengan membesar dan memanjang secara otomatis dibalik celanaku. Ouh, horny
banget rasanya seketika itu. Saat itu ditengah tidak terasa hari mulailarut, bangku di sekitarku nampak sudah kosong dengan lampu remangnya.

Melihat suasana yang nampaknya mendukung itu, aku-pun memulai siasat mesumku, aku raih tanganya dan aku cium tangan kirinya dengan lembut. Tidak kjusnagka dia tersenyum ketika aku mencium tanganya, bahkan dia meresponku dengan mempkuat genggaman tangannya padaku. Wah, nampaknya semakin terbuka saja kesempatanku untuk ML deganya, ucapku dalam hati.

Setelah itu Fitry-pun tidak kusangka menyenderkan kepalanya di lengan kiriku, melihat kesempatan itu aku-pun kemudian merangkulkan tangnaku dari belakang.

Sehingga saat itu Fitry tersender dalam dadaku dan terpeluk dengan tangan kiriku. Nampaknya dia sudak terbawa dengan suasana hari itu, matannya sendu terlihat semakin cantik dan mengemaskan sekali.

Aku dan Fitry yang akan pulang kebekasi, saat itu perjalanan kami cukup lama, karena para pembaca tahu sendirikan jalan tol maupun jalan biasa pasti macet. Tidak terasa kini bus-pun sudah masuk jalan Tol, aku-pun saat itu makin berani saja,. Tangan kananku mulai berani mengusap buah dada-nya yang dari luar kemejanya itu.

Terasa kenyal dan kencang sekali pbuah dadanya itu, setelah aku menyentuh payudaranya aku tafsirkan ukuran Branya 34 B, lumayan besar kan para pembaca, hhe. Saat itu Fitry-pun tidak mencoba mengelak sama sekali. Melihat kesmepatan itu, secara perlahan jemariku mulai membuka 3 kancing kemejanya hinga kupastikan tanganku cukup untuk menyusup didalamnya.

Setelah berhasil masuk, tanganku mulai menyelinap pada BH-nya. Saaat itupun tanganku sudah bersentuhanlangsung dengan payudaranya . Lalu mulailah aku meraih putingnya dan memplinti-plintir dengan jariku, beberapa saat aku mainkan putting Fitry. Seiring permainanku pada Puttingnya, tangannya-pun mulai mengelus-ngelus kejantananku dari luar.

Ouh.. semakin horny saja aku saait itu. Setelah beberapa kami melakukan hal itu, nampaknya dia sudah horny juga. Sikapnya menjadi agresif , dan dia-pun mulai membuka resleting celanaku lalu tangannya menyelinap begitu saja didalam celana dalamku. Setelah dia meraih kejantanku dia mulai meremas penisku yang sudah ereksi dari tadi dengan penuh birahi sex .

Tanganku yang memainkan buah dadanya
tiba-tiba saja ditariknya dan diarah kan pada kewanitaan-nya saja. Saat itu melihat kondisi didalm bus aku tidak mungkin ngentot
didalam bus, maka yang aku lakukan saat itu hanyalah memainkan kewanitaan-nya dari luar roknya saja. Ketika kami sedang menikmatinya, kami terpaksa harus berhenti karena kami hampir sampai.

Kami yang sama-sama merasa tanggung, dengan sangat terpaksa harus berhenti dan merapaikan pakaian kami masing-masing. Ketika kami sudah turun dari bus, aku mengatakan padanya aku akan mengantar dia sampai rumahnya. Sebelumnya aku sudah tahu bahwa kami akan melewati sela pagar Tol yang sepi sebelum naik angkot.

Selapagar Tol itu suasananya sepi, dan kebetulan sekali hari itu yang turun didaerah itu hanya aku dan Fitry saja. Aku yang merasa hasrat sexs-ku belum tersalurkan, maka hari itu aku-pun merencanakan untuk menyalurkan nafsu sexs-ku di samping sela pagar tol itu. Setelah kami melewati sela pagar Tol itu, nampaknya Fitry memiliki fikiran yang sama denganku.

Ketika kami sudah berada di belakang pagar tol yang sepi itu, akupun menariknya ketempat yang lebih gelap dan menyenderkan dia di pagar Tol lalu dengan penuh nafsu aku
menciumi bibrnya. Aku dengan liarnya melumat bibir tipisnya itu, dengan cekatan Fitry juga menyambut bibirku menghisap dan menyedot bibirku denganpenuh birahi sex .

Sembari berciuman dan mengadu lidah pada mulut kami, tangannya kami-pun tidak diam begitu saja karena hasrat sex kami tadi telah tertunda. Tangan kami dengan cepatnya beraksi, tanganku mengangkat roknya lalu menurunkan celana dalam Fitry sampai dibawah lututnya. Sedangkan Fitry saat itu membuka kancing, resleting dan menurunkan celanaku beserta celana dalamku.

Saat itu tempat itu benar-benar sepi, gelap, dan aman. Kami saat itu saling kami saling memebri rangsangan, sembari terus berciuman, aku mengesek-gesek bibir vagina
dan klitoris Fitry, sebaliknya Fitry juga mengocok penisku yang sbelumnya sudah diberi pelicin yaitu air ludahnya. Kami saat itu sudah terhanyut dalam nafsu sex kami masing-masing,

“ Ouhhhh Mas… terus gesek-gesek itil (clitoris)-ku mas, enak sekali mas, Aaaahhhhhh…, ” ucap fitry mendesah nikmat.

“ Iya sayang,kamu juga terus kocok kontol aku, enak sekali kocokanmu sayang, tanganmu halus… Ouhhh.. Sssshhh… Ahhhhhh…, ” jawabku dengan diiringi desahanku.

Dengan nafas yang memburu dan penuh nafsu kami saling memberi rangsangan, penisku yang sudah tegang maksimal mulai mengelurkan lendirnya sedikit-sedikit, sebaliknya Fitry aku yang menggesek dan memasukan jariku dalam vagina-nya kewanitaan Fitry-pun sudah na,pak basah sekalioleh lendir kawinya. Beberapa saat kamimelakukanitu, lalu,

“ Mas, aku udah nggak tahan nih.. Ouhhhh… Kita ML sekrang yuk … Sssssshhh…, ” ucap Fitry berbisik ditelingaku.

“ Iya sayang, aku juga udah pingin banget
ngentot memek kamu yang gembul ini, ” jawabku dengan nafas memburu.

Saat itu kemudian aku meminta dia sedikit membungku dengan posisi menungging dan bersandar dipagaragar aku bisa membenamkan kejantanku dari belakang ke vaginya. Dengan cepat dia-pun menuruti permintaanku, tanpa banyak bicara lagi,

“ Zlebbbbbbbbbbbbbbbbbbb….Aahhhhhhhhhhh…, ”

Pada akhirnya aku-pun berhasil memasukan penisku kedalam vagina Fitry dengan mudahnya, aku tidak perlu kesusahan lagi karena selain Fitry yang sudah tidak virgin
memeknya saat itu uga sudah basah sekali oleh lendir kawinya. Kepalanya mendongak keatas setelah vaginaya terpenuhi oleh kejantananku,
“ Eughhhh… kontol kamu besar sekali Mas… Ssss… Ahhhhh…, ” dia melenguh ketika penisku sudah tertancap didalm vagina-nya.

“ Iya sayang, nikmati saja yah penisku yang besar dan panjang ini, ” ucapku berbisik.
Kepala saat itu mendongak keatas ketika aku mulai menggenjot keanitaanya denganpenis perkasaku. Aku menyetubuhi-nya dengan penuh nafsu yang sudah tidak terkontrol lagi. Suara hentakan-hentakan kejantanku terdengar ditengah ramainya mobil yang melintas di jalan tol. Dengan gerakan maju mudnur secara konstan aku menjajah vagina Fitry dengan hebatnya,

“ Ouhhhh… Mas… panjang sekali penismu Mas, terus sodok memek aku Mas… Ahhhh…, ” ucapnya meracau nikmat.

Nafsu birahi kami yang menggebu-gebu menyelimuti fikiran kami saat itu. Kami sama-sam merasakan nikmat yang luar biasa, desahan kami bersahut-sahutan secara bergantian. Sekitar 15 menit kami bersetubuh dengan gaya Fitry yang menungging sambil bersandar di pagar. Kemudian Fitry-pun berkata,
“ Mas kita ganti posisi yah, aku pegel nih nungging terus, sekarang kamu duduk nyender di pagar ya Mas, ” ucapnya sembari merubah posisinya.

“ Iya sayang, ” jawabku singkat lalu aku duduk bersender dipagar dengan kedua kakiku bersandar lurus diatas rumput.

Setelah itu Fitripun kemudian mengangkat roknya, lalu jongkok dan meraih kejantanku kemudian diarahkan pada liang senggamanya. Setelah memastikan sudah pada posisinya lalu dibenamkanlah kejantanaku didalam vagina-nya,
“ Zlebbbbbbbbbbb…, ”

Masuklah kembali kejantanku didalamliang senggamanya yang makin becek dengan lendir kawinya. Saat itu kembalilah sensasi sex yang luar biasa menyelimuti kami. Dengan liarnya Fitri megangkat dan menurunkan pantanya diatas kejantanku. Dia beraksi diatas kejantanaku dengan ememgang erat pundaku, sesekali dia bergoyang memutar diatas kejantanaku.

Saat itu rasanya kejantanan-ku seperti teremas dan terjepit oleh kencangnya otot vagina Fitry. Dia bergoyang dengan lincahnya seperti biduan dangdut yang sedang beraksi dipanggung. Desahanku dan desahannya semakin tidak terkontrol saja, mungkin kerasnya desahan kami tidak akan terdengar jika sampai ada orang yang lewat, suara kami teredam oleh suara mobil di tol.

Untuk mengimbangi goyangan memek Fitry, aku-pun mengimbani dengan meyodok dan menenggelamkan kejantanaku dalam-dalam dengan cara mengangkat pinggulku ke atas. Karena perlakuanku yangs seperti itu, Fitry-pun semakin menggila saja dengan goyangan sex ala Fitry,

“Ouhhhhhhhh… Sssss… Ouhhhhhh… Aku jeluar Mas… Ahhhhhhh, ” ucap Fitri diiringi desahan pajangnya.

Sesaat tubuhnya mengejang dan genggaman tanganya pada bahuku sangat kuat sekali saat menikmati orgasmenya. Mulutnya mendesah, wajahnya mendongak, dan matanya terpejam. Sekitar 1 menit dia mengehntikan goyanganya. Karena aku belum mendapat orgasmeku maka aku-pun meminta dia untuk bergoyang lagi diatas kejantananku,

“ Ayo sayang goyang lagi, aku belum ngecrott nih… Ayo buwat aku klimaks sayang, ” ucapku.
Akhirnya tanpa menjawab janda muda itpun kembal imenari denga liarya diatas kejantanaku. Keringat kami bercucuran karena emmang saat itu udara terasa panas sekali. Cuaca yang panas diiringi dengan hubungan sexkami yang pnas juga memberi kenikmatan tersendiri. Kurasakan batang kejantanku semakin basah saja dengan lendir kawin dari vagina Fitry,

“ Yah seperti itu sayang, Ouhhh… Terus goyangkan pinggulmu maju mundur seperti itu, Sssssssshhh… Ahhhh…, ” ucapku.

Mendengar permintaanku Fitry-pun bergoyang semakin gila, aku-pun mengimbangi dengan memaju mudnurkan kejantanku denagnpenuh nafsu. Setelah 10 menit Fitry bergoyang dengan liarnya, aku meras seakan ada yang akan menyembur dari kepala penisku. Denyutan-denyuatn pada kejantananku seakin sering saja,
“ Sayang aku mau keluar nih… Ouhhh… Goyang terus sayang, jepit kuat-kuat kontol aku dengan memek kamu sayng, Ahhhhh…, ” ucapku dengan nafas memburu.

Fitry saat itu benar-benar semaki cepat mengiyangkan pantatnya, dan Jepitan Vaginya juga semakinkuat. Tidak lama setelah itu,
“ Ouhhhhhhhhhh… Crottttttttttt… Crottttttttttt… Crottttttttttt… Crottttttttttt…, ”

Pada akhrinya tersemurlah spermaku dengan derasnya didalam liang senggama Fitry, sungguh luar biasa nikmat yang diberikan Fitry, sampai-sampai saat itu aku mendongakan kepalaku sembari emndesah panjang dan memejamkan kepalaku. Ditengah semburan spermaku didalam Rahim Fitry, dia merapatkan pahanya sehingga Penisku terjepit oleh Vagina Fitry,

“ Eummmm… Ssssssssss… Ahhhhhh…., ” desah Fitry menikmati semburan spermaku.
Saat itu aku menimkmati klimaksku dengan memeluk erat tubuh Fitry, dan Fitry menikmati semburanku dengan mengimpit kuat-kuat kejantanku dengan vaginaya. Malam itu belakang pagar Tol kami menikamati sensasi sex yang luar biasa, aku dan Fitry sungguh sangat puas. Setelah kami selesai menikmati sisa-sisaklimaks kami, kemudian Fitry-pun bergegas berdiri lalu berjongkok disampingku. Dia berjongkok agar spermaku yang tertumpah didalam rahimnya keluar lagi. Smebari berjongkok dia berkata,

“ Bener-bener gilakamu ya Mas, kamu liar dan hebat sekali dalam berhungan sex ya Mas. Jujur Mas, aku sangat puas sekali dengan hubungan sex kita hari ini, ” Ucapnya girang sembari seiring melehnya spermaku yang keluar dari Vagina-nya.

“ Hehehe, Iya dong aku hebat, pasti setelah in ikamu bakal ketagihan dengan nikmatnya Kontol aku yang perkasa ini, hahahha, ” ucapku girang semabri mengecup bibirnya.

“ Hahaha, kamu kali yang bakalketagihan sama memek aku ini, hha…, ” balasnya seakan tak mau kalah dengan ucapanku.

Setelah kami sejenak bercanda dan beristirahat, kami-pun kemudian memebersihkan kemaluan kami, kebetulan sekali saat itu Fitry membaea tissue kering ditasnya. Setelah itu kami-pun kemudian merapikan diri masing-masing dan segera bergegeas keluar dari tempat yang gelap itu lalu menuju kepangkalan angkot.

Saat itu mengantarnya hingga sampai gang perumahanya, setelah mengantar dia aku kembali mencari angkot untuk kembali purang kerumahku. Semenjak hari itu kami sering berangkat dan pulang kerja bersama. Hubungan gelapku dan Fitry tidak diketahui oleh istriku, bahkan kami sampai menyewa rumah kontrakan untuk sekedar memuaskan hasrat kami.

Entah kapan hubunganku akan berakhir, semakin hari aku semakin nyaman saja dengan Fitry, bahkan saking nyamaya dengan Fitry sampai-sampai aku tidak bernafsu dengan Istriku. Namun agar istriku tidak curiga aku tetap memeberi dia kebutuhan Rohani-nya. Aku merasa sangat beruntung sekali karena hubungan antara aku, fitry dan istriku aman-aman saja. TamaT.

Tergoda Tubuh Pamela Safitry Duo Serigala

Tergoda Tubuh Pamela Safitri Duo Serigala, Koleksi Cerita Dewasa Seks – Perpisahan sekolah sudah semakin dekat, aku dan teman teman berencana berlibur di pantai pangandaran, kami sudah menyewa penginapan yang mana dekat dengan bibir pantai kami semua berpasangan dengan pacarnya, kita sangat senang dan keliling bersama sama saat malam hari yang mempunyai pacar jalan jalan menyusuri suara ombak di pantai.

Terlalu asyik ada sebagian mereka untuk kembali ke penginapan dan ada juga yang bercinta dengan pasangannya masing masing, pada malam ke dua teman temanku melanjutkan dengan mengelilingi di sekitar pantai, singkat cerita tinggallah aku dan Safitri di penginapan, aku tanya dia “kenapa kamu tidak ikut keluar”

Safitri menjawab “Kepalaku lagi pusing nih jadi agak malas untuk keluar. Karena aku sebagai teman kasihan melihat keadaan Safitri seperti itu jadi aku temenin dia di kamarnya, malam itu aku menonton tv kira kira pukul 7 malam karena Safitri gerah dia izin mau mandi , aku sih cuek saja mendengar perkataan itu aku masih asikk nonton tv nya.

Setelah 10 menitan Safitri memanggil aku unutk mengambilkan handuknya karena lupa tidak terbawa saat masuk ke kamar mandi, ya udah aku bantu dia katanya suruh bawa masuk handuknya dan tiak terkunci pintu kamar mandinya aku sedikit kaget mendengar perkataan tersebut, lalu aku masuk dengan mata sedikit tertutp takutnya entar dikira ngintip atau gimana.

Aku sungguh gugup dan hatiku berdebar dengan perlahan lahan tanganku yang kanan memberikan handuk kepada Safitri tangan kiriku menutup mataku,

“Ini handuknya Safitri taruh mana”kataku
“bawa sini soalnya tangaku tidak nyampe saya lagi di shower masuk saja gak apa apa kok “ kata Safitri , mendengar perkataan itu aku langsung masuk saja.

“saya taruh sini ya handuknya di tempat wastafel , karena jaraknya wastafel dan shower hanya tertutup oleh tirai tipis jadi seakan akan siluet tubuh Safitri terkihat jelas, sungguh kagetnya lagi saat meletakkan handuk tangan Safitri langsung menyentuh tanganku kemudian dia kelaur dari tirai tipisnya terlihat tubuh telanjang Safitri masih basah total.

Aku terpesona dengan payu daranya yang besar dan indah itu, kulitnya yang putih dan mulus tiba tiba penisku langsung tegang dan keras pemandangan indah pokoknya, tak lama kemudian tangan Safitri memegang tanganku menyuruh untuk memegang buah dadanya dan merasakan detak jantungnya.

Dia berkata “ooh, Wolf. Saya sudah tidak tahan lagi.

Usaplah payudaraku ini dan kita main yuk!”.
Sebagai cowok normal, saya pasti ereksi. Lalu pelan-pelan tangan kananku memeras payudaranya yang kanan.

“Yaa, itu Wolf. Nikmat sekali.

Teruskan Wolf!”. Sewaktu tanganku meremas pelan payudaranya, Tangan Safitri dengan ringan membuka kancing-kancing bajuku.
Setelah kancing bajuku terlepas semua, Bibirnya yang ranum dan merah merekah itu pelan-pelan mencium dan menjilati dadaku.
Lidahnya yang panjang itu terasa nikmat sekali di dadaku. Lalu dia kubalas dengan tangan kananku yang kuarahkan ke pantatnya yang besar dan bersih dan tangan kiriku memeluknya yang diteruskan dengan ciuman saya yang hot di bibirnya itu.

Dia mengerang dan menikmatinya, beberapa detik kemudian tangannya membuka retseleting celanaku dan kemudian memelorotinya. Begitu celana dalamku dibuka, penisku yang sudah ereksi dari tadi langsung meloncat keluar.
Melihat penisku yang sudah membesar dan memanjang, dia langsung membungkukkan badannya dan mulutnya itu dengan pelan mengulum penisku.

Terasa nikmat sekali “Aah.., Safitri .., enak.., terusin!”. Lidahnya itu dengan leluasa menjilati permukaan penisku dan puncaknya, lidahnya diarahkan ke pucuk penisku.

Setelah berselang beberapa detik, giginya itu langsung menggigit penisku dan langsung mengocoknya. Setelah setengah jam kita melakukan foreplay di kamar mandi, ternyata dia masih belum puas juga.

“Wolf, yuk kita lanjutin di tempat tidur! saya pengin lebih hot lagi”.

Dengan perlahan, saya angkat dia dalam keadaan sama-sama telanjang bulat. Setelah sampai di pinggir tempat tidur, perlahan-lahan saya taruh badannya di atas tempat tidur.
Masih dalam keadaan membungkuk, saya ciumi bibirnya dan saya jilat payudaranya yang makin membesar itu.

“Oyaa, terusin Wolf, terusin”, Mendengar omongannya saya jadi semakin buas menikmati tubuhnya.

Saya rebahkan badannya menjadi dalam keadaan telentang, susunya yang membesar terlihat bagai Gunung Bromo yang menjulang tinggi.

Payudaranya itu langsung saya serbu dengan jilatan lidahku. Setelah itu, mulutku diarahkan ke arah selangkangannya. Terlihat bulu vaginanya lebat bak hutan perawan yang masih belum terjamah.

Dengan asyik, tanganku mengobrak-abrik bulu vaginanya dan terlihatlah dinding daging tipis alias vaginanya. Langsung saya jilati vaginanya dengan buas dan Safitri langsung menjerit kenikmatan sambil mengerang dan berkata

“Terusin Wolf, terusin”. Masukin lidahmu itu ke ‘dompet’ku”.

Anehnya vaginanya yang rata-rata orang bilang vagina cewek itu biasanya kebanyakan bau tak sedap, tapi vagina Safitri terasa harum dan nikmat. Baunya yang justru harum itu membuat saya makin terangsang lagi untuk lebih lama menikmati vaginanya.

Sambil menciumi vaginanya, kedua tanganku juga meraba kedua belah payudaranya, Safitri hanya mengerang lagi dan memegang kedua tanganku dengan erat. Setelah setengah jam saya terus begitu, akhirnya Safitri minta posisinya diganti ke atas.

Saya turuti dech, masa saya terus yang gerilya? Saya langsung pindah jadi di bawah dan Safitri di atas. Sebelum mulai aksinya, Safitri pertama-tama meremas sendiri kedua payudaranya dan mimik wajahnya itu yang membuatku tambah syuur.

Sehabis meremas-remas sendiri kedua payudaranya, dia langsung memulai aksinya dengan mencium dan menjilati bibirku seraya tangannya meremas-remas dadaku yang agak bidang dan meraba-raba puting susuku.

Bibirnya benar-benar fantastik, terasa nikmat dan pokoknya tidak bisa saya uraikan dengan kata-kata. Puas dengan menciumi dan menjilati bibirku, perhatiannya mengarah pelan-pelan ke bawah.

Pertama-tama dia menciumi dan menjilati leherku dan kadang-kadang menggigit leherku, serasa benar-benar nikmat.

Sambil menikmati leherku, tangan kanannya berpindah posisi menjadi di penisku. Dengan enaknya dia mengocok penisku, ke atas.., ke bawah.., ke atas.. Dan seterusnya. Kocokannya benar-benar membuat mataku merem melek.

Kemudian setelah menciumi, menjilati dan menggigit leherku, matanya tertuju ke dadaku. Lidahnya langsung menjilati puting susuku.
Tapi dia cuma sebentar menjilati puting susuku, perhatiannya langsung tertuju ke penisku yang sudah besar dari tadi.

Bibirnya langsung menjilat penisku, terasa nikmat sekali. Lidahnya itu yang membuatku puas sekali, dengan pelan-pelan lidahnya mnjilati penisku sambil tangannya yang kecil itu terus mengocoknya.

“Aach Safitri .., Nikmat sekali Ohh”, Selang beberapa menit kemudian, sewaktu dia masih mengocok penisku.

Terasa ada sesuatu yang hangat mengalir dari penisku dan serasa hendak meletus keluar. saya bilangin ke Safitri,

“Awas, saya mau keluar. Tahan dulu kocokanmu
Jangan sampai spermaku keluar saya masih pengin nerusin!!”,

Tapi dengan cuek dia malah bertambah giat dan keras mengocok penisku sambil lidahnya menjilati pucuk penisku. Beberapa menit kemudian keluarlah cairan kenikmatan yang berwarna putih yang disebut sperma.

Dan spermaku mengenai mulutnya dan ada sebagian yang sengaja dijilat dan ditelan Safitri. Terasa nikmat sekali!, Safitri terus menjilati sisa-sisa sperma yang keluar dari penisku.
Sementara Safitri masih sibuk dengan penisku, aku istirahat sejenak dalam kenikmatan yang tiada taranya.

Sewaktu saya masih istirahat, terasa Safitri masih sibuk dengan penisku. Karena saya kasihan Safitri belum mencapai orgasme, Langsung saja saya bangun dan meneruskan aksi. Saya suruh Safitri pindah posisi jadi di bawah, langsung dia turuti.

Sejenak sebelum memasukkan penisku, saya kocok sebentar penisku agar membesar dan Safitri membantuku dengan ikut mengocoknya. Selang beberapa detik kemudian penisku langsung berdiri lagi dan langsung saya masukkan ke vaginanya.

Safitri langsung teriak dan mengerang kenikmatan, “Aacchh”. Tetapi terasa posisiku kurang nikmat, saya cabut lagi penisku dan saya taruh bantal di atas pantat Safitri supaya penisku terasa nikmat masuk divaginanya.
Begitu saya masukin penisku dalam-dalam, terasa vaginanya hangat dan sudah penuh cairan yang membuat penetrasi penisku terasa nikmat dan licin. Ini pertanda Safitri sudah mengalami orgasme sebelum saya masukin penisku.

Penisku, aku tarik pelan-pelan, masukin lagi pelan-pelan dan demikian seterusnya. Safitri lagi-lagi berteriak kecil dan mengerang. Saya biarin Safitri berteriak dan mengerang, saya terusin aksiku dengan membuat variasi seperti menggoyang pinggulku.

Selang 45 menit saya meneruskan aksiku, Safitri pelan-pelan berbisik “Wolf, saya sudah tidak kuat lagi.., saya sudah pengin keluar.., Cairan spermaku sudah mau keluar!”.

Ternyata benar juga, beberapa detik kemudian di penisku terasa ada banyak cairan yang menyelimuti. Saya biarkan penisku di dalam vagina Safitri selama beberapa menit selama Safitri orgasme. Sebab saya baca, cewek senang kalau sewaktu dia orgasme, penis cowoknya berada dalam-dalam di vaginanya.

Dan benar juga kata buku, Safitri terlihat sangat puas. Begitu dia selesai orgasme, beberapa menit kemudian selama penisku masih di dalam, terasa spermaku masih mau keluar. Buru-buru saya cabut penisku dari vagina Safitri dan Safitri langsung menyambutnya dengan kuluman yang hebat sekali.

Sekali lagi spermaku langsung tumpah ke arah muka Safitri, sekeliling bibirnya langsung dipenuhi dengan spermaku yang ternyata banyak sekali. Sebagian cairan putih itu masuk ke mulutnya dan sebagian ada yang tumpah ke payudaranya dan ke sprei.

Safitri memintaku untuk menjilat spermaku yang tumpah ke payudaranya dan saya turuti.
Lidahku menyapu sisa-sisa spermaku di payudaranya dan Safitri terlihat benar-benar menikmatinya. Setelah puas, saya dan dia langsung lemas dan langsung tidur sambil dalam keadaan polos sampai pagi (tanpa berselimut).

Pagi-paginya dia sudah bangun dan nonton TV masih dalam keadaan telanjang. Langsung tubuhnya yang indah itu saya tutupi dengan jaketku supaya tidak masuk angin, dia menolak seraya berbisik,

“Wolf, lue hebaat sekali tadi malam. Baru lu cowok yang bisa muasin saya. cowok yang lain yang pernah nidurin saya terasa hambar. saya pengin lagi Wolf. saya pengin pagi dan malam selanjutnya kita terus bertelanjang bugil dan main terus.

Kita cek out saja dari penginapan ini. Kita bilang ke anak-anak kalau kita ada urusan lain dan harus cepat pulang ke Bandung.

Terus kita cek in ke hotel lain”. Ternyata saya lebih gila daripada dia, saya terima saja.
Beberapa jam kemudian teman-temanku datang, saya langsung pamit mau pulang sama Safitri .
Mereka percaya saja. Langsung deh kita cabut dan cek in di penginapan yang jauh dari mereka. Dan pengalaman itu diteruskan di hotel yang baru, siang malam saya dan Safitri mengadakan pesta seks tanpa istirahat.

Kecuali buat makan, dan minum. Setiap kali sehabis bersetubuh, saya dan Safitri merasakan kenikmatan yang tiada tara.

Adik dan Kakak

Adik Dan Kakak, Koleksi Cerita Dewasa Seks – Nama gue Erlina, saat ini tercatat sebagai mahasiswi ekonomi Universitas swasta yang ada di Bandung. Ayah gw berasal dari Bandung, sedangkan ibu gw asli Sukabumi, mereka tinggal di Sukabumi. Cerita dewasa sedarah ini menceritakan kisah nyataku yang terjadi saat masih duduk dibangku sekolah, tepatnya saat kelas 1 SMA. Dan skandal seks tabu ini masih terus berlanjut sampai detik ini! gw terus kecanduan ngentot ama adik kandung gw sendiri. Sebagai kakak kandung hasrat hubungan sex dengan adik itu slalu saja gagal kubendung.

Gw anak yang paling tua dari tiga bersaudara. Gw mempunyai satu adik laki-laki dan satu
adik perempuan. Umurku berbeda 1 tahun dengan adik lelakiku namu adik perempuanku beda lagi 10 tahun. Kami sangat dimanja oleh orang tua kami, sehingga tingkahku yang tomboy dan suka maksa pun tidak dilarang oleh mereka. Begitupun dengan adikku yang tidak mau disunat walaupun dia sudah kelas 2 SMP.
Waktu kecil, Gw sering mandi bersama bersama adik gw, tetapi sejak dia masuk Sekolah Dasar, kami tidak pernah mandi bersama lagi.
Walaupun begitu, Gw masih ingat betapa kecil dan keriputnya penis adik gw. Sejak saat itu, Gw tidak pernah melihat lagi penis adik gw. Sampai suatu hari, Gw sedang asyik telpon dengan teman cewekku. Gw telpon berjam-jam, kadang tawa keluar dari mulutku, kadang kami serius bicara tentang sesuatu, sampai akhirnya Gw rasakan

kandung kemihku penuh sekali dan Gw kebelet pengen pipis. Benar-benar kebelet pipis sudah di ujung lah. Cepat-cepat kuletakkan gagang telpon tanpa permisi dulu sama temanku. Gw berlari menuju ke toilet terdekat. Ketika kudorong ternyata sedang dikunci.
hallow..! Siapa di dalam buka dong..! Udah nggak tahan..! Gw berteriak sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi

Iyaaaaaaa..! Wait..! ternyata adik ku yang di dalam. Terdengar suaranya dari dalam.
Nggak bisa nunggu..! Cepetan..! kata Gw memaksa.

aduhhhhhhhh….. Gw benar-benar sudah tidak kuat menahan ingin pipis.

kreottttttt..! terbuka sedikit pintu toilet, kepala
adikku muncul dari celahnya.

Ada apa sih kak? katanya.

Tanpa menjawab pertanyaannya, Gw langsung nyerobot ke dalam karena sudah tidak tahan. Langsung Gw jongkok, menaikkan rokku dan membuka celana dalamku.

criitttttt keluar air seni dari vagina Gw.

Kulihat adikku yang berdiri di depanku, badannya masih telanjang bulat.

Yeahhhhh..! Sopan dikit napa kak? teriaknya sambil melotot tetap berdiri di depanku.
Waitttt..! Udah nggak kuat nih, kata Gw.
Sebenarnya Gw tidak mau menurunkan pandangan mata Gw ke bawah. Tetapi sialnya, turun juga dan akhirnya kelihatan deh burungnya si adik gw.

hahahahah.. Masih keriput kayak dulu, cuma sekarang agak gede dikit kataku dalam hati.
Gw takut tertangkap basah melihat kontolnya, cepat-cepat kunaikkan lagi mata Gw melihat ke matanya. Eh, ternyata dia sudah tidak melihat ke mata Gw lagi. Sialan..! Dia lihat vagina Gw yang lagi mekar sedang pipis. Cepat-cepat kutekan sekuat tenaga otot di vagina Gw biar cepat selesai pipisnya. Tidak sengaja, kelihatan lagi burungnya yang masih belum disunat itu. Sekarang penisnya kok pelan-pelan semakin gemuk. Makin naik sedikit demi sedikit, tapi masih kelihatan lemas dengan kulupnya masih menutupi helm penisnya.

Sialan nih adik ku. Malah ngeliatin lagi, mana belum habis nih air kencing..! Gw bersungut dalam hati.

o0oooo.. Kayak gitu ya Kak..? katanya sambil tetap melihat ke vagina Gw.

Eh kurang ajar Lu ya dik! langsung saja Gw berdiri mengambil gayung dan kulemparkan ke kepalanya.

Kletokkkk..! kepala adikku memang kena pukul, tetapi hasilnya air kencingku kemana-mana, mengenai rok dan celana dalamku.

Ya… basah deh rok kakak… katGw melihat ke rok dan celana dalamku.

Syukurin..! Makanya jangan masuk seenaknya..! katanya sambil mengambil gayung dari tanganku.

Mandi lagi ahh..! lanjutnya sambil menyiduk air dan menyiram badannya.

Terus dia mengambil sabun dan mengusap sabun itu ke badannya.

Waduh.., sialan nih adik gw! sungutku dalam hati.

Waktu itu Gw bingung mau gimana nih. Mau keluar, tapi Gw jijik pake rok dan celana dalam yang basah itu. Akhirnya kuputuskan untuk buka celana dalam dan rokku, lalu pinjam handuk adikku dulu. Setelah salin, baru kukembalikan handuknya.

Udah.., pake aja handuk Gw kak! kata adikku.
Sepertinya dia mengetahui kebingunganku. Kelihatan kontolnya mengkerut lagi.

Jadi lucu lagi gitu..! Hihihi..! dalam hatiku.
Gw lalu membuka celana dalam gw yang warnanya merah muda, lalu dilanjutkan dengan membuka rok. Kelihatan lagi deh memek Gw. Gw takut adikku melihatku dalam keadan seperti itu. Jadi kulihat adik gw. Eh sialan, dia memang memperhatikan Gw yang tanpa celana.
kakak Memek tu emang gemuk kayak gitu ya..? kakakaka..! katanya sambil nyengir.

Sialan, dia menghina vagina Gw, Daripada culun kayak punya lhoo..! kata Gw sambil memukul bahu adik gw.

Eh tiba-tiba dia berkelit, wakzzzzzz..! katanya.
Karena Gw memukul dengan sekuat tenaga, akhirnya Gw terpeleset. Punggungku jatuh ke tubuhnya. Kena deh pantatku ke penisnya.
Iiihhh.., rasanya geli banget..! cepat-cepat kutarik tubuhku sambil bersungut, Huh..!
kakak sih..!

kak.. kata Kakak tadi culun, kalau kayak gini culun nggak..? katanya mengacuhkan omonganku sambil menunjuk ke penisnya.
Kulihat penisnya mulai lagi seperti tadi, pelan-pelan semakin gemuk, makin tegak ke arah depan.

Ya.. gitu doang..! Masih kayak anak SD ya..? kata Gw mengejek dia.

Padahal Gw kaget juga, ukurannya bisa bertambah begitu jauh. Ingin juga sih tahu sampai dimana bertambahnya. Iseng Gw tanya, Gedein lagi bisa nggak..? kata Gw sambil mencibir.

Bisa..! Tapi kakak harus bantu dikit dong..! katanya lagi.

Megangin ya..? Wisssss.., ya nggak mau lah..! kataku.

Bukan..! kakak taruh ludah aja di atas kontolku..! jawabnya.

Karena penasaran ingin melihat penis cowok kalau lagi penuh, kucoba ikuti perkataan dia.
Gitu doang kan..? Mau kakak ngeludahin Kamu mah. Dari dulu Kakak pengen ngeludahin Kamu” ujarku

Sialan nih adik ku, Gw dikerjain. Kudekatkan kepal Gw ke arah penisnya, lalu Gw mengumpulkan air ludahku. Tapi belum juga Gw membuang ludahku, kulihat penisnya sudah bergerak, kelihatan penisnya naik sedikit demi sedikit. Diameternya makin lama semakin gede, jadi kelihatan semakin gemuk. Dan panjangnya juga bertambah. keren banget melihatnya. Geli di sekujur tubuh melihat itu semua. Tidak lama kepala penisnya mulai kelihatan di antara kulupnya. Perlahan-lahan mendesak ingin keluar. Wahh..! Bukan main perasaan senangku waktu itu. Gw benar-benar asyik melihat helm itu perlahan muncul.

Akhirnya bebas juga kepala penis itu dari halangan kulupnya. Penis adik ku sudah tegang sekali. Menunjuk ke arahku. Warnanya kini lebih merah. Gw jadi terangsang melihatnya. Kualihkan pandangan ke adikku.

Hehe… dia ke arahku. Masih culun nggak..? katanya lagi. Hehe..! Macho kan kak! katanya tetap tersenyum.

Tangannya tiba-tiba turun menuju ke selangkanganku. Walaupun Gw terangsang, tentu saja Gw tepis tangan itu.

Apaan sih dik..! kubuang tangannya ke kanan.
Kak..! Please kakkk.. Pegang aja kak… Nggak akan diapa-apain… Gw pengen tahu rasanya megang itu-nya cewek. Cuma itu aja kak.. kata
adik gw, kembali tangannya mendekati selangkangan dan mau memegang memek gw.
ehmmmm.. sebenarnya Gw mau jaga image, masa mau sih sama adik sendiri, tapi Gw juga ingin tahu bagaimana rasanya dipegang oleh cowok di memek!hihihii…

Inget..! Jangan digesek-gesekin, taruh aja tanganmu di situ..! akhirnya Gw mengiyakan. Deg-degan juga hati ini.

Tangan adik gw lalu mendekat, bulu kemaluanku sudah tersentuh oleh tangannya. Ihh geli sekali… Gw lihat penisnya sudah keras sekali, kini warnanya lebih kehitaman dibanding dengan sebelumnya. opppssttttt… Hangatnya tangan sudah terasa melingkupi vagina Gw. Geli sekali rasanya saat bibir vagina Gw tersentuh telapak tangannya. Geli-geli nikmat di syaraf vagina Gw. Gw jadi semakin terangsang sehingga tanpa dapat ditahan, vagina Gw mengeluarkan cairan.

Hihihi.. kakak terangsang ya..?

Enak aja… sama adik mah mana bisa terangsang..! jawabku sambil merapatkan selangkangan gw agar cairannya tidak semakin keluar.

Ini basah banget apaan Kak..?

Itu sisa air kencing Kakak tahuuu..! kata Gw berbohong padanya.

Kak… memek tu anget, empuk dan basah ya..?
Tau ah… Udah belum..? Gw berlagak sepertinya Gw menginginkan situasi itu berhenti, padahal sebenarnya Gw ingin tangan itu tetap berada di situ, bahkan kalau bisa mulai bergerak menggesek bibir memek Gw.

Kak… gesek-gesek dikit ya..? pintanya.
Tuh kan..? Katanya cuma pegang aja..! Gw pura-pura tidak mau.

Dikit aja Kak… Please..!

Terserah adik aja deh..! Gw mengiyakan dengan nada malas-malasan, padahal mau banget tuh. Hihihi.. Habis enak sih…

Tangan adik gw lalu makin masuk ke dalam, terasa bibir vagina Gw terbawa juga ke dalam.
uhhhhhh..! Hampir saja kata-kata itu keluar dari mulut gw. Rasanya nikmat sekali. Otot di dalam vagina Gw mulai terasa berdenyut. Lalu tangannya ditarik lagi, bibir vagina Gw ikut tertarik lagi.

Ouughhhhhhhhh..! akhirnya keluar juga desahan nafasku menahan rasa nikmat di vagina Gw.
Badanku terasa limbung, bahuku condong ke depan. Karena takut jatuh, Gw bertumpu pada bahu adik gw.

Enak ya kak..?

Heeheee.., jawabku sambil memejamkan mata.
Tangan adik gw lalu mulai maju dan mundur, kadang klitoris gw tersentuh oleh telapak tangannya. Tiap tersentuh rasanya nikmat luar biasa, badan ini akan tersentak ke depan.
kak..! Adek juga pengen ngerasaain enaknya dong..!

Kamu mau diapain..? jawab gw lalu membuka mata dan melihat ke arahnya.
Ya pegang-pegangin juga..! katanya sambil tangan satunya lalu menuntun tanganku ke arah kontolnya.

Kupikir egois juga jika Gw tidak mengikuti keinginannya. Kubiarkan tangannya menuntun tangan gw. Terasa hangat penisnya di genggaman tangan ini. Kadang terasa kedutan di dalamnya. Karena masih ada sabun di penisnya, dengan mudah Gw bisa memaju-mundurkan tanganku mengocok penisnya.
Kulihat tubuh adikku kadang-kadang tersentak ke depan saat tanganku sampai ke pangkal penisnya. Kami berhadapan dengan satu tangan saling memegang kemaluan dan tangan satunya memegang bahu.

Tiba-tiba dia berkata, Kak..! Titit Adek sama memek Kakak digesekin aja yah..!

hooh Gw langsung mengiyakan karena Gw sudah tidak tahan menahan rangsangan di dalam tubuh.

Lalu dia melepas tangannya dari vagina Gw, memajukan badannya dan memasukkan penisnya di antara selangkangan gw. Terasa hangatnya batang penisnya di bibir vagina Gw. Lalu dia memaju-mundurkan pinggulnya untuk menggesekkan penisnya dengan vagina Gw.
ohhhhh..! Gw kini tidak malu-malu lagi mengeluarkan erangan.

Dek… masukin aja..! Kakak udah nggak tahan..! Gw benar-benar sudah tidak tahan, setelah sekian lama menerima rangsangan. Gw akhirnya menghendaki sebuah penis masuk ke dalam memek Gw.

Iya Kak..!

Lalu dia menaikkan satu paha Gw, dilingkarkan ke pinggangnya, dan tangan satunya mengarahkan penisnya agar tepat masuk ke itil Gw.

Gw terlonjak ketika sebuah benda hangat masuk ke dalam kemaluanku. Rasanya ingin berteriak sekuatnya untuk melampiaskan nikmat yang kurasa. Akhirnya Gw hanya bisa menggigit bibir gw untuk menahan rasa nikmat itu. Karena sudah dari tadi dirangsang, tidak lama kemudian Gw mengalami orgasme.

Vagina Gw rasanya seperti tersedot-sedot dan seluruh syaraf di dalam tubuh berkontraksi.
ohhhhhh..! Gw tidak kuat untuk tidak berteriak.
Kulihat adik gw masih terus memaju-mundurkan pinggulnya dengan sekuat tenaga. Tiba-tiba dia mendorong sekuat tenaga hingga badanku terdorong sampai ke tembok.
Ouughhh..! katanya.

Pantatnya ditekannya lama sekali ke arah vagina Gw. Lalu badannya tersentak-sentak melengkung ke depan. Kurasakan cairan hangat di dalam vagina Gw.

Lama kami terdiam dalam posisi itu, kurasa penisnya masih penuh mengisi vagina Gw. Lalu dia mencium bibirku dan melumatnya. Kami berpagutan lama sekali, basah keringat menyiram tubuh ini. Kami saling melumat bibir lama sekali. Tangannya lalu meremas payudara dan memilin putingnya.

Kak..! Kakak nungging, terus pegang bibir bathtub itu..! tiba-tiba dia berkata.

Wahh..! Gila adik ya..!

Udah.., ikutin aja..! katanya lagi.
Gw pun mengikuti petunjuknya. Gw berpegangan pada bathtub dan menurunkan tubuh bagian atasku, sehingga batang kemaluannya sejajar dengan pantatku. Gw tahu adik ku bisa melihat dengan jelas vagina Gw dari belakang. Lalu dia mendekatiku dan memasukkan penisnya ke dalam vagina Gw dari belakang.

uhhhhhh..! %@!#$&tt..! Gw menjerit saat penis itu masuk ke dalam rongga vagina Gw.
Rasanya lebih nikmat dibanding sebelumnya. Rasa nikmat itu lebih kurasakan karena tangan adikku yang bebas kini meremas-remas payudara Gw. Adikku terus memaju-mundurkan pantatnya sampai sekitar 10 menit ketika kami hampir bersamaan mencapai orgasme. Gw rasakan lagi tembakan sperma hangat membasahi rongga vagina Gw. Kami lalu berciuman lagi untuk waktu yang cukup lama.
Setelah kejadian itu, kami jadi sering melakukannya, terutama di kamar gw ketika malam hari saat orang tua sudah pergi tidur.

Minggu-minggu awal, kami melakukannya bagaikan pengantin baru, hampir tiap malam kami bersetubuh. Bahkan dalam semalam, kami bisa melakukan sampai 4 kali. Biasanya Gw membiarkan pintu kamar gw tidak terkunci, lalu sekitar jam 2 malam, adik gw akan datang dan menguncinya. Lalu kami bersetubuh sampai kelelahan. Kini setelah Gw di Bandung, kami masih selalu melakukannya jika ada kesempatan. Kalau bukan Gw yang ke Sukabumi, maka dia yang akan datang ke Bandung untuk menyetor jatah spermanya ke memek Gw. Saat ini Gw mulai berani menelan sperma yang dikeluarkan oleh adik kandung gw sendiri! Begitulah cerita dewasa sedarah itu terjadi, dan terus terang gw kecanduan ngentot ama adik gw sampai sekarang !

Keponakan Pemuas Tante

keponakan pemuas tante, Koleksi Cerita Dewasa Seks – Perkenalkan nama saya Sony, Singkat cerita waktu saya sedang duduk santai dan sedang membaca majalah, si tante Juliet juga sedang di teras rumahnya, sedang menyapu rumahnya, kemudian saya menyapa tante Juliet,

“Eeeh tante? sapaku”, Son kamu lagi ngapain tanyanya Lagi baca majalah tante jawabku Majalah apa ayo jangan-jangan kamu baca majalah porno ya ?tanyanya penasaran Kalau ya emang kenapa tante nggak boleh yajawabku Nggak pa-pa koq itu berarti keponakan tante udah gede ya khan katanya

Ya tante punya Sony udah gede lo kepalanya lucu kayak Helm NAZI kataku mancing Dan apanya yang gede anak manis tante nggak ngertitanyanya lagi Ini tante burung Sony udah gede lo kataku sambil nunjuk ke arah selangkanganku Ahhh kamu nakal ya entar tante bilangin ama oom kamu baru nyaho kamu katanya Lalu tante Juliet kembali bekerja
Dan di dalam ruang kerja kantor tante Juliet bekerja menggunakan komputernya sedangkan aku sendiri bosan baca majalah lalu bermain game dengan komputerku tepat di sebelah meja tante Juliet Saat itu kulihat tante Juliet sedang sibuk dengan pekerjaannya tentu saja kesempatan ini kugunakan sebaik-baiknya
Aku menikmati kecantikan tanteku sepuasku Keperhatikan wajah tante Juliet yang begitu cantik lalu buah dadanya yang padat Karena tante Juliet menggunakan rok span yang mini maka ketika ia duduk dgn menumpangkan kakinya pahanya yang putih mulus itu langsung terlihat juga betisnya yang indah kutatap habis-habisan.

Lalu namun tiba-tiba tante Juliet menatapku sambil tersenyum menggoda Lagi ngeliatin apa kamu Sony?katanya Dag dig dug derrr! Astaga aku benar-benar kaget jantungku serasa copot aku sangat panik danEh anu ehm nggak kok tante jawabku terbata-bata.

Kamu nggak usah bohong sayang Nggak apa-apa kok kalau kamu suka ama tante katanya sambil tersenyum nakal Namun tante Juliet malah berdiri ke arah pintu dan menguncinya lalu menghampiriku dan berdiri tepat di depanku bau harum parfumnya terasa olehku Tentu saja aku jadi makin berdebar-debar nggak karuan LaluSon menurut Sony tante cantik dan sexy nggak sih ? tanyanya menggoda.

Eh enggg iya tante cantik dan sexy malah jauh lebih cantik dari artis jawabku becanda sambil menunduk Ahhh yang bener Son eee kalau begitu Sony mau dong kalau tante Juliet minta tolong? katanya sambil mengecup pipiku
Wow Perasaanku saat itu benar-benar campur-aduk aku merasakan kelembutan bibirnya namun bercampur dengan grogi dan bingung Aku hanya bisa mengangguk saja Lalu tante Juliet memegang tanganku dan menariknya dengan lembut sehingga aku bangun daridudukku.

Son ayo sini ikut tante tante mau ajarin Sony sesuatu katanya sambil menuntunku berjalan ke arah meja kerja yang kosong Aku mengikuti semua kemauan tanteku yang genit ini Nah anak manis sekarang kamu berdiri di sini dan diam dulu yah katanya Aku berdiri dengan bersandar pada meja Lalu tiba-tiba tante Juliet mengecup bibirku dengan lembut aku benar-benar kaget tapi rasanya benar-benar nikmat bibir tante Juliet terasa lembut dan basah
Hingga aku hanya bisa diam saja sambil memejamkan mata dan terus-terang saat itu otongku langsung naik Kemudian tiba-tiba tangan tante Juliet bergerak menuju celana kayaknya dia mau melepasnya Tante aduhhh Sony mau diapain? tanyaku gugup Udah dong ahhh kamu nurut aja ya percaya deh sama tante pasti nanti kamu suka bujuknya sambil kembali tersenyum nakal Lalu tante Juliet mulai berlutut dihadapanku dan mulai melepas resletingku dan
Tante jangan tante jangan ohhh aku sungguh terasa panas-dingin namun tante Juliet tidak memperdulikanku ia malah sibuk sendiri nampaknya nafsu birahinya sudah tak bisa lagi dikendalikan Setelah resletingnya terbuka lalu tante Juliet melorotkannya karena aku tidak pernah memakai CD(habis gerah dan agak gatel-gatel gimana gicu) langsung saja otongku terjulai keluar.

Wooow besar juga punya kamu Sonkatanya sambil menatap otongku dengan tatapan buasnya Ooohhh tante jangannn ujarku lirih dengan gemetar lututku terasa lemas Tante Juliet yang tahu akan keadaanku lalu memegang pinggangku dan menyuruhku naik duduk di meja Lalu tante Juliet memegang otongku yang sudah tegang itu
Dan ahhh genggaman jari-jari lentik tante Juliet terasa sangat lembut di otongku Tiba-tiba dengan lembut tante Juliet menjilat kepala otongku perlahan Ahhh taaannnteee jeritku lirih Rasanya sulit dilukiskan pokoknya bergetar seluruh tubuhku saat lidah tante Juliet yang lembut menyapu permukaan kepala otongku Lalu tanpa sungkan-sungkan lagi tante Juliet langsung mengulum otongku benar-benar gila rasanya.

Aaaahhh tanteee aaaah ohhh aku mengerang-ngerang tak karuan.

Kini tante Juliet terus mengulum-ngulum sambil mengocok-ngocok dan menyedot-nyedot otongku Ruar biasa rasanya tak terbayangkan nikmatnya Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang tak tertahankan yang akan keluar dari tubuhku Aku makin menggila mengerang-ngerang tante Juliet yang rupanya tahu waktunya telah tiba langsung menyedot otongku kuat-kuat dan.

Ahhh taaannnn Aaaarggghhh aku menjerit kencang dan air maniku muncrat menyembur keluar untuk pertama kali aku merasakan puncak kenikmatan yang tak terbayangkan bersama tanteku Lalu tubuhku terkulai lemas tergeletak di atas meja Namun air maniku yang tadi menyembur keluar di dalam mulut tante Juliet malah disedot dihisap dan ditelannya
Memang nampaknya tante Juliet rakus sekali dengan air maniku bahkan karena saking banyaknya ada air maniku yang meleleh keluar dari mulutnya dan melumuri sekitar bibirnya dan dengan menggunakan lidahnya tante Juliet menyapunya semua lalu menelannya.

Wow punyamu enak sayang gimana rasanya enak khan katanya sambil terus menjilati otongku Aduhhh Sony rasanya seperti orang mabuk tapi enak tantekataku Lalu dengan sisa tenaga yang ada aku berjalan ke sofa panjang di ruangan itu dan aku langsung rebah disitu dan terlelap Sekitar 1/2 jam aku tertidur ketika terbangun aku merasakan suatu perasaan yang senang Aku melihat tanteJuliet masih bekerja Aku melihat dia melepas sepatunya ohhh sungguh indah kakinya.

Setelah itu nampaknya perkerjaannya sudah hampir selesai lalu Setelah pekerjaan tante selesai dan mematikan komputernya ia menghampiriku Son badan tante pegel nih pijitin dong sayang? pintanya Iya tante jawabku
Tante Juliet langsung terlungkup di sofa panjang yang satunya Aku tertegun dengan bentuk tubuh tanteku ohhh begitu lansing dan bokongnya yang besar ohhh serta kakinya yang sexy ohhh Ayo kok malah bengong sih seru tante Eeehhh iya tantekataku pelan Lalu kuusap pelan-pelan pundak tante lalu perlahan kupijit-pijit lalu turun pelan-pelan ke punggungnya
Ketika hampir mencapai ke dua buah pantatnya yang montok itu aku agak ragu Ayo Son jangan berhenti dong serunya Dengan agak berdebar kutempelkan kedua telapak tanganku ke buah pantatnya yang padat berisi itu Wah sungguh empuk sekali lalu kuremas-remas perlahan
Hmmm nah gitu dong pintar kamu Son kata tante Juliet sambil merasakan nikmat Setelah agak lama bermain di pantat tante Juliet tanganku kembali merayap menyelusuri paha bagian belakang dan betisnya Wah betis indah tante Juliet yang biasanya hanya bisa kulihat dan kubayangkan saja sekarang kuusap-usap dan kuremas-remas dengan lembut sungguh halus sekali rasanya mulus dan lembut Kemudian tante Juliet bangun dari terlungkupnya dan kini duduk bersandar di sofa
Soooon tolong lepas sepatu tante ! perintahnya Akupun melakukan perintahnya melepas sepatunya dengan hati-hati Setelah dilepas aku lihat ujung kakinyapun sangat halus dan mulus Soon kamu mau kan jilatin kaki tante.
!perintahnya Aku ragu tapi berikutnya tanpa ragu lagi aku ikuti perintahnya.

Aku jilat telapak kaki tante Juliet yang mulus itu lalu kujilatin pula tumitnya yang berwarna merah jambu itu Baunya khas tapi nggak bau kayak kakiku Ehmmmm kamu nakal ya tante Juliet kegelian Lalu Terus naik ke atas dong sayang pintanya lirih.

Dari telapak kaki dan tumitnya jilatanku naik ke atas Kujilati betis mulus dan indah tante Juliet benar-benar lembut sekali terasa di lidahku Jilatanku terus naik ke atas kusingkapkan setengah rok spannya ke atas lalu kujilati paha tante Juliet membuatnya terus menerus merintih kegelian tapi pasti nikmat dong.

Soooon tolong bukain CD tante yah lalu tante Juliet menyingkapkan seluruh roknya ke atas sehingga CD-nya yang berwarna putih nampak sangat jelas di depanku Uhuiii! ternyata di bagian tengah CD-nya telah basah rupanya tante Juliet sudah sangat terangsang.

Tanpa membuka roknya yang disingkapkan ke atas dengan hati-hati kuturunkan CD tante Juliet Wah luar biasa baru kali ini aku menyaksikan yang secara langsung memek seorang wanita Memek tante Juliet sangat indah bulu-bulunya sangat lebat bentuk bukit memeknya cembung di tengahnya terdapat garis bibir memek yang berwarna kemeraha-merahan sangat merangsang birahi apalagi di pinggirannya telah nampak basah oleh cairan birahinya.

Kemudian ayo Son jilatin memek tante ya cepet ya udah nggak tahan nih serunya Lalu aku dekati memek tante Juliet bau harum birahinya sangat keras tercium mula-mula dengan perlahan aku mulai menjilati pinggiran memeknya Ssshhh aaahhh ya gitu Sonnnn aahhh terusss ohhh tante Juliet mendesis-desis kegelian dan nikmat Tante Juliet duduk sambil membuka kakinya lebar-lebar selonjoran di sofa sementara aku menjilati memeknya yang udah banjir bandang.

Aku terus menjilatipinggiran memek tante Juliet yang telah basah itu rasanya asin-asin enak Setelah pinggiran memeknya aku mulai berpindah menjilati tengahnya kulihat di bibir memek tante Juliet yang masih rapat itu terdapat cairan basah lalu aku jilat bagian tengah yang memanjang di memeknya lalu
Ssssssstthhhhh terusss ohhhtante Juliet mendesis panjang Lalu kujilati bagian dalam memeknya kukorek dengan lidah seluruh dinding bagian dalam memeknya untuk mendapatkan cairan memeknya sehingga membuatnya menggelinjang-gelinjang Sonnn aaaaahhh Aaaahhhtante Juliet terus mengerang-ngerang.

Kemudian lalu dengan jariku aku renggangkan kedua bibir memek tante Juliet lalu sedikit diangkat ke atas maka tampaklah ujung clitnya yang mungil yang berwarna pink Lalu dengan sekali jilatan panjang aku jilat ***** itu danAaaaaaaaaauuhhhhhh tante Juliet langsung menjerit ia tersentak kaget Sonnn kamu pintar sayang hhhmmm? tanyanya sambil tetap mengerang Gimana tante rasanya sahutku
Enak sayang ayo terusss katanya sambil mengerang lagi Aku terus menjilati clitnya kugosok dengan lidahku membuatnya semakin gila menjerit-jerit dan menggelinjang-gelinjang danAaahhh ahhh aaarghhh eehhhmm erangnya lagi Lalu kusedot ***** tante Juliet dengan satu sedotan panjang tiba-tiba tante Juliet langsung menjerit keras Aaakkkhhhh tanteee keluarrrr ohhhh badannya mengejang bergetar kedua pahanya dirapatkannya ke kepalaku dan tangannya meremas sofa itu dengan kuatnya
Hingga Tante Juliet sedang merasakan puncak kenikmatan orgasme yang luar biasa lendir hangat orgasmenya keluar dari dalam memeknya dan aku sedot lagi memeknya kuat-kuat membuat erangannya semakin panjang
Aakhhhhh Sonnnn eemmhhh eemhhh dan akhirnya tante Juliet tergeletak lemas Setelah terbaring lemas di sofa beberapa saat tante Juliet kembali bangkit lalu menarikku ke sofa dan menciumku melumat bibirku lalu lidahnya didesakannya masuk ke mulutku Dan Aku yang belum berpengalaman menerima saja Lidah tante Juliet bermain di dalam mulutku mengait-ngait lidahku Wah rasanya geli nikmat dan basah.

Dan Kemudian tante Juliet melepaskan lumatannya lalu melepaskan kaosku sehingga kini aku telanjang bulat Kemudian tante Juliet mendorong badanku agar aku terlentang di sofa Ia menatap otongku yang sudah mulai bangun kembali digenggamnya batang otongku yang langsung saja membuatnya makin mengeras lalu di kocok-kocoknya Mulanya perlahan lama-kelaman makin cepat

Wah rasanya benar-benar aduhai Lalu tante Juliet melumat batang dan kepala otongku Waaaaaaah rasanya semakin ruar biasa Lalu tante melepaskan lumatannya di otongku lalu tante Juliet mulai melepaskan pakaian kerjanya Aku bangkit dan terduduk di sofa.

Melihat pemandangan itu aku jadi deg-degan namun kali ini sedikit bercampur nafsu Dan akhirnya tante Juliet membuka seluruh pakaiannya termasuk BH dan CD-nya sehingga ia kini benar-benar telanjang bulat Waaaah ruar biasa indahnya tubuh tante Juliet yang putih mulus sangat montok dan seksi Aku sekarang benar-benar super terangsang.

Gimana Son kamu suka tubuh tante kan pasti kamu belum pernah melihat langsung cewek telanjang iya kan? tanyanya sambil menggodaku Aku hanya tersipu sambil menganggukan kepala dengan jempol tanganku kukenyot tante Juliet tertawa cekikikanLalu tante Juliet meraih tanganku dan diletakan diatas buah dadanya yang montok Wuih walau aku deg-degan tapi rasanya sangat empuk dan lembut sekali.

Nah Son kamu remas tetek tante yach katanya Tanpa disuruh dua kali aku langsung meremasnya dengan perlahan Heeemmmmmm tante Juliet mendesah Aku terus meremas-remas dengan nikmat danHmmmm stthhh aaahhhhh terussss Sonnn ohhhh tante Juliet terus mendesah Namun rupanya tegangan birahi tante Juliet sudah sangat super tinggi
Tiba-tiba aku langsung diterjangnya dipeluk serta dilumatnya bibirku dengan penuh nafsu Benar-benar baru kurasakan yang namanya cumbuan dan pelukan wanita apalagi kita sama-sama dalam keadaan telanjang bulat jantung ini berdetak kencang Tangan tante Juliet merayap mencari otongku lalu digenggamnya batang otongku.

Kemudian Lalu sambil dalam posisi mendudukiku tante Juliet mengarahkan ujung kepala otongku ke memeknya Tante Sony mau diapain ja jangan dimasukin tante Sony masih perjaka kataku terbata-bata Nggak pa-pa sayang sekarang kamu nurut tante aja ya kata tante Juliet sambil tersenyum menggodaku
Lalu tante Juliet langsung menekan memeknya ke kepala otongku Ahhhh aku mengerang merasakan seretnya otongku masuk ke memek tante Juliet Sttthhh ohhh tante Juliet pun rupanya merasakan gesekan otongku dengan memeknya Walaupun telah basah oleh lendir memeknya namun memek tante Juliet memang masih sempit jadi cuma sepertiga batang otongku yang baru berhasil masuk
Namun tante Juliet terus memaksakan batang otongku masuk sampai aku sendiri takut kalau batang otongku lecet Stthhhh aaaaaahhh akhirnya seluruh batang otongku masuk ke dalam memek tante Juliet Sungguh luar biasa nikmat sekali rasanya batang otongku di dalam memek tante Juliet hangat lembab basah dan serasa dihisap masuk ke dalam lubang sempit yang berulir.

Hingga kemudian tante Juliet mulai menaik-nurunkan bokong dan pinggulnya tante Juliet mengocok otongku di dalam memeknya Aaaaahhhh enaaakkk oiiii aaaaaahhh aku benar-benar merasakan nikmatnya yang pertama kali dengan tanteku sendiri Tante Juliet pun tak kalah menjerit-jeritnya Sstthhh Aaaaaahhh Sonnn aaaaaaahhh erangnya.

Tante Juliet tampaknya seperti sudah lupa daratan dia terus menggoyangkan bokong dan pinggulnya keatas-kebawah maju-mundur kiri-kanan meliuk-liukan pinggulnya sambil mengerang-ngerang dan menjerit-jerit Tannn jangan keras-keras otong Sony sakitkataku
Sakit ya deh maafin tante sayang katanya sambil terus bergoyang lembut Sampai setelah sekitar 15 menit tiba-tiba tante Juliet menjerit kencang badannya mengejang ditekannya memeknya ke otongku kuat-kuat sambil mencengkram erat ke sofa Sonnn.
Aaaaaaaakkkhherangnya Aku merasakan memek tante Juliet dengan sangat kuat menjepit dan mengempot otongku rasanya memang sangat ruar biasa nikmat dari dalam memeknnya kurasakan keluar banyak sekali cairan.

Karena merasakan jepitan dan empotan yang sangat dahsyat tiba-tiba aku merasakan kembali sesuatu yang sangat tak tertahankan dan akhirnyaTaaannnnn aaaakhhhhh aku menjerit dengan kerasnya Aku merasakan nikmatnya rasa yang luar biasa yang tidak bisa kulukiskan air maniku muncrat dengan derasnya di dalam memek tante Juliet
Tante Juliet tersenyum nakal kepadaku lalu memelukku aku merasa sangat lemas Dan akhirnya kami berdua tertidur sambil berpelukan telanjang di sofa itu Ketika aku bangun tante Juliet tersenyum kepadaku dan berkata
Sonnn tenyata kamu hebat tante nggak nyangka keponakan tante udah pandai katanya sambil mengecup bibirku Aku hanya tersipu saja Lain kali kamu mau kan tante ajarin lagi?katanya Iya tante, Sony nurut tante aja jawabku sambil menggangguk Nah gitu dong Itu baru ponakan tante tersayang katanya lagi.

Dan sejak saat itu setiap ada kesempatan kami selalu melakukan hubungan seks Bahkan pernah dengan alasan mengajakku jalan-jalan tante Juliet pernah mengajakku ke apartement miliknya dan kami pun melalukannya lagi pokoknya luar biasa deh. END

Bercinta Dengan Berondong Ganteng

Bercinta Dengan Brondong, Koleksi Cerita Dewasa Seks – Cerita Dewasa Awal mula ketika aku sedang jalan jalan dan bertemu teman temanku mereka menawarkan ku bermain arisan sex tante, aku terkejut mendengarnya..

Kejadian ini tidak pernah kuduga sebelumnya, Selama ini rumah tanggaku berjalan baik dan aku tdk pernah melakukan hubungan sex selain dengan suamiku sendiri. Sam, suamiku seorang kontraktor yg cukup besar di kota Malang Jawa Timur, hampir setiap hari waktunya habis dikantor untuk mengurus proyek dan proyeknya. Aku sendiri Melisa menikah dengan Sam, kakak tingkat kuliahku di Perguaruan Tinggi Bandung, 2 tahun diatasku.

Kehidupan seksku biasa-biasa saja, dan cenderung membosankan padahal kurasakan sampai sekarang gairahku cepat sekali memuncak dan kalau melakukan hubungan intim aku suka sekali berlama- lama menikmati dengan berbagai variasi, tetpi suamiku orangnya kuno dalam melakukan hubungan sex dengan cara yg biasa-biasa saja, dia diatas dan aku dibawah, kadang aku kepingin jg cara lain seperti pada video xxx yg pernah kulihat saat suamiku pergi, tp tdk pernah kesampaian, karena pernah kuutarakan pada suamiku dia tdk menjawab apapun, sehingga kadang aku merasa tdk puas.

Untuk mengisi waktu luang aku sempatkan mengikuti kegiatan kesehatan berupa senam pada sanggar senam tertentu hal ini aku lakukan untuk menjaga stamina dan jg tubuhku biar tdk gemuk, dan hasilnya lumayan saat ini tinggi badanku 165 cm, rambutku hitam pekat, mata coklat, pinggangku cukup ramping pantat jg berisi dan yg penting payudaraku tdk kendor walaupn pernah menyusui dan ukurannya cukup membuat orang menelan ludah 36C.

Aku sengaja mengambil jadwal pagi karena siang sedikit aku harus sdh rapi berada dikantor pribadiku. Setelah membereskan urusan rumah aku bersiap berangkat menuju tempat senam, dengan memakai T shirt Kuning cukup ketat dan celana senam aku memagut diri dikaca, Yach,… lumayan jg pikirku, dengan tshirt tersebut payudaraku seakan tertekan dan hendak melompat keluar, aku sadari itu.

Pagi ini berbeda sekali tempat senam hampir penuh, aku duduk sendiri ditepi sambil mempersiapkan baju senamku, aku menuju kekamar ganti kudengarkan ada beberapa suara ibu-ibu cekikikan sambil menceritakan pengalamannya, Ah,… gila pikirku, mereka suka sekali sama laki-laki muda usia untuk permainan sexnya.

“Iya Jeng Liss,… tadi malam itu seru lho, aku tdk menygka Dono begitu perkasa, aku dibuatnya tak berkutik dalam 4 ronde sekaligus, padahal kelihatan dia paling pendiam ya disini, dan permainannya,………. Yahuuut lho, memekku sampai seperti mati rasa,……” Cerita salah satu ibu peserta senam.

“Ah,…. Masak sih jeng Yuli,….. yach,… sayang aku nggak dapet ya,… kalau sama Dono gimana jeng,……… itu lho anak SMA 3 yg kita temukan bersama waktu nongkrong di café Regent,….. yg itunya item dan gede.” Timpal temannya.

”Oh,….. Kalo yg itu sih lumayan, tp permainannya masih hebat si Dono, Awalnya saja aku sdh keder dibuatnya.”

”Masa,… aku jadi pengin mencobanya jeng,…… Lihat aja ya nanti,… aku habisin dia dengan segala tenagaku,…” celetuknya dengan geregetan.

Pembicaraan terus berlangsung secara tdk sadar aku terbawa ikut memikirkan Dono,… Apakah Dono itu pelatih senam yg baru 2 bulan melatih ditempatku, kalo lihat cirinya pendiam dan acuh sih memang dia,…tanpa terasa tanganku telah berada diantara dua pahaku terasa hangat dan kuraba pelan memeku dari luar baju sanam ah,…. Cepat-cepat kubuang pikiran buruk itu aku tdk ingin terjadi sesuatu. Semakin kupikir semakin berkecamuk pikiran itu ada.

Aku ingat waktu itu Dono memang sempat menjadi buah bibir dikalangan ibu-ibu tempatku senam tp aku tdk pernah sedikitpun ikut didalamnya. Apakah Dono itu ya yg dibicarakan ibu-ibu. Pertama kali masuk Dono memang sempat grogi disoraki oleh ibu-ibu bahkan sempat membuat wajahnya memerah ketika perkenalan ibu-ibu menanyakan statusnya. Bahkan salah satu ibu ada yg nyeletuk menanyakan besar tdknya ukuran vital Dono, dan hanya dijawab dengan senyum saja.
”Tok,.. Tok,… Tok,…..” Aku terkejut mendengar pintu kamar ganti diketok dari luar, ah kiranya cukup lama jg aku berada dikamar ganti, cepat cepat kekemasi barangku dan keluar menuju hall senam, disana masih banyak ibu bergerombol menunggu waktu senam berlangsung.

Aku duduk sendiri sambil minum teh hangat, tiba-tiba disebelahku duduk empat ibu-ibu yg nampaknya cukup centil dengan usia yg bervariasi. Sambil berbasa-basi dia memperkenalkan diri dan aku agak terkejut karena suara dan namanya sama dengan yg ada di kamar ganti sebelahku tadi.

”Eh jeng Melisa kan sdh lama ikut disini, udah pernah nyoba-nyoba rasa lain nggak selain rasa suami,……Dengan cara arisan bersama,… enak lho jeng, rugi kalo nggak mencobanya”
celetuknya berbisik hati-hati,……

Sambil sesekali melirik Lilis. Merah wajahku rasanya, karena selama ini tdk pernah aku temukan orang yg bicara terbuka seperti itu,…
“E,…. E,….. ti,… ti,… dak kog,.. ini apa ya,…. Aku gelagapan. Dan serempak dua ibu tadi tertawa berbahak-bahak,…… Ah,… masa jeng Melisa, lha wong sekarang fasilitas sdh banyak kog tdk dipergunakan, yach,… JUST FOR FUN saja kog, kalo habis yg dibuang to jangan dibawa pulang bungkusnya bisa bahaya ya jeng Lilis,”

“Iya lho Jeng Melisa kita ini kan punya kelompok disini yg kadang bikin acara enjoy bersama dan tertutup sekali lho, tdk semua ibu boleh ikutan disini, Tak lihat jeng Melisa mulai pertama ikut senam tdk pernah ada teman dan menyendiri, apa salahnya kalo bergabung dan menikmati menu baru kami.”

Gila orang-orang ini Jeng Lilis pintar jg ngomong gituan, belum sempat aku berpikir dan menjawab mereka menyela lagi.

“Sdh lah jeng Melisa ,…. Ikut aja rahasia pasti terjamin kok,.. dan yg penting ada menu baru tiap bertemu”. Sambil menarik tanganku menuju hall senam.

hotrKonsentrasiku bubar selama senam aku secara tdk sengaja hanyut oleh pikiran ibu-ibu, dan kebetulan pelatihku hari ini Dono. Kuperhatikan seksama Dono cukup keren jg Tongkrongannya bodinya bagus, otot-ototnya nampak menyembul, dan,…. Ayooo,… hap,… satu,… dua,… renggangkan kaki,… perintahnya. Dia menghadap peserta senam dan,… Alamak,… otot diantara kedua selangkangannya tertekan oleh baju senamnya nampak menyembul keras dan cukup panjang, aku jadi berpikiran yg bukan bukan, seandainya bisa kugenggam dan kulakukan seperti di video porno itu enak kali ya,…….Gila,… pikirku aku kok jadi gini.

Senam sdh usai, mobil merangkak pelan menuju garasi, kuhempaskan tubuhku diatas kasur, pikiranku berkecamuk membayangkan perkataan ibu-ibu tentang menu baru penuh rahasia tadi, tiba-tiba pikranku menerawang dan melintaslah bayangan Dono dengan mesra aku merinding, Dono seolah datang dan memelukku, tangannya mulai membelai punggung dan turun ke pantat. Diremasnya pelan dan kurasakan benda keras diantara selangkangannya menempel ketat dibaju senamku, aku kegelian, dan,….. Lambat namun pasti kurasakan tangannya mulai menyentuh dadaku yg kenyal, kurasakan pelintirannya membuat pentilku mulai kaku dan keras..

Aku mulai mengejang, tp tak dilepas tangannya didadaku bahkan mulai nakal, tangan kanannya berani menuju selangkanganku dikuaknya kuat-kuat celanaku sampai kudengar robekan kain Oh,……. Jari-jemarinya membelai lembut gumpalan daging lunak penuh bulu dan,… Mulutnya tak tinggal diam, Dono mulai mengeluarkan lidaknya menjilati memekku yg mulai basah,…. Aaaaaahhhhhhh,,,, Zzzzzzzt,….. aku tak kuat menahan, Dono masih terus menjilat dan menjilat klentitku mulai kaku dan memekku semakin basah dan,….

Kriinngggg,….. Krriiingggg,…. Suara telepon berdering aku tertegun,…Gila cing aku bisa membayangkan dengan Dono begitu hebaaat, badanku meriang rasanya dan satu lagi yg kurasakan basah diselangkanganku. Aku bangun bermalas-malasan dan kuangkat telepon.

”Hallo,…. Jeng Melisa ada”,….. ” Ya saya sendiri, siapa ini ya,…”

”Aduh,…. Masak lupa saya Yuli yg senam tadi,….. Wah sedang apa ini kog kayaknya malas-malasan saja,…….. Terasa sekali memang agak serak suaraku saat ini habis membayangkan dengan Dono kering rasanya tenggorakkan.
“Oh,…. Tdk jeng ini lho sedang membersihkan rumah kacau balau gini, kalau jeng Yuli sedang apa ini kok tumben telpon saya”

“Jeng Yuli apa suami jeng nggak curiga,……..” Belum selesai aku bicara, Yuli menimpali dengan amat berapi-api.

Malam larut aku sangat menginginkan hubungan intim malam ini, kucoba dekati suamiku dia sdh tertidur lelap tergambar kelelehan diwajahnya tp memekku sdh mulai basah ingin dijenguk oleh kemaluan suamiku. Kucoba membangunkan dia, tp dia menolak dan hanya kekecewaan yg kudapat malam ini dan tanpa tersadar aku sdh terlelap.

Suasana hingar bingar ruang senam kembali kudengar dan kulihat sekeliling kembali bergerombol sekelompok ibu-ibu yg 3 hari kemarin mengajakku ikut dalam kelompoknya.
enam kali ini aku benar-benar tdk konsentrasi dan bingung apa yg harus aku lakukan, hampir semua gerakanku tdk ada yg benar. Senam telah berakhir dan ibu-ibu mengajak menuju tempat yg telah disediakan, sebuah rumah yg cukup bagus dengan halam luas dibelakang terdapat kolam renang, aku membuka dengan kunci yg telah disediakan, dan kulihat ada 3 kamar yg tertutup setelah omong-omong sejenak, beberapa ibu masuk kamar mandi untuk membersihkan diri tak lama kemudian mereka ada yg minta diri untuk pulang.
”Begini jeng Melisa itu kuncinya ada lima kan ?… salah satunya kunci diruangan yg tertutup ini nah nanti kalo jeng Melisa sdh siap buka aja kamarnya dan lihat sendiri deh ada apa disana dan enjoy saja rumah ini aman kog, ini punya jeng Lilis dan memang khusus untuk kegiatan Arisan ini, kebutuhan makan dan minum ada di kulkas, dan silahkan saja Melisakmati sampai jeng Melisa suka kalo pulang ya langsung aja pulang, kuncinya jangan dibawa lho jeng,… liriknya menggoda”.

Aku termanggu mendengarkan ocehan jeng Yuli sementara temanya hanya tersenyum dambil memainkan matanya. Aku semakin bingung bagaimana nantinya. Tak lama kemudian mereka berdua mohon pamit pulang terlebih dahulu dan aku tinggal sendirian. Aku bingung melangkah antara iya dan tdk, aku jg teringat kisah khayalanku dengan Dono,…… aku tercenung ingin mencobanya, kulangkahkan kaki dengan berdebar Klik,.. !!!! pintu pertama kubuka tp kulihat sekeliling tdk ada seorangpun, pintu kedua kubuka dan,…. Darahku berdesir hebat kuluhat seorang lelaki tegap dan cukup ganteng dengan kulit bersih memakai T shirt hitam dan celana pendek biru tua dia tersenyum, aku membalas kecut dan kuurungkan langkah kakiku masuk kamar tersebut, aku kembali duduk diruang tamu.

Kunyalakan televisi untuk menepis kegugupanku kuganti channel per channel tp tak ada yg menarik tiba-tiba…

“Hai ,.. Aku Danang,.. Kenapa kog tdk ngobrol didalam saja tadi kan udah buka pintu tak tunggu lho,…..” pintanya sambil mengulurkan tangan perkenalan.

”Eh,.. e….Aku Melisa,,.. Eh… Ah nggak kog Aku cuman pengen tahu aja,” jawabku gugup dan tanganku mulai berkeringat dingin.

4 Variasi Seks yg menguntungkanKuperhatikan wajahnya ada bulu halus didagu masih baru dicukur dan dadanya cukup bidang dengan tinggi badan berkisar 175 Cm, otot-ototnya menonjol kuat. Danang dengan santai duduk disebelahku sambil ikut mengawasi televisi yg remotenya masih ditanganku, dia tahu kalo aku gugup diambilkannya aku minum susu hangat dan dia menuju ke televisi diputarnya Film laser disk. Aku diam saja dan dia mulai membuka pembicaraan basa-basi untuk melemaskan suasana.

Aku kaget dua kali karena begitu aku menoleh ke televisi, kulihat film porno yg diputar, disana terlihat orang kulit putih sedang asyik menghisap kemaluan orang kulit hitam yg tegang dan panjang, aku risih dan malu tp badanku mulai hangat terutama ada rasa geli disekitar pahaku, Danang kelihatan mulai lebih mendekatiku aku tak menghiraukan mataku tetap kearah televisi, tanpa kusadari aku mulai ikut hanyut dan kurasakan ada benda asing yg menempel didadaku, kulirik ternyata tangan Danang kutoleh dia hanya tersenyum dan melanjutkan kegiatnnya.

Aku diam merasakan dan dia semakin berani, diselusuri leherku dengan bibirnya,… turun kebahuku,… ditariknya pelan kaosku sampai kelihatan tali Bh. ku aku tak tahan, disofa aku direbahkan perlahan, dia tambah semangat, tanpa bicara dia mulai mengupas kulitku perlahan, tak pernah kurasakan hal ini sebelumnya, aku seolah melayg kegelian.

Danang membuka sendiri kaosnya dan kulihat dada bidang itu ditumbuhi bulu doggyshalus. Dia bekerja sendiri ditariknya kaosku sampai beberapa kancing terlepas dan diangkat keatas hingga sekarang hanya tinggal Bh da rokku saja, tanganya kurasakan menempel lagi pada susuku dipelintirnya ujung susuku dan kurasakan mengeras,dia mulai menindihku, aku terpejam kurasakan bulu-bulu halus mulai menyentuh dadaku…

Ditariknya lepas BHku sehingga susuku yg besar seolah melompat keluar dadaku Danang terkejut melihat besarnya susuku dengan warna kuning langsat dengan bulatan kecil coklat tua kemerahan serta putting kecil menantang mulutnyapun menuju putingku… kurasakan lidahnya lincah membuat nafsuku memuncak, putingku semakin mengeras sesekali kurasakan gigitan kecil giginya menggores putingku.

Diatas perut kurasakan ada benda yg membonggol mendesak hebat. Bibirku terasa habis dilumat bibirnya, sampai aku tak bisa bernafas, aku mulai berkeringat dan tangan kanannya mulai menuju kearah memek, diselipkan diantara pahaku, aku gak kuat kupeluk dia dan dia semakin berani ditariknya rokku sampai terlepas, ditarik perlahan celana dalamku sambil tersenyum dan dengan sigap direnggangkannya kakiku sehingga dia dengan leluasa Danang melihat memekku yg padat dengan bulu hitam keriting, tangannya mengocek memekku yg sdh basah.

Dimasukkannya jari tengah sedangkan ibu jari dan jempolnya membuka jalan dengan meminggirkan rambut kemaluanku. Klentitku kaku, dijilat dan disedotnya susuku sampai aku kegelian dan kini kurasakan mulutnya sdh diatas memekku. Aku semakin geli lidahnya menyapu bersih ruang dalam memekku yg basah sambil tangan kanannya ikut membantu memainkan.

”Eeeeeeeh… Danang… aduuuuuh… ” aku mengerang kegelian, tp dia tdk perduli diteruskannya mempermainkan klentitku.
Aku sdh tak tahan, dengan berjongkok kududukkan Danang dan aku kaget melihat benda menggelantung tegak menghadap ke atas disela selangkangannya. Dia hanya tersenyum memegang leher k0ntol dan digerak-gerakkan dengan tangannya, kudekati dan kupegang.

Alamak.. tanganku tak cukup melingkar pada k0ntolnya dan panjangnya 2 cm dibawah pusarnya. Aku geli dan takut melihatnya Hitam, mendongak seperti pisang ambon besarnya, Kutaksir panjangnya sekitar 17 Cm, sedangkan yg pernah kurasakan hanya 12 CM.

”Kenapa kok dilihatin seperti itu?” tanyanya.
”Eh… aku heran kok kayak gini ya… cukup nggak ya ini lewat punyaku nanti?” Jawabku sambil tetap memegangnya.

sedot spermaBelum selesai aku melanjutkan omonganku disorongkakn ujung k0ntolnya kemulutku, dan ehm… mulutku tak muat menampung semua k0ntolnya kedalam… kurasakan nikmat jg, selama ini aku tak pernah seperti ini… Sedotanku keluar masuk k0ntolnya menyembul tenggelem dalam mulutku tangannya jg tdk diam menggapai semua bagian tubuhku yg sensitif, aku semakin terangsang. Tak lupa pula Bola k0ntol dua buah menjadi Melisaran lidahku, kurasakan ada cairan bening sedikit cukup manis dan terus kuhisap sampai mulutku tak mampu lagi menahan.

Tiba-tiba terlintas dipikiranku bahwa Aku akan berbuat seperti yg di Laser Disk itu. Ingin merasakan air mani Danang yg segar nanti akan kuhabiskan.

”Sas coba kamu ngadep belakang dan pegangi ujung sofa itu.” Perintahnya.
Aku tdk menolak, kulakukan perintahnya tiba-tiba kurasakan k0ntol Danang dipukul-pukulkan pada pantatku aku kegelian.

Diserudukkan k0ntolnya ke memekku dari belakang sulit sekali.. dia coba lagi dan gagal.
”Aaaaaaah… seret sekali ya kayak perawan..” omongnya.

Aku semakin tersanjung karena anakku sdh 2 tp memekku dibilang seret kayak perawan. Aku berbalik ku bantu Danang dengan mengolomohi k0ntolnya dengan ludahku tp masih jg tdk berhasil menembus memekku.

Kulihat Danang tdk kehilangan akal diambilnya hand bodi dan dioleskan pada k0ntolnya yg besar dan perlahan masuk pada memekku yg kecil, kurasakan agak pedih.

”Danang,.. udah ah… nggak bisa masuk lho…terlalu besar sih,”pintaku.

”Sebentar… tahan dulu ya… ini udah nyampai sepertiga lho..” Jawabnya sambil didesaknya memekku dengan k0ntol dan… sreeet… sret… sreeeeetttttt.

“AaaaaUUUUUU…” Aku menjerit kurasakan k0ntol Danang terasa tembus ke kerongkonganku, digerak gerakan pantatnya aku kegielian… akhirnya banjir jg memekku dan kurasakan kenikmatan saat k0ntol Danang maju mundur diruang memekku.

Sesekali pantatku ditepuknya untuk menambah semangatku menggenjot k0ntolnya, susuku dibiarkan bergelantungan bergerak bebas sementara tangan Danang sibuk memegang pinggulku memaju mundurkan pantatku. Saat k0ntol masuk badanku terasa tertusuk geli tak karuan. Sesekali jg Danang menciumi punggungku sambil k0ntolnya terus bergerak keluar masuk memekku. Aku jg berusaha dengan menggerakkan pantatku kiri kanan dan k0ntol Danang seakan terjepit diapun mengerang kuat. Dipegangnya susuku kuat-kuat dan ditarik masukkan k0ntol besar tersebut berulang sampai aku kelelahan.

”Aaaahhhhhh…Melisa… aku mau keluar nih……” Erangnya.

”Sebentar ya……” Kutarik k0ntol Danang dan tak kusia-siakan, kumasukkan lagi dalam mulutku sambil kugerakkan maju mundur tanganku, dan dia semakin kegelian, tak lama kemudian…
Creeet…. Creeet.. Creeettt.. kurasakan mulutku penuh dengan tumpahan air mani Danang, segar rasanya. Kubersihkan k0ntol Danang dengan mulut dan lidahku dari air maninya, dipegangnya kepalaku seakan dia tak mau aku membuang maninya keluar. Dan Danang tergeletak kelelahan dengan keringat yg luar biasa.

Kubersihkan diriku dan kulihat Danang masih istirahat dengan telanjang. Kuciumi tubuh Danang (kini aku tdk malu lagi) perlahan dia tersenyum dan kulihat k0ntolnya mengecil lemas… kupegang, remas perlahan dan aku masih kurang nampaknya. Mulutku dengan sigap melahap k0ntol Danang yg lemas itu, dalam kondisi lemas, masuk semua bagian k0ntol kemulutku, terus kupermainkan seperti dalam LD yg diputar Danang tadi. Tak lama kemudian mulutku sdh tak muat menampung k0ntol Danang untuk kukulum. Akhirnya kurelakan sebagian batang k0ntol Danang keluar dari mulutku.

Danang pun mulai bangun dan aggresif, diusapnya memekku yg sdh kucuci dan mulai basah oleh tangannya. Danang berbalik menciumi memekku sementara aku menciumi k0ntolnya yg tambah mengeras (posis 69)
Danang tambah menggila dimasukkan semua bagian lidahnya ke memekku aku menjerit kegelian. Danang memindah posisi ditaruh tubuhnya diatas karpet dan diangkatnya tubuhku menindihnya… k0ntol Danang ditutuntun menuju lubang kemaluanku dan tanpa ampun lagi kemaluanku diucek-ucek oleh k0ntolnya.

Kurasakan k0ntol Danang tdk masuk semuanya atau memang memekku yg dangkal aku tak tahu, yg ada dalam benakku sekarang hanya nafsu dan nafsu saja.

Kugerakkan naik turun pantatku menduduki pahanya sementara memekku sibuk melahap k0ntol Danang yg kekar dan angkuh itu. Tangan Danang sesekali mengucek susuku tak kuhiraupan karena nikmatnya tak seberapa diDanangng dengan k0ntolnya yg mengisi penuh memekku. Kurebahkan tubuhku karena payah sambil kulumat bibir Danang yg terus mengerang itu dan terus kugoyang pantat sesuai irama nafsuku. Danangpun demikian. Aku mulai merasakan memekku semakin longgar karena becek basah dan geliku memuncak… Kugigit dada Danang kuat-kuat untuk menahan kepuasan dan bersamaan dengan itu pula kudengar erangan Danang yg menyatakan bahwa air maninya akan tumpah… Kupercepat menggoyang pantat karena aku tak mau menyia-nyiakan keadaan ini aku ingin kepuasan maksimal…… Dan…… Aaaaaaaahhhhhhhhh…… Sreeeeet… Sreeetttt… sreet…

jilat sperma Kurasakan ada aliran hangat menyemprot memekku dan terasa penuh. Danang masih mengerang hebat aku gigit dadanya sekali lagi sambil kucakar punggungnya untuk menahan kenikmatan yg tiada taranya ini. Kuangkat pantatku pelan-pelan dan masih kulihat sisa-sisa ketegangan dik0ntol Danang. Kuraih k0ntol itu dan kubersihkan kembali dengan mulut mungilku yg serakah tiada habisnya melihat k0ntol tegang besar dan keras itu. Danang pun tersenyum puas layaknya aku, ciuman mesranya mendarat dujung bibirku, dan diapun tak mau ketinggalan mengusap memekku dengan lidahnya… akup un geli.
Tak terasa hari sdh siang. Tak lama kemudian aku pamit dan aku menjadi keterusan mengikuti acara ibu-ibu itu dengan berganti-ganti pasangan yg hebat.

Sedangkan hubunganku dengan suami tetap tdk terganggu karena suamiku tdk pernah minta yg aneh-aneh,… jadi asal aku terlentang dia masuk… kocek-kocek sebentar selesai. Untuk kepuasan lainnya aku dapatkan dari yg lain.

Kecanduan Seks Dengan Mama Muda

Kecanduan Mama Muda, Koleksi Cerita Dewasa Seks – Sebut saja namaku Andra 29 tahun, 172/67 berparas seperti kebanyakan orang pribumi dan kata orang aku orangnya manis, atletis, hidung mancung, bertubuh Seksi karena memang aku suka olah raga. Aku bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan besar di kota Surabaya dan statusku married (menikah).

Perlu pembaca ketahui bahwa sebelum aku bekerja di Surabaya ini, aku adalah tergolong salah satu orang yg minder dan kuper karena memang lingkungan keluarga mendidik aku sangat disiplin dalam segala hal. Dan aku bersyukur sekali karena setelah keluar dari rumah (baca:bekerja), banyak sekali kenyataan hidup yg penuh dgn “warna-warni” serta “pernah-pernik”nya.

Suatu hari aku chatting dgn menggunakan nickname yg menantang kaum hawa untuk pv aku, hingga masuklah seorang mama muda yg berumur 30 tahun sebut saja namanya Vina. Vina yg bekerja di salah satu perusahaan swasta sebagai sekretaris dgn paras yg cantik dgn bentuk tubuh yg ideal (itu semua aku ketahui setelah Vina sering kirim foto Vina email aku).

Kegiatan kantor aku tidak akan lengkap tanpa online sama dia setiap jam kantor dan dari sini Vina sering curhat tentang kehidupan rumah tangganya. Karena kita berdua sudah sering online, Dia tidak segan-segan menceritakan kehidupan sex nya yg cenderung tidak bisa menikmati dan meraih kepuasan. Kami berdua share setiap kesempatan online atau mungkin aku sempatkan untuk call dia.

Hingga suatu hari, kami putuskan untuk jumpa darat sepulang jam kantor, aku lupa tanggal berapa tapi yg pasti hari pertemuan kami tentukan bersama hari Jum’at. Setelah menentukan dimana aku mau jemput, sepulang kantor aku langsung kendarai mobil butut starletku untuk meluncur di tempat yg janjikan. dgn perasaan deg-deg an, sepanjang perjalanan aku berfikir secantik apakah Vina yg usianya lebih tua dari aku 2 tahun.

Dan pikiranku terasa semakin amburadul ketika aku bener-bener ketemu dgn Vina. Wow! Aku berdecak kagum dgn kecantikan Vina, tubuhnya yg Seksi dgn penampilannya yg anggun membuat setiap kaum adam berdesir melihatnya. Tidak terlihat dia seorang mama muda dgn 3 orang anak, Vina adalah sosok cewek favorite aku.

Mulai dari wajahnya, dadanya, pinggulnya dan alamak.. pantatnya yg Seksi membuat aku menelan ludahku dalam-dalam saat membaygkan bagaimana jika aku bisa bercinta dgn Vina. Tanpa pikir panjang dan menutupi kegugupan aku. Aku memancing untuk menawarkan pergi ke salah satu motel di sudut kota (yg aku tahu dari temanku).

Sepanjang perjalanan menuju hotel, jantungku berdetak kencang setiap melirik paras Vina yg cantik sekali dan aku membaygkan jika aku dapat menikmati bibirnya yg tipis.. Dan sepanjang itu juga “adik kecilku” mulai bangkit dari tidurnya. Tidak lama sampailah kami di salah satu Motel, aku langsung memasukan mobilku kedalam salah satu kamar 102.
Didalam kamar aku sangat grogi sekali bertatapan dgn wajah Vina..

“Met kenal Andra,” Vina membuka obrolan.
“hey Vina..,” aku jawab dgn gugup.

Aku benar-benar tidak percaya dgn yg aku hadapi, seorang mama muda, ibu rumah tangga yg cantik sekali, sampai sempat aku berfikir hanya suami yg bego jika tidak bisa menyaygi wanita secantik Vina.

Kami berbicara hanya sekedar intermezo saja karena memang kami berdua tampak gugup saat pertemuan pertama tersebut. Sedangkan jantungku berdetak keras dibareng “adik kecilku” yg sudah meronta ingin unjuk gigi.

“Andra meskipun kita di sini, tidak apa-apakan jika kita tidak bercinta,” kata Vina.

Aku tidak menjawab sepatah katapun, dgn lembut aku gapai lengannya untuk duduk di tepi ranjang. dgn lembut pula aku rangkul dia untuk rebahan diranjang dan tanpa terasa jantungku berdetak keras, bagaikan dikomando aku menciumi leher Vina yg terlihat sanagt bersih dan putih.

“Vina kamu sangat cantik sayaang..,” aku berbisik.

“Dann.. jangan please..,” desahan Vina membuat aku terangsang.

Lidahku semakin nakal menjelajahi leher Vina yg jenjang.

“Akhh Andra..”

Tanpa terasa tanganku mulai nakal untuk menggeraygi payudara Vina yg aku rasakan mulai mengencang mengikuti jilatan lidahku dibalik telinganya.

“Ooohh.. Danddyy..”

Vina si mama muda mulai mengikuti rangsangan yg aku lakukan di dadanya. Aku semakin berani untuk melakukan yg lebih jauh..
“Vina, aku buka jas kamu ya, biar tidak kusut..,” pintaku.

Vina hanya mengikuti pergerakan tanganku untuk memreteli jasnya, sampai akhirnya dia hanya mengenakan tanktop warna hitam. Dadaku semakin naik turun, ketika pundaknya yg putih nampak dgn jelas dimukaku. Setelah jas Vina terbuka, aku berusaha naik di tubuh dia, aku ciumi bibir Vina yg tipis, lidahku menjelajahi bibirnya dan memburu lidah Vina yg mulai terangsang dgn aktivitas aku. Tanganku yg nakal mulai menarik tanktop warna hitam dan..
Wow.. tersembul puting yg kencang.. Tanpa pikir panjang aku melepas lumatan di bibir Vina untuk kemudian mulai melpeas BH dan menjilati puting Vina yg berwana kecoklatan. Satu dua kali hisapan membuat puting Vina berdiri dgn kencang.. sedangkan tangan kananku memilin puting Vina si mama muda yg lain nya.

“Ooohh Danndyy.. kamu nakal sekali sayaang..,” rintih Vina.

Dan saat aku mulai menegang..

“Tok.. tok.. tok.. room service.” Ahh.. sialan pikirku, menganggu saja roomboys ini. Aku meraih uang 50.000-an dikantong kemejaku dgn harapan supaya dia cepat pergi.

Setelah roomboy’s pergi, aku tidak memberikan kesempatan untuk Vina bangkit dari pinggir. Parfum Vina yg harum menambah gairah aku untuk semakin berani menjelajahi seluruh tubuhnya. dgn bekal pengetahuan sex yg aku ketahui (baik dari majalah, film BF maupun obrolan-obrolan teman kantor), aku semakin berani berbuat lebih jauh dgn Vina.

Aku beranikan diri untuk mulai membuka CD yg digunakan Vina, dan darahku mendesir saat melihat tidak ada sehelai rambutpun di bagian vagina Vina. Tanpa berfikir lama, aku langsung menjilati, menghisap dan sesekali memasukkan lidahku ke dalam lubang vagina Vina.

“Oohh.. Dan.. nikmat.. sayaang,” Vina si mama muda merintih kenikmatan setiap lidahku menghujam lubang vaginanya dan sesekali menekan kepalaku untuk tidak melepaskan kenikmatan itu. Dan disaat dia sedang menikmati jilatan lidahku, telunjuk jari kiriku aku masukkan dalam lubang vagina dan aku semakin tahu jika dia lebih bisa menikmati jika diperlakukan seperti itu. Terbukti Vina menggeliat dan mendesah disetiap gerakan jariku keluar masuk.

“Aakkhh Dann.. kamu memang pintar sayaang..,” desah Vina si mama muda .

Disaat kocokkan jariku semakin cepat, Vina sudah mulai memperlihatkan ciri-ciri orang yg mau orgasme dan sesat kemudian..

“Dann.. sayaang.. aku nggak tahan.. oohh.. Dan.. aku mau..” visa menggelinjang hebat sambil menggapit kedua pahanya sehingga kepalaku terasa sesak dibuatnya.

“Daann.. ookkhh.. aakuu keluaarr.. crut-crut-crut.”
Vina merintih panjang saat clitorisnya memuntahkan cairan kental dan bersamaan dgn itu, aku membuka mulut aku lebar-lebar, sehingga carian itu tidak ada yg menetes sedikitpun dalam mulutku.

Aku biarkan Vina terlentang menikmati orgasmenya yg pertama, sambil membuka semua pakaian yg aku kenakan, aku memperhatikan Vina begitu puas dgn foreplay aku tadi, itu terlihat dari raut wajahnya yg begitu berbinar-binar.

Tanpa memberi waktu panjang, aku segera menghampiri tubuhnya yg masih lemas dan menarik pinggulnya dipinggir ranjang, dan tanpa pikir panjang penisku yg berukuran 19 cm dgn bentuk melengkung, langsung menghujam celah kenikmatan Vina dan sontak meringis..

“Aaakhh.. Andra..,” desah Vina saat penisku melesak kedalam lubang vaginanya.

“Andray.. penis kamu besar sekali.. aakkh..”
Aku merasakan setiap gapitan bibir vaginanya yg begitu seret, sampai aku berfikir suami macam apa yg tidak bisa merasakan kenikmatan lubang senggama Vina ini? Aku berpacu dgn nafsu, keringatku bercucuran seperti mandi dan menetes diwajah Vina yg mulai aku rasakan sangat menikmati permainan ini.

“Danddyy.. sudah.. sayaang.. akhh..” sembari berteriak panjang aku rasakan denyutan bibir vagina mengapit batang penisku. Dan aku rasakan cairan hangat mulai meleleh dari vagina Vina si mama muda . Aku tidak mempedulikan desahan Vina yg semakin menjadi, aku hanya berusaha memberikan kepuasan bercinta, yg kata Vina belum pernah merasakan selama berumah tangga.

Setiap gerakan maju mundur penisku, selalu membuat tubuh Vina menggelinjang hebat karena memang bentuk penisku agak bengkok ke kiri. Tiba-tiba Vina mendekap tubuhku erat dan aku tahu itu tanda dia mencapai orgasme yg kedua kalinya. Penisku bergerak keluar masuk dgn cepat dan..

“Dann.. aku.. mau.. keluarr lagi.. aakk.. Kamu hebat sayaang, aku.. nggak tahan..,” seiring jertian itu, aku merasakan cairan hangat meleleh disepanjang batang penisku dan aku biarkan sejenak penisku dalam vaginanya.
Sesaat kemudian aku melepas penisku dan mengarahkan ke mulut Vina si mama muda yg masih terlentang. Aku biarkan dia oral penisku.
“Ahh..,” sesekali aku merintih saat giginya mengenai kepala penisku. Disaat dia asik menikmati batang penisku, jariku yg nakal, mulai menelusuri dinding vagina Vina yg mulai basah lagi.

“Creek.. crekk.. crek..,” bunyi jariku keluar masuk dilubang vagina Vina.

“Ohh.. Andra.. enak sekali sayaang..”

1.. 2.. 3.. jariku masuk bersamaan ke lubang vagina Vina. Aku kocok keluar masuk.., sampai akhirnya aku nggak tahan lagi untuk mulai memasukkan penisku, untuk menggantikan 5 jariku yg sudah “memperkosa” lubang kewanitaannya.

Dan..

“Ohh.. sayaang aku keluar lagi..”

Orgasme yg ketiga diraih oleh Vina dalam permainan itu dan aku langsung meneruskan inisiatif menindih tubuh Vina, berkali-kali aku masukkan sampai mentok.

“Aaakhh.. sayaang.. enak sekali.. ohh..,” rintih Vina. Bagaikan orang mandi, keringatku kembali berkucuran, menindih Vina..

“sayaang aku boleh keluarin di dalam..,” aku tanya Vina.

“Jangan.. aku nggak mau, entar aku hamil,” jelas Vina.

“Nggak deh sayaang jangan khawatir..,” rengekku.

“Jangan Andray.. aku nggak mau..,” rintihan Vina membuat aku semakin bernafsu untuk memberikan orgasme yg berikutnya.

“Akhh.. oohh.. Andra.. sayaang keluarin kamu sayaang.. aakkhh..,” Vina memintaku.

“Kamu jangan tunggu aku keluar Andra.. please,” pinta Vina.

Disaat aku mulai mencapai klimaks, Vina si mama muda meminta berganti posisi diatas.
“Danndy aku pengen diatas..”

Aku melepas penisku dan langsung terlentang. Vina bangkit dan langsung menancapkan penisku dlam-dalam di lubang kewanitaannya.

“Akhh gila, penis kamu hebat banget Andra asyik.. oohh.. enak..,” Vina merintih sambil menggoygkan pinggulnya.

“Aduhh enak Andra.. “

Goygan pinggul Vina membuat gelitikan halus di penisku..

“Vina.. Vina.. akh..,” aku mengerang kenikmatan saat Vina menggoyg pinggulnya.

“Andra.. aku mau keluar sayaang..,” sambil merintih panjang, Vina menekankan dalam-dalam tubuhnya hingga penisku “hilang” ditelan vaginanya dan bersamaan dgn itu aku sudah mulai merasakan klimaks sudah diujung kepala.

“Vina.. Vina.. ahh..”

Aku biarkan spermaku muncrat di dalam vagianya.

“Croot.. croot..” semburan spermaku langsung muncrat dalam lubang Vina, tetapi tiba-tiba Vina berdiri.

“Aakhh Andra nakal..”

Dan Vina berlari berhamburan ke kamar mandi untuk segera mencuci spermaku yg baru keluar dalam vaginanya, karena memang dia tidak menggunakan pernah menggunakan KB.
Permainan itu berakhir dgn penuh kenikmatan dalam diri kami berdua, karena baru saat bercinta dgnku, dia mengalami multi orgasme yg tidak bisa digambarkan dgn kata-kata.

“Andra, kapan kamu ada waktu lagi untuk lakukan ini semua sayaang,” tanya Vina.
Aku menjawab lirih, “Terserah Vina deh, aku akan selalu sediakan waktu buatmu.”

“Makasih sayaang.. kamu telah memberikan apa yg selama ini tidak aku dapatkan dari suami aku,” puji Vina si mama muda .

“Dann.. kamu hebat sekali dalam bercinta.. aku suka style kamu,” sekali lagi puji Vina si mama muda .

Pertemuan pertama ini kita akhiri dgn perasaan yg tidak bisa digambarkan dengn kata-kata, dan hanya kami berdua yg bisa rasakan itu. Aku memang termasuk orang yg selalu berusaha membuat pasanganku puas dan aku mempuyai fantasi sex yg tinggi sehingga tidak sedikit para abg, mahasiswi dan mama muda yg hubungi aku untuk sekedar membantu memberikan kepuasan buat mereka.

Itulah Cerita Seks dengan Mama Muda terbaru, semoga dengan artikel ini kalian semakin semangat dalam bercinta dan menjalin hubungan.. woyoo

Dukun Cabul

Cerita Dewasa Dukun Cabul, Koleksi Cerita Dewasa Seks – Dina tidak bisa menerima sikap dan tindakan Dimas akhir-akhir ini yang ia lihat sudah melupakan dan membiarkan keluarganya. Tindakan ini dilihat Dina saat Dimas akan pergi ke luar kota untuk meninjau perusahaannya di kota lain. Dina menduga pasti Dimas telah melakukan suatu perselingkuhan dan menyeleweng dikarenakan Dimas tidak lagi memberikan nafkah batin untuk Dina, sedangkan Dimas selalu pergi ke luar kota setiap minggu dengan begitu hubungan seks-nya dengan istrinya pasti tersalur, sedang saat ini Dimas telah lupa akan kewajibannya. Siapa wanita yang telah merebut Dimas dari tangannya, Dina tidak mengetahui. Oleh sebab itu Dina sering merenung dan berpikir apakah selama ini ia tidak melayani kebutuhan dan kesenangan calon suaminya, namun semua itu ia rasa tidak mungkin dan sepengetahuannya ia selalu melayani dan melaksanakan kesenangan dan kesukaan calon suaminya. Sedang kalau ia lihat bentuk tubuhnya yang mungkin telah berubah? namun ia sadari tidak mungkin! juga, Dina menyadari ia dan Dimas telah berumah tangga kurang lebih 6 tahun dan dikaruniai 2 orang anak yang paling besar berumur 5 tahun, mustahil bentuk tubuhnya akan menyebabkan Dimas berpaling.

Dengan saran dan nasehat dari karibnya itu Dina memberanikan diri untuk datang ke tempat dukun itu walaupun jaraknya agak jauh kurang lebih 2 jam perjalanan dengan mobilnya. Dengan bantuan lely, Dina mengemudikan Balenonya ke tempat dukun itu. Mereka berangkat pagi harinya. Sesampai di gubuk dukun yang memang terpencil di sebuah kampung itu, Dina memarkirkan mobilnya di samping gubuk itu. Lalu lely mengetuk pintu gubuk itu dan dengan adanya sahutan dari dalam mempersilakan mereka berdua masuk, di dalam telah ada dukun itu yang duduk dengan sambil menghisap rokoknya.

“Ooo… Bu lely? ada apa Bu? ada yang bisa saya bantu?” dukun itu berbasa basi.

“Eee… ini Mbah, teman saya ini ada masalah dengan calon suaminya, namun ia ingin calon suaminya seperti sedia kala lagi…” jawab lely.
Lalu lely memperkenalkan sang dukun yang bernama Mbah Dudu itu kepada Dina. Sambil berjabat tangan Mbah ! Dudu mempersilakan kedua wanita itu untuk duduk bersila di lantai gubuknya itu. Sepintas Dina merasa agak risih dari mulai ia memasuki gubuk itu. Ada perasaan tidak enak namun karena keinginannya mengembalikan calon suaminya ia tidak mengambil pusing semuanya. Tanpa ia sadari dari saat ia masuk dan bersalaman dengan Dina mata mbah dukun itu tidak henti-hentinya memandang ke arah Dina. Lalu ia memanggil Dina untuk maju selangkah ke arahnya, dan Dina diperintahkan untuk memasukkan tangannya ke dalam wajan yang berisi air kembang, lalu Mbah Dudu membakar menyan dan membaca mantranya.

Tidak berapa lama kemudian ia buka matanya dan berkata bahwa mata hati calon suaminya telah dipengaruhi oleh wanita simpanan Dimas dan membuat Dimas melupakan keluarganya. Atas saran mbah dukun supaya Dimas kembali maka Dina harus memakai jimat yang akan dibuatkannya, asal Dina mau menjalani syarat-syaratnya dan itu semua terpulang kepada Dina. Karena besarnya keinginan agar Dimas kembali, maka Dina menyanggu! pi segala syarat-syaratnya. Setelah itu sang dukun berkata bahwa besoknya Dina akan mendapatkan jimat itu dan akan dipasangkan ke tubuh Dina dan akan dibuatkan malam ini. Mbah Dudu adalah lelaki asal Nias yang telah lama memiliki ilmu yang amat sakti. Tidak sedikit orang yang telah dibantunya. Mbah Dudu tinggal seorang diri di gubuk itu dan tidak memiliki istri. Umurnya telah beranjak tua yaitu 70 tahun namun fisik dan sosoknya tidak menggambarkan ketuaan.

Selanjutnya Dina minta diri dan menitipkan amlop untuk memenuhi syarat-syaratnya, dan berjanji besok akan datang. Lalu lely minta diri kepada Mbah Dudu, lalu mereka pulang ke rumah dan besok Dina harus mengambil jimatnya.

Besok hari yang telah ditentukan, Dina minta lely membantu menemaninya ke tempat dukun itu, namun karena adanya kesibukan di kantornya maka lely tidak dapat menemani. Dan berangkatlah Dina mengendarai Balenonya seorang diri ke tempat dukun itu. Lebih kurang 1,5 jam perjalanan Dina, sampailah di gubuk! itu dan memarkirkan mobilnya di samping gubuk, sedangkan hari saat itu telah mendung dan berangin sepertinya hari akan hujan. Lalu Dina mengetuk pintu gubuk dan kemudian pintu itu dibuka Dudu dari dalam dan mempersilakan masuk. Lalu Dina masuk ke gubuk dan duduk di lantai. Lalu Mbah Dudu meminta Dina untuk langsung ke depan dan menerima saran dan cara-cara memakai jimat itu. Dina diharuskan untuk berbaring dan memakai kain sarung lalu menelentangkan diri, karena jimat itu akan dipasangkan pada tubuh Dina yang biasa di sentuh calon suaminya. Lalu Dina minta ijin untuk memakai sarung yang dipinjamkan sang dukun di kamar yang telah tersedia.

Dalam kamar itu, hanya ada satu dipan kayu yang telah lama dan saat itu Dina membuka seluruh pakaianya, sedang BH dan CD-nya tetap terpasang pada tubuhnya. Sesaat kemudian sang dukun memasuki kamar itu dan minta Dina berbaring di dipan itu. Dina menuruti kata dukun itu, lalu Mbah Dudu memulai melakukan aktifitasnya dengan memasangkan cairan! jimat itu mula-mula ke kulit muka Dina lalu turun ke leher jenjang dan ke dada yang masih tertutup BH. Sesampai pada dada Dina sang dukun menyadari adanya getaran birahinya mulai datang dan lalu di sekitar dada Dina ia oleskan cairan itu, tangan sang dukun masuk ke dalam dada yang terbungkus BH. Di dalam BH itu tangan Dudu memilin dan memilintir puting susu Dina, dengan cara itu Dina secara naluri seksnya terbangkit dan membiarkan tindakan sang dukun yang memang kelewatan dari tugasnya itu, Dina hanya diam. Lalu sang dukun membuka pengait BH Dina dan melemparkan BH itu ke sudut kaki dipan itu dan terpampanglah sepasang dada montok yang putih mulus kemerahan karena gairah yang dipancing Mbah Dudu itu.

Di sekitar dada itu sang dukun mengoleskan jimatnya berulang-ulang sampai Dina merasa tidak kuat menahan nafsunya. Lalu sang dukun tangannya turun ke perut dan ke selangkangan Dina. Di situ tangan sang dukun memasuki selangkangan Dina, tindakan ini membuat Dina protes,

! “Jangan! saya mau diapakan Mbah?” tanyanya.
“Ooo… ini adalah pengobatannya, lely pun dulunya begini juga,” jawab mbah dukun sambil mengatur nafasnya yang terasa sesak menahan gejolak nafsu. Di lubang kemaluan Dina, jari tangan sang dukun terus mengorek-ngorek isi kemaluan Dina sehingga Dina merasakan ia akan menumpahkan air surgawinya saat itu. Sambil membuka kain sarung yang melilit tubuh Dina sang dukun lalu menurunkan CD yang menutup lubang kemaluan Dina itu. Lalu ia letakkan CD Dina di samping dipan yang beralaskan bludu usang itu. Sesaat kemudian Dina telah telanjang bulat dan jari tangan sang dukun tidak henti-hentinya beraksi di sekitar daerah sensitif tubuh Dina. Sedang jimatnya telah dioleskan pada seluruh bagian-bagian tubuh Dina.

Lalu tibalah saat untuk memasukkan keampuhan jimatnya, maka sang dukun minta kepada Dina untuk mau bersengggama karena jimat itu tidak akan bisa dipakai jika Dina tidak melakukan senggama dengan dukun itu. Karena Dina telah mera! sa kepalang basah dan ingin niatnya kesampaian maka ia ijinkan sang dukun melakukan persenggamaan. Lalu tangan sang dukun membuka paha Dina yang mulus terawat itu. Lalu ia buka lubang kemaluan Dina dengan tangannya dan memainkan klitoris Dina dan kembali Dina histeris ingin dituntaskan nafsu yang telah sampai di kepalanya, ditambah telah beberapa bulan tidak berhubungan seks dengan calon suaminya. Mbah dukun yang telah sama-sama-sama bugil dengan Dina lalu memasukkan batang kemaluannya yang cukup besar itu dan kuat ke dalam lubang kemaluan Dina yang telah dibasahi air kewanitaan Dina yang tampaknya siap untuk melakukan penetrasi ke dalam lubang kemaluan yang telah basah itu. Setelah dipaksakan agak keras lalu batang kemaluan yang tegak menantang masuk seluruhnya ke dalam lubang kemaluan Dina, dan Mbah Dudu melakukan gerakan maju mundur, sedang tangannya tidak henti-hentinya memilin dan menekan pinggul padat Dina itu. Buah dada Dina tidak luput dari jelajahan tangan sang dukun.

Lebih kurang 30 menit lubang kemaluan Dina digenjot dengan paksa lalu sang dukun barulah sampai klimaks dengan menumpahkan air maninya ke dalam lubang kemaluan itu sebanyak-banyaknya. Sedangkan air yang keluar dari lubang kemaluan Dina itu ia oleskan ke lidah Dina untuk kasiat bahwa Dina tidak bisa dilupakan calon suaminya. Dalam persenggamaan itu Dina sempat orgasme 3 kali, itu pun saat ia terengah-engah di saat batang kemaluan sang dukun mengaduk-aduk isi kemaluanya tadi. Sejam kemudian barulah permainan itu selesai setelah sang dukun minta permainan dilakukan 2 kali. Setelah itu Dina minta diri pulang dan membawa yang akan ia pakaikan di rumahnya saat mandi. Mbah dukun mengatakan ada jimat yang akan dipasang di dalam kamar Dina namun belum siap, dan mbah dukun berjanji akan mengantarkannya ke rumah Dina 2 hari lagi.

Tepat 2 hari kemudian sang dukun mendatangi rumah Dina yang megah. Saat itu calon suami Dina belum pulang dari luar kota dan di rumah saat itu hanya ada ia dan seo! rang pembantunya yang sedang menjaga anak-anaknya. Sang dukun berkata, “Bu Dina, jimat ini akan saya pasangkan pada kamar Ibu nanti malam,” sedangkan Dina merasa khawatir, bagaimana jika calon suaminya pulang. Namun karena kesaktiannya, sang dukun berkata, “Bu Dina nggak usah khawatir, calon suami Ibu pulang lusa, sedang ia sekarang menurut penglihatan saya sedang di Lampung,” kata sang dukun. Lalu bagaimana ia menerangkan kepada pembantunya karena adanya kehadiran dukun tua itu? Lalu ia hanya berkata bahwa familinya dari kampung dan menumpang barang 1 hari di rumahnya. Lalu Dina mempersilakan sang dukun untuk istirahat di sebuah kamar yang memang diperuntukkan untuk tamu. Lalu sang dukun memasuki kamar yang telah disediakan.

Malam harinya saat akan memasangkan jimat di kamar Dina, dilakukan pada pukul 9.00 malam, sedang pembantunya telah tidur di kamar belakang, tempat kamar tidur pembantu memang jauh di belakang dan tidak mengganggu ke rumah induk tempat kamar Dina berada. Di dal! am kamar itu sang dukun melakukan ritualnya dengan membaca mantera, lalu ia membakar menyan, sedang Dina duduk diam melihat apa yang dilakukan sang dukun dari atas tempat tidurnya. Lalu sang dukun berkata, “Sebaiknya jimat ini kita pasangkan pada saat tepat jam 12.00 malam nanti, berarti masih ada waktu 3 jam lagi, Bu Dina…” katanya. “Sekarang sebaiknya kita ngomong-ngomong saja dulu menunggu waktu,” kata sang dukun. “Baiklah Mbah,” lalu Dina mempersilakan sang dukun keluar kamar. Bagaimanapun ia merasa berat hati untuk membawa dukun itu ke dalam kamar pribadinya. Sang dukun berkata, “Tidak usah keluar… Bu Dina… di sini saja.” Lalu sang dukun berdiri dari duduknya dan menuju ke arah Dina duduk dan mbah dukun itu juga duduk di samping Dina. Lalu tangannya menggapai tangan Dina dan berkata, “Sebaiknya kita berdua melakukan seperti saat Ibu di gubuk saya, sebab jika tidak para jin yang membantu saya akan lari dan tidak mau menolong Ibu,” kata mbah dukun. Dina hanya bergidik! , bulu kuduknya merinding. Haruskah ia mengulangi kesalahan saat ia harus bersenggama dengan dukun itu di gubuknya? Namun karena adanya pengaruh dan keinginan Dina maka ia biarkan sang dukun mengulangi perbuatan maksiat itu di kamarnya, saat itu Dina memang merasa menjadi seorang wanita sempurna karena ia telah mendapatkan siraman batin dari dukun tua itu meskipun tidak ia dapatkan dari calon suaminya.

Lebih kurang 2 jam mereka berdua mengayuh samudera kenikmatan bersama sang dukun dan membuat Dina orgasme berulang-ulang dan membuat lubang kemaluannya sampai lecet karena kebuasan batang kemaluan dukun yang sangat besar itu. Lalu tepat pada jam 12 malam barulah jimat itu terpasang pada bawah ranjang Dina dan menjelang pagi mereka terus melakukan hubungan seksual dengan menggebu-gebu. Lalu Dina tertidur dan tidak menyadari hari telah pagi dan sang dukun telah pergi, sedang Dina merasa tubuhnya pegal-pegal dan tulangnya serasa mau lolos. Sejak saat itu memang jimat pemberian san! g dukun ada perubahan pada diri calon suami Dina dan ia sangat berterima kasih dan lalu ia mendatangi sang dukun. Sedang sang dukun cuma minta Dina tidak melupakannya, dengan cara Dina harus 2 kali dalam sebulan datang untuk memberikan jatah hubungan seks kepada sang dukun seperti lely juga melakukan hal yang sama. Memang setelah itu Dina selalu rajin mendatangi sang dukun dan terkadang sang dukun yang datang ke rumah Dina untuk minta jatah senggamanya.

Memang sebagai dukun ilmu hitam, Mbah Dudu harus mensenggamai pasiennya, karena dengan demikian si pasien akan mampu disembuhkan dan ilmu sang dukun dapat dipelihara.