Bercinta Di Pinggir Jalan Tol

Bercinta di Pinggir Jalan Tol, Koleksi Cerita Dewasa Seks – Danang seorang laki-laki yang sudah beristri sangatlah beruntung karena dia bisa mendapatkan kepuasan Sex dari 2 wanita yang sangat dicintainya. Selain dia mendapatkan kepuasan Sex dari istinya, dia juga mendapatkan kepuasan sex dari janda muda berjilbab yang dikenalnya di Bus pada waktu berangkat kerja. Hubungan Sex
pertama dengan janda muda berjilbab itu dilakukannya di belakang pagar pembatas jalan Tol . Ingin Tahu kelanjutanya para pembaca ??? langsung saja simak cerita dibawah ini !!!
Seperti hari biasanya pada pagi itu aku berangkat ke kantor naik Bus kota. Pagi itu kebetulan sekali aku duduk berdampingan dengan wanita cantik dengan baju hijabnya. Jika kutafsirkan usia wanita itu sekitar 28 tahunan, tinggi badanya dan berat badanyanya cukuplah ideal, tubuhnya sekal berisi dan wajahnya cantik dibalik kerudung hijabnya.

Semula aku tidak perduli denganya, karena aku mempunyai kebiasaan jika setiap berada di bus pasti ngantuk dan inginya tidur saja. Wanita itu memang berkerudung, namun rasa ngantuk-ku tiba-tiba saja hilang, karena wanita berkerudung itu memakai baju lengan panjang dan celana jeans yang serba ketat. Payudara dan area vagina-nya terlihat menyembul sekali.

Dari hal itu mataku yang tadinya merasa ngantuk tiba-tiba saja merasa cerah dan fresh sekali. Sepasang payduara yang montok dan vaginanya yang terlihat menyembul tercetak jelas dari baju dan celana jeans ketatnya. Dan seketika itu juga birahiku tiba-tiba saja menggebu-gebu. Sungguh menggairahkan sekali wanita berkerudung itu, rasanya saat itu ingin sekali meraba tubuhnya.

Aku yang saat itu sangat bernafsu , otak mesum-kupun sekakan memaksaku untuk mencari cara agar bisa dekat denganya. Saat itu kulihat sedang asik telefon entah dengan siapa, kudengar dari pembicaaraan-nya dia suka sekali bercanda. Maka dari itu seketika aku medapat ide dan langsung menyapanya,
“ Wah… wah… ternyata sifat kita hampir sama ya mbak, ” ucapku sok kenal sok dekat.

Saat itu juga wanita itu nampak bingung dengan ucapanku yang tiba-tibra menyambar, saja dia berpikir kalau aku ini sok kenal,
“Hemm… sama bagaimana yah maksudnya?, ” ucapnya nampak bingung.

“ Itu tadi mabk nitip absen sama temenya kayaknya,hhe…, ” sahutku dan dia tertawa kecil.
“ Hahaha, dasar kamu tukang nguping, Emang Mas suka titip absen juga yah sama temenya ” sahutnya sembari tertawa manis.

“ Hhe, iya.., ” jawsabku singkat sembari meringis.
Ternyata berhasil juga siasatku agar bisa mengobrol agar dekat dan mengenal dengan wanita itu. Dari siasat sederhanaku itu, pada akhirnya obrolan kami-pun menjadi panjang lebar. Aku yang mempunyai sifat konyol dan suka bercanda ternyata dia menbyukai sifatku. Wah lampu hijau nih, ucapku dalam hati. Saat itu awal siasat mesumku-pun berjalan dengan lancar,

“ Kamu ternyata lucu orangnya yah Mas, nggak kayak cowok-cowok laennya basi banget,hhe…, ” ucapnya.

“ Maksudnya ?, ” tanyaku agak bingung.
“ Gini nih maksudnya, biasanya kalau cowok lagi kenal sama cewek biasanyakan mereka modus, pasti mereka tanya nama dan akhir-akhirnya mereka minta no Hp kalau nggk pin BB, ” ucapnya menjejaskan kepadaku.

“ Ouh begitu ya Mbak, untung aja aku nggk nanya itu yah, hhe.. kalau tanya bisa-bisa disangkain modus aku ntar, ” ucapku sembari meringis.

“ Hahahaha, iyalah pasti mas, ” jawabnya singkat sembari tertwa lagi.

Setelah itu kami-pun menjadi lebih akrab, sampai pada akhirnya diapun memperkenalkan namanya dengan sendirinya, dan kami-pun saling berkenalan. Wanita muda berjilbab bernama Anis Safitry, dan panggilanya Fitry. Oh iya aku hamper lupa memperkenalkan diriku, namaku Danang, usiaku 32 tahun dan aku sudah beristri dan mempunyai 1 anak laki-laki.
Saat itu kami terus mengobrol dengan akrabnya, sampai pada akhinya obrolan kami-pun berakhir karena dia turun kuningan dan aku meneruskan perjalanalanku untuk kekantorku. Singkat cerita seperti pagi biasanya, aku-pun beranglat kerja dengan anik bus, tidak kusangka ketika aku sedang duduk, tiba-tiba saja wanita semok berjilbab itu menghampiriku dan duduk disebelahku.

Saat itu karena kami merasa sudah cukup akrab, dia-pun mengajak mengobrollagi, dia berkata bahwa teman-temannya sangat penasaran denganku karena dia menceritakan tentang aku. Karena aku mempunyai banyak cerita lucu, maka hari itu kami-pun menjadi lebih akrab. Tiba-tiba saja dia berkata,

“ Oh iya Nang, kamu pasti cowok plaboy yah, soalnya kamu pinter banget membuat aku merasa nyaman dan akrab, omong-omong udah berapa korban kamu di bus Nang???, ” ucapnya tanpa basa-basi.

Seketika itu aku menjadi mati kutu, wajahku tiba-tiba saja terlihat pucat karena ucapan Fitry . Nampaknya modus mesumku mulai tercium olehnya, pada akhirnya aku-pun terpaksa berkata jujur padanya. Aku menceritakan semua tentangnya, bahkan aku menceritakan bawa aku sudah beristri dan mempunyai anak laki-laki.
Kejujuranku itu aku kira akan membuatnya menjadi benci kepadaku, ternyata dari kejujuranku itu dia malah berbalik menceritakan semua tentang masalalu-nya. Sontak aku menjadi kaget, karena menceritakan bahwa dia sudah tidak virgin lagi, karena dia pernah hamil diluar nikah dan pada akhirnya mereka bercerai karena calon anaknya itu keguguran akibat kecerobohanya.

Saat itu juga wajahku-pun menjadi cerah la dan bersemangat lagi. Tidak gadis semuda dan secantik dia telah menjadi JAMU (janda muda), wah kesempatanku untuk bisa mesum denganya semakin terlihat saja nih, ucapku dalam hati. Saat itu obrolan kami-pun berlanjut lagi, akupun mulai menjurus kearah yang berbau sexs.

Tidak kusangka saat itu dia juga menanggapi dengan antusiasnya, seakan-akan sexs adalah hal yang biasa untuk dirinya. Mungkin saja dia berfikir karena dia sudah kaerena kami sudah sama-sama pernah menikah dan obrolan tentang sexs-pun ditanggapinya dengan santainya. Tidak kusangka wanita berkerudung ini sangatlah terbuka dan asik sekali.

Singkat cerita kami-pun sudah saling kenalkurang lebij 1 bulan, sampai suatu sore kami membuat janji untuk pulang bareng di bus yang biasanya kami tumpangi. Hari itu aku yang naik bus dari cideng dan dia menunggu di kuningan pada akhirnya kami-pun bertemu juga. Saat itu Fitry yang berkerudung mengenakan kemeja panjang, dan rok panjang berbahan semi jeans.

Seperti biasa kami-pun duduk berdampingan, bahkan saat itu-pun kami sudah duduk dengan posisi yang sudah menempel. Bahkan Fitry sudah tidak sungkan lagi untuk seseali mencubit pahaku ketika dia menahan tawanya ketika aku berbuat konyol. Saat itu beberapa kali dia aku, sampai pada akhirnya ketika dia mencubit aku menahan tangannya agar tetap diatas pahaku.

Saat itu dia nampak tidak keberatan dengan hal itu, melihat Fitry yang seperti itu lalu aku-pun mulai mengusap-husap lengannya yang terbalut kemeja lengan panjangnya sembari terus berbincang. Sampai pada akhirnya dia menyadari dan berbisik kepadaku,
“ Ehemmm… kayaknya ada yang seneng banget nih menghusap-husap lenganku, nanti lengan bajuku licin loh, hhe…, ” bisiknya menggodaku.
“ Wkwkwk… emangnya aku setrika bisa bikin lengan baju licin dan halus, ” udapku bercanda.
“ Dasar kamu bisa aja ngejawabnya,hahaha…, ” ucapnya sembari tertawa mendengar jawabanku.

“ tahu nggak sih Fut, kamu tuh ngegemesin banget, apalagi bibir tipis kamu tuh, bener-bener bikin aku gemes , ” ucapku mengombal sambil nyengir.

“ Dasar kamu tukang modus, huwww…,” ucapnya dembari mencubit pahaku.

Ketiak dia mencubit tidak sengaja tanganya menyentuh kejantanku dari luar celanaku, seketika itu juga kejantananku-pun sontak merespon dengan membesar dan memanjang secara otomatis dibalik celanaku. Ouh, horny
banget rasanya seketika itu. Saat itu ditengah tidak terasa hari mulailarut, bangku di sekitarku nampak sudah kosong dengan lampu remangnya.

Melihat suasana yang nampaknya mendukung itu, aku-pun memulai siasat mesumku, aku raih tanganya dan aku cium tangan kirinya dengan lembut. Tidak kjusnagka dia tersenyum ketika aku mencium tanganya, bahkan dia meresponku dengan mempkuat genggaman tangannya padaku. Wah, nampaknya semakin terbuka saja kesempatanku untuk ML deganya, ucapku dalam hati.

Setelah itu Fitry-pun tidak kusangka menyenderkan kepalanya di lengan kiriku, melihat kesempatan itu aku-pun kemudian merangkulkan tangnaku dari belakang.

Sehingga saat itu Fitry tersender dalam dadaku dan terpeluk dengan tangan kiriku. Nampaknya dia sudak terbawa dengan suasana hari itu, matannya sendu terlihat semakin cantik dan mengemaskan sekali.

Aku dan Fitry yang akan pulang kebekasi, saat itu perjalanan kami cukup lama, karena para pembaca tahu sendirikan jalan tol maupun jalan biasa pasti macet. Tidak terasa kini bus-pun sudah masuk jalan Tol, aku-pun saat itu makin berani saja,. Tangan kananku mulai berani mengusap buah dada-nya yang dari luar kemejanya itu.

Terasa kenyal dan kencang sekali pbuah dadanya itu, setelah aku menyentuh payudaranya aku tafsirkan ukuran Branya 34 B, lumayan besar kan para pembaca, hhe. Saat itu Fitry-pun tidak mencoba mengelak sama sekali. Melihat kesmepatan itu, secara perlahan jemariku mulai membuka 3 kancing kemejanya hinga kupastikan tanganku cukup untuk menyusup didalamnya.

Setelah berhasil masuk, tanganku mulai menyelinap pada BH-nya. Saaat itupun tanganku sudah bersentuhanlangsung dengan payudaranya . Lalu mulailah aku meraih putingnya dan memplinti-plintir dengan jariku, beberapa saat aku mainkan putting Fitry. Seiring permainanku pada Puttingnya, tangannya-pun mulai mengelus-ngelus kejantananku dari luar.

Ouh.. semakin horny saja aku saait itu. Setelah beberapa kami melakukan hal itu, nampaknya dia sudah horny juga. Sikapnya menjadi agresif , dan dia-pun mulai membuka resleting celanaku lalu tangannya menyelinap begitu saja didalam celana dalamku. Setelah dia meraih kejantanku dia mulai meremas penisku yang sudah ereksi dari tadi dengan penuh birahi sex .

Tanganku yang memainkan buah dadanya
tiba-tiba saja ditariknya dan diarah kan pada kewanitaan-nya saja. Saat itu melihat kondisi didalm bus aku tidak mungkin ngentot
didalam bus, maka yang aku lakukan saat itu hanyalah memainkan kewanitaan-nya dari luar roknya saja. Ketika kami sedang menikmatinya, kami terpaksa harus berhenti karena kami hampir sampai.

Kami yang sama-sama merasa tanggung, dengan sangat terpaksa harus berhenti dan merapaikan pakaian kami masing-masing. Ketika kami sudah turun dari bus, aku mengatakan padanya aku akan mengantar dia sampai rumahnya. Sebelumnya aku sudah tahu bahwa kami akan melewati sela pagar Tol yang sepi sebelum naik angkot.

Selapagar Tol itu suasananya sepi, dan kebetulan sekali hari itu yang turun didaerah itu hanya aku dan Fitry saja. Aku yang merasa hasrat sexs-ku belum tersalurkan, maka hari itu aku-pun merencanakan untuk menyalurkan nafsu sexs-ku di samping sela pagar tol itu. Setelah kami melewati sela pagar Tol itu, nampaknya Fitry memiliki fikiran yang sama denganku.

Ketika kami sudah berada di belakang pagar tol yang sepi itu, akupun menariknya ketempat yang lebih gelap dan menyenderkan dia di pagar Tol lalu dengan penuh nafsu aku
menciumi bibrnya. Aku dengan liarnya melumat bibir tipisnya itu, dengan cekatan Fitry juga menyambut bibirku menghisap dan menyedot bibirku denganpenuh birahi sex .

Sembari berciuman dan mengadu lidah pada mulut kami, tangannya kami-pun tidak diam begitu saja karena hasrat sex kami tadi telah tertunda. Tangan kami dengan cepatnya beraksi, tanganku mengangkat roknya lalu menurunkan celana dalam Fitry sampai dibawah lututnya. Sedangkan Fitry saat itu membuka kancing, resleting dan menurunkan celanaku beserta celana dalamku.

Saat itu tempat itu benar-benar sepi, gelap, dan aman. Kami saat itu saling kami saling memebri rangsangan, sembari terus berciuman, aku mengesek-gesek bibir vagina
dan klitoris Fitry, sebaliknya Fitry juga mengocok penisku yang sbelumnya sudah diberi pelicin yaitu air ludahnya. Kami saat itu sudah terhanyut dalam nafsu sex kami masing-masing,

“ Ouhhhh Mas… terus gesek-gesek itil (clitoris)-ku mas, enak sekali mas, Aaaahhhhhh…, ” ucap fitry mendesah nikmat.

“ Iya sayang,kamu juga terus kocok kontol aku, enak sekali kocokanmu sayang, tanganmu halus… Ouhhh.. Sssshhh… Ahhhhhh…, ” jawabku dengan diiringi desahanku.

Dengan nafas yang memburu dan penuh nafsu kami saling memberi rangsangan, penisku yang sudah tegang maksimal mulai mengelurkan lendirnya sedikit-sedikit, sebaliknya Fitry aku yang menggesek dan memasukan jariku dalam vagina-nya kewanitaan Fitry-pun sudah na,pak basah sekalioleh lendir kawinya. Beberapa saat kamimelakukanitu, lalu,

“ Mas, aku udah nggak tahan nih.. Ouhhhh… Kita ML sekrang yuk … Sssssshhh…, ” ucap Fitry berbisik ditelingaku.

“ Iya sayang, aku juga udah pingin banget
ngentot memek kamu yang gembul ini, ” jawabku dengan nafas memburu.

Saat itu kemudian aku meminta dia sedikit membungku dengan posisi menungging dan bersandar dipagaragar aku bisa membenamkan kejantanku dari belakang ke vaginya. Dengan cepat dia-pun menuruti permintaanku, tanpa banyak bicara lagi,

“ Zlebbbbbbbbbbbbbbbbbbb….Aahhhhhhhhhhh…, ”

Pada akhirnya aku-pun berhasil memasukan penisku kedalam vagina Fitry dengan mudahnya, aku tidak perlu kesusahan lagi karena selain Fitry yang sudah tidak virgin
memeknya saat itu uga sudah basah sekali oleh lendir kawinya. Kepalanya mendongak keatas setelah vaginaya terpenuhi oleh kejantananku,
“ Eughhhh… kontol kamu besar sekali Mas… Ssss… Ahhhhh…, ” dia melenguh ketika penisku sudah tertancap didalm vagina-nya.

“ Iya sayang, nikmati saja yah penisku yang besar dan panjang ini, ” ucapku berbisik.
Kepala saat itu mendongak keatas ketika aku mulai menggenjot keanitaanya denganpenis perkasaku. Aku menyetubuhi-nya dengan penuh nafsu yang sudah tidak terkontrol lagi. Suara hentakan-hentakan kejantanku terdengar ditengah ramainya mobil yang melintas di jalan tol. Dengan gerakan maju mudnur secara konstan aku menjajah vagina Fitry dengan hebatnya,

“ Ouhhhh… Mas… panjang sekali penismu Mas, terus sodok memek aku Mas… Ahhhh…, ” ucapnya meracau nikmat.

Nafsu birahi kami yang menggebu-gebu menyelimuti fikiran kami saat itu. Kami sama-sam merasakan nikmat yang luar biasa, desahan kami bersahut-sahutan secara bergantian. Sekitar 15 menit kami bersetubuh dengan gaya Fitry yang menungging sambil bersandar di pagar. Kemudian Fitry-pun berkata,
“ Mas kita ganti posisi yah, aku pegel nih nungging terus, sekarang kamu duduk nyender di pagar ya Mas, ” ucapnya sembari merubah posisinya.

“ Iya sayang, ” jawabku singkat lalu aku duduk bersender dipagar dengan kedua kakiku bersandar lurus diatas rumput.

Setelah itu Fitripun kemudian mengangkat roknya, lalu jongkok dan meraih kejantanku kemudian diarahkan pada liang senggamanya. Setelah memastikan sudah pada posisinya lalu dibenamkanlah kejantanaku didalam vagina-nya,
“ Zlebbbbbbbbbbb…, ”

Masuklah kembali kejantanku didalamliang senggamanya yang makin becek dengan lendir kawinya. Saat itu kembalilah sensasi sex yang luar biasa menyelimuti kami. Dengan liarnya Fitri megangkat dan menurunkan pantanya diatas kejantanku. Dia beraksi diatas kejantanaku dengan ememgang erat pundaku, sesekali dia bergoyang memutar diatas kejantanaku.

Saat itu rasanya kejantanan-ku seperti teremas dan terjepit oleh kencangnya otot vagina Fitry. Dia bergoyang dengan lincahnya seperti biduan dangdut yang sedang beraksi dipanggung. Desahanku dan desahannya semakin tidak terkontrol saja, mungkin kerasnya desahan kami tidak akan terdengar jika sampai ada orang yang lewat, suara kami teredam oleh suara mobil di tol.

Untuk mengimbangi goyangan memek Fitry, aku-pun mengimbani dengan meyodok dan menenggelamkan kejantanaku dalam-dalam dengan cara mengangkat pinggulku ke atas. Karena perlakuanku yangs seperti itu, Fitry-pun semakin menggila saja dengan goyangan sex ala Fitry,

“Ouhhhhhhhh… Sssss… Ouhhhhhh… Aku jeluar Mas… Ahhhhhhh, ” ucap Fitri diiringi desahan pajangnya.

Sesaat tubuhnya mengejang dan genggaman tanganya pada bahuku sangat kuat sekali saat menikmati orgasmenya. Mulutnya mendesah, wajahnya mendongak, dan matanya terpejam. Sekitar 1 menit dia mengehntikan goyanganya. Karena aku belum mendapat orgasmeku maka aku-pun meminta dia untuk bergoyang lagi diatas kejantananku,

“ Ayo sayang goyang lagi, aku belum ngecrott nih… Ayo buwat aku klimaks sayang, ” ucapku.
Akhirnya tanpa menjawab janda muda itpun kembal imenari denga liarya diatas kejantanaku. Keringat kami bercucuran karena emmang saat itu udara terasa panas sekali. Cuaca yang panas diiringi dengan hubungan sexkami yang pnas juga memberi kenikmatan tersendiri. Kurasakan batang kejantanku semakin basah saja dengan lendir kawin dari vagina Fitry,

“ Yah seperti itu sayang, Ouhhh… Terus goyangkan pinggulmu maju mundur seperti itu, Sssssssshhh… Ahhhh…, ” ucapku.

Mendengar permintaanku Fitry-pun bergoyang semakin gila, aku-pun mengimbangi dengan memaju mudnurkan kejantanku denagnpenuh nafsu. Setelah 10 menit Fitry bergoyang dengan liarnya, aku meras seakan ada yang akan menyembur dari kepala penisku. Denyutan-denyuatn pada kejantananku seakin sering saja,
“ Sayang aku mau keluar nih… Ouhhh… Goyang terus sayang, jepit kuat-kuat kontol aku dengan memek kamu sayng, Ahhhhh…, ” ucapku dengan nafas memburu.

Fitry saat itu benar-benar semaki cepat mengiyangkan pantatnya, dan Jepitan Vaginya juga semakinkuat. Tidak lama setelah itu,
“ Ouhhhhhhhhhh… Crottttttttttt… Crottttttttttt… Crottttttttttt… Crottttttttttt…, ”

Pada akhrinya tersemurlah spermaku dengan derasnya didalam liang senggama Fitry, sungguh luar biasa nikmat yang diberikan Fitry, sampai-sampai saat itu aku mendongakan kepalaku sembari emndesah panjang dan memejamkan kepalaku. Ditengah semburan spermaku didalam Rahim Fitry, dia merapatkan pahanya sehingga Penisku terjepit oleh Vagina Fitry,

“ Eummmm… Ssssssssss… Ahhhhhh…., ” desah Fitry menikmati semburan spermaku.
Saat itu aku menimkmati klimaksku dengan memeluk erat tubuh Fitry, dan Fitry menikmati semburanku dengan mengimpit kuat-kuat kejantanku dengan vaginaya. Malam itu belakang pagar Tol kami menikamati sensasi sex yang luar biasa, aku dan Fitry sungguh sangat puas. Setelah kami selesai menikmati sisa-sisaklimaks kami, kemudian Fitry-pun bergegas berdiri lalu berjongkok disampingku. Dia berjongkok agar spermaku yang tertumpah didalam rahimnya keluar lagi. Smebari berjongkok dia berkata,

“ Bener-bener gilakamu ya Mas, kamu liar dan hebat sekali dalam berhungan sex ya Mas. Jujur Mas, aku sangat puas sekali dengan hubungan sex kita hari ini, ” Ucapnya girang sembari seiring melehnya spermaku yang keluar dari Vagina-nya.

“ Hehehe, Iya dong aku hebat, pasti setelah in ikamu bakal ketagihan dengan nikmatnya Kontol aku yang perkasa ini, hahahha, ” ucapku girang semabri mengecup bibirnya.

“ Hahaha, kamu kali yang bakalketagihan sama memek aku ini, hha…, ” balasnya seakan tak mau kalah dengan ucapanku.

Setelah kami sejenak bercanda dan beristirahat, kami-pun kemudian memebersihkan kemaluan kami, kebetulan sekali saat itu Fitry membaea tissue kering ditasnya. Setelah itu kami-pun kemudian merapikan diri masing-masing dan segera bergegeas keluar dari tempat yang gelap itu lalu menuju kepangkalan angkot.

Saat itu mengantarnya hingga sampai gang perumahanya, setelah mengantar dia aku kembali mencari angkot untuk kembali purang kerumahku. Semenjak hari itu kami sering berangkat dan pulang kerja bersama. Hubungan gelapku dan Fitry tidak diketahui oleh istriku, bahkan kami sampai menyewa rumah kontrakan untuk sekedar memuaskan hasrat kami.

Entah kapan hubunganku akan berakhir, semakin hari aku semakin nyaman saja dengan Fitry, bahkan saking nyamaya dengan Fitry sampai-sampai aku tidak bernafsu dengan Istriku. Namun agar istriku tidak curiga aku tetap memeberi dia kebutuhan Rohani-nya. Aku merasa sangat beruntung sekali karena hubungan antara aku, fitry dan istriku aman-aman saja. TamaT.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s